SD 5 TAMAT

Pemuda yang mengikutinya rupanya kehilangan jejak, dia
telah melihat kesekelilingnya dengan wajah mengunjukkan
perasaan he ran.
Disaat itulah, Rama telah melompat keluar dari tempat
persembunyiannya. Dia lalu membentak: „Apa maksudmu
sejak tadi mengikuti aku !"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Pemuda berpakaian perlente itu jadi terkejut, dia menoleh
dengan cepat, dan kemudian tersenyum dengan senyum
paksaan.
„Kisanak, aku tertarik kepadamu...!" ka tanya kemudian
dengan suara yang diusahakan selembut mungkin. „Bukankah
Kisanak yang bernama Mahesa Rama?"
Rama jadi terkejut mendengar orang ini mengetahui dan
mengenal namanya.
„Benar !" Rama telah mengangguk membenarkan.
„Siapakah engkau ?"
„Aku Lembukuring," sahut pemuda itu. ”Aku bermaksud
berkenalan dengan engkau. Kisanak !"
Rama tertawa mengejek
”Berkenalan ?” tanyanya. ”Kulihat dari sikapmu bahwa
engkau bukan bermaksud sungguh-sungguh berkenalan
denganku !!"
Muka pemuda itu, Lembukuring jadi berobah, dia telah
bertanya dengan heran.
„Mengapa Kisanak berkata begitu? Aku sesungguhnya
ingin sekali berkenalan dan mengikat tali persahabatan
denganmu... dengan setulus hatiku !!"
Tetapi Rama tertawa mengejek lagi.
„Katakan saja terus terang, apa maksudmu mengikuti aku
terus menerus seperti tadi! Jika engkau masih berbelit-belit
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dan tidak mau memberikan keterangan yang sejujurnya,
hemm, tentu aku akan mengasih hajaran kepadamu !!"
Pemuda itu jadi memandang tajam kepada Rama,
kemudian dia berkata dengan suara yang dingin „Aku
Lembukuring selamanya tidaK pernah melakukan kejahatan
terhadap siapapun juga. aku selamanya t idak pernah usil
terhadap orang. Hanya tadi secara kebetulan aku melihat
Kisanak, maka aku bermaksud hendak berkenalan ! Salahkah
itu?"
Ditanya demikian, Rama dengan cepat telah berkata :
„Baiklah, jika memang engkau ingin berkenalan dengan aku,
namun aku tak ingin berkenalan denganmu! Selamat tinggal!"
setelah berkata begitu, Rama telah membalikkan tubuhnya,
dia bermaksud meninggalkan Lembukuring.
Tetapi Lembukuring telah berteriak : „Tunggu dulu
Kisanak.... aku hendak berkata-kata dulu...."
„Apa lagi yang hendak kau katakan ?" tanya Rama dengan
suara yang dingin
„Aku ingin bersahabat denganmu, sebetulnya jarang sekali
orang memiliki keberuntungan untuk mengikat tali
persahabatan denganku ! Maka kalau engkau menolak, berarti
engkau membuang kesempatan yang baik untukmu...!
Mengapa engkau menolak aku sebagai sahabatmu ?"
Rama telah tertawa dingin, sikapnya mengejek.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
„Aku telah melihat bahwa engkau bukan manusia baik-baik
!" kata Rama kemudian. „Dan jika memang engkau memaksa
terus untuk melibatkan diriku dengan percakap-cakapanmu
yang tak keruan, aku akan turun tangan, untuk memaksa
dirimu memhuka keterangan yang sebenarnya...!" Rama
berkata begitu dengan sikap mengancam.
Disaat itu, pemuda yang mengaku bernama Lembukuring,
telah menatap Rama dengan panciran mata yang sangat
tajam, dan kemudian dia telah berkata :
"Baiklah manusia yang tak berbudi, aku bermaksud baik
ingin mengikat tali persaudaraan dengan kau, tapi
kenyataannya kau justru merupakan manusia yang tak tahu
berterima kasih! Maka aku juga tersinggung oleh sikapmu itu!
Justru aku ingin melihat, berapa tinggikah kepandaian yang
dimiliki manusia yang bernama Mahesa Rama itu...!"
Disebut kembali namanya itu, Rama seperti teringat
sesuatu, maka dia telah berkata; ”Dan, darimana engkau
mengetahui bahwa aku ini adalah Mahesa Rama... Bukankah
kita belum pernah saling nerkenalan ?"
Ditanggapi begitu, pemuda yang mengaku bernama
Lembukuring itu jadi berobah mukanya, tapi hanya sejenak
saja dia gelagapan karena tak lama kemudian dia telah
berkata dengan muka yang bengis sekali : „Dalam hal ini, aku
tak mau banyak bicara lagi dengan kau, manusia yang tidak
mengenal terima kasih! Maka aku ingin menghajarmu !"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dan membarengi dengan perkataan itu, dengan cepat
sekali tampak Lembukuring telah melancarkan serangan
dengan tangan kanannya.
Rama jadi mendongkol, karena pemuda itu tahu-tahu telah
menyerang dirinya, padahal mereka tak pernah saling
berkenalan.
Dan juga yang membuat Rama jadi mendongkol bukan
main, karena dia lihat cara menyerang Lembakuring itu
dahsyat sekali, mengandung hawa kematian, membuktikan
tangan pemuda ini sangat telengas dan jahat sekali.
Rama tertawa mengejek, waktu serangan Lembukuring
hampir tiba dia telah mengeluarkan kata-kata ejekan
”Hemm, kelihatannya engkau betul-betul minta dihajar!" dan
setelah berkata begitu, dengan cepat sekali tampak Rama
telah menangkis serangan yang dilancarkan oleh pemuda itu.
Lembukuring tidak menyangka bahwa Rama dapat
melakukan penangkisan dengan gerakan begitu cepat. Dia
jadi berseru panjang dan kemudian disaat tubuhnya berputar,
Lembukuring telah melancarkan serangan lagi.
Gerakan yang dilakukan oleh Lembukuring itu sangat aneh
sekalL
Jika seseorang melancarkan serangan dengan telapak
tangan lurus kedepan kearah sasarannya, tetapi justru
Lembukuring telah melancarkan serangannya itu dengan
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
gerakan tangan yang berliku-liku. sehingga sulit sekali diterka
apakah dia menyerang kearah kanan atau kearah kiri.
Tetapi Rama tidak menjadi gugup, dia telah menggerakkan
kedua tangannya, mengeluarkan ajian "Rewe-rewe-dam", dari
kedua telapak tangannya itu telah meluncur keluar angin
serangan yang kuat luar biasa.
Lembukuring jadi terkejut juga, dia sampai mengeluarkan
seruan pujian : „Bagus !" dan cepat-cepat dia telah menangkis
dengan kedua tangan yang disilangkan, dan mengerah kan
ajian dikedua tangannya tersebut.
Tetapi tubuhnya masih tergoncang waktu tenaga serangan
Rama tiba, dia seperti akan terlontar.
Untung saja Lembukuring memang memiliki ajian yang
cukup hebat, maka dia masih bisa mempertahankan diri tidak
sampai terguling rubuh.
Disaat itu, dengan cepat sekali Rama telah mengeluarkan
suara bentakan lagi. Kembali dia mendesak Lembukuring
dengan dahsyat.
Tetapi Lembukuring juga bersiap-siap. Dia meloncat sejauh
tiga meter kebelakang, gerakannya itu cepat sekali. Maka
dalam waktu yang singkat, dia telah terpisah cukup jauh dari
Rama.
Tetapi Rama tidak mau melepaskan lawannya itu, dia
membentak : ”Mau kemana kau !"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dan membarengi dengan suara bentakannya itu, tubuh
Rama telah melompat tinggi sekali ketengah udara, dia telah
melancarkan serangan dengan mempergunakan tangan
kanannya, dan tangan kirinya digerakkan menyusul dengan
cepat sekali.
Dalam keadaan yang seperti itu, telah membuat
Lembukuring terpaksa harus menangkisnya.
Tangkisan yang dilakukan Lembukuring juga cukup hebat,
karena serangan dari Rama dapat dihalaunya walaupun tubuh
Lembu kuring bergoyang-goyang, tetapi dia tidak sampai jatuh
rubuh.
Selama itu, kelihatan Lembukuring dapat menghalau
serangan-serangan Rama dengan gerakan-gerakan yang
cukup cepat, maka dari itu, hal ini disamping membuat Rama
jadi heran, juga dia penasaran bukan main sehingga Rama
jadi berpikir ”Entah pemuda ini murid siapa.... dia kelihatannya
memiliki kepandaian yang tidak lemah ! Dan dia juga
mengenali diriku, mengetahui namaku entah siapa dia! Aku
harus berhati hati menghadapi nya....!"
Setelah berpikir begitu, Rama telah memperhebat
serangannya.
Lembukuring jadi kaget bukan main, dia telah berteriak
dengan suara yang sangat bengis : „Terimalah ini !" tahu-tahu
Lembukuring telah merubah cara bertempurnya, tangannya itu
telah bergerak-gerak dengan aneh sekali.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tetapi Rama merasakan, angin serangan yang menyambar
dirinya perlahan sekali, ten tu saja membuat Rama jadi heran.
Baru saja dia ingin melakukan serangan berikutnya lagi, disaat
itulah baru menyusul angin serangan yang dahsyat menerjang
dirinya.
Tentu saja Rama jadi terkejut !"
Itulah semacam ilmu yang sangat luar biasa yang
dipergunakan oleh Lembukuring karena dia melancarkan
serangan pertama dengan gelombang tenaga yang lemah,
sehingga lawan tidak menduga, bahwa serangannya itu
merupakan serangan yang sangat hebat. Dan menyusul
gelombang kedua dari serangannya itu merupakan tenaga
terjangan yang sangat kuat sekali.
Rama sendiri hampir saja dapat tertipu oleh serangan
seperti itu.
Untung saja dalam keadaan seperti itu, Rama dapat
bergerak gesit sekali.
Gerakan yang dilakukan oleh Rama telah membuat gagal
serangan yang dilancarkan oleh Lembukuring.
Disaat itu dengan cepat sekali, kelihatan Lembukuring telah
mengeluarkan suara seruan tertahan. Dia telah melompat
mundur dan berusaha memutar tubuhnya untuk melarikan diri.
Tetapi Rama kembali melancarkan serang an susulan lag
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tenaga serangan itu telah menyambar kearah
punggungnya dan memaksa Lembukuring harus membalikkan
tubuhnya dan menangkis.
„Bukkkk'" kuat bukan main tenaga itu saling bentur.
Tubuh Lembukuring kali ini tidak bisa di pertahankan berdiri
ditempatnya, sebab tubuh Lembukuring telah terhuyung
bahkan kemudian terpental dua meter jauhnya, terdorong oleh
kekuatan tenaga serangan Rama
”Hemm, engkau ingin lari kemana ?" bentak Rama dengan
suara yang bengis sekali. Dia melompat dan mengayunkan
tangannya bertubi-tubi.
Rama tidak mau lawannya itu melarikan karena dia ingin
mengorek keterangan dari mulutnya.
Tetapi Lembukuring yanp melihat kesempatan untuk
melarikan dirinya telah tertutup dia jadi membatalkan
maksudnya untuk kabur. Lalu dia mengerahkan seluruh
kekuatan dan ajian-ajiannya untuk mengadakan perlawanan
dengan gigih.
Setiap serangan dari Rama disambutinya dengin seluruh
kekuatan yang ada.
Walaupun memang agak berat baginya untuk menghadapi
terus menerus serangan yang dilancarkan Rama, namun tetap
saja dia harus menghadapinya.
Tiba-tiba Rama telah mengeluarkan suatu bentakan yang
sangat keras sekali :
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
„Sekarang tibalah giliranmu untuk buka mulut!"
Selesai berkata, Rama meloncat keiepan Lembukuring,
yang saat itu telah letih bukan main dan gerakannya agak
lambat. Rama mengulurkan tangan kanannya akan
mencengkeram muka lawannya.
Lembukuring kaget sekali, dia telah melangkah mundur
untuk menghindarkan diri diri serangan itu.
Tetapi Rama meneruskan tangannya mencekal
pergelangan tangan Lembukuring.
Tanpa ampun lagi, lemaslah seluruh tubuh Lembukuring,
sebab Rama berhasil mencekal nadi dipergelangan tangan
lawannya.
Dalam keadaan seperti ini, Lembukuring jadi mengeluh
dengan sendirinya.
Rupanya serangan Rama tadi yang menuju kemukanya itu,
hanyalah merupakan serangan gertakan belaka, dan disaat
lawannya itu berkelit mengelakkan diri, justru dia telah
mencekal pergelangan tangan Lembukuring, sehiagga
terpijitlah jalan darah besarnya dan tubuh Lembukuring jadi
lemas tidak bertenaga lagi.
Kemudian Rama telah membentak :
„Cepat bilang terus terang, kau diperintahkan oleh siapa
untuk menguntit aku? Dan siapa yang telah perintahkan kau.
agar engkau mencari urusan denganku !?"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Lembukuring berdiam diri dergan mata yang mendelik
mengawasi Rama.
„Jika engkau benar-benar mau membunuh ku, bunuhlah!”
Katanya kemudian dengan sikap yang menantang sekali.
Tentu saja Rama jadi terkejut sekali mendengar kata-kata
Lembukuring itu. Dia melihat orang ini, yang telah menjadi
tawanannya sama sekali tidak mengenal takut. Dia jadi heran
sekali.
„Siapa engkau sebenarnya?" tanya Rama kemudian
dengan suara tidak segarang tadi.
„Bukankah tadi telah kujelaskan, bahwa aku Lembukuring
bermaksud akan mengikat tali persahabatan denganmu "
tanya Lembukuring dsngan suara penasaran.
Rama jadi berpikir sejenak, disaat itu bertujuan
membebaskan tawanannya itu. Tetapi seketika berkelebat
serupa ingatan, yaitu masalah namanya. Karena Lembukuring
telah mengenali dia sebagai Mahesa Rama, tentunya ada
seseorang yang telah memberitahukannya, dan tentunya
dibelakang Lembukuring ini ada orang lainnya, yang
mengendalikan sipemuda.
Maka dari itu, Rama tak jadi membebaskan Lembukuring,
yang pergelangan tangannya tetap dicekal.
Dia telah berkata dengan suara yang dingin : „Jika engkau
tak mau mengatakan siapa yang memberikan perintah
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kepadamu untuk mencari urusan denganku, maka aku akan
merusak mukamu!”
Lembukuring tertawa dingin
,,Hemm, engkau ingin merusakkan mukaku?" tanyanya
dengan suara dingin, dia sangat berani sekali. „Bagus!
Bagus ! Asal engkau berani saja melakukannya! Tetapi
ketahuilah bahwa engkaupun tidak akan dapat meloloskan diri
masih dalam keadaan hidup dari kampung ini...!"
„Mengapa begitu ?" tanya Rama dengan cepat.
„Aku tak perlu banyak bicara dengan engkau !" kata
Lembukuring kemudian.
„Hemm, tampaknya engkau merupakan seorang manusia
yang jahat lagi berkeras kepala ! Baiklah, seperti yang tadi
telah kukatakan, jika betul kau tak mau bicara, biarlah aku
akan memaksa dengan merusak mukamu!" dan setelah
berkata begitu tangan kiri Rama telah mencabut kerisnya, dia
telah mengacungkan kemuka Lembuku'ring. Sedangkan
tangan kanan Rama tetap mencekal keras-keras pergelangan
tangan Lembukuring.
„Cepat katakan, siapa yaag telah memberikan perintah
kamu untuk mencari urusan denganku?" bentak Rama dengan
notanya mendelik'
„Cissss !" Lembukuting telah membuang ludah ketanah,
sikapnya sombong sekali. ,,Jangan coba-coba menggertak
aku, sepatahpun juga aku tak akan memberikan keterangan !"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tentu saja Rama jadi mendongkol.
„Baik, rupanya engkau menganggap bahwa aku ini tidak
bisa memaksamu !"
Dan setelah berkata begitu, dengan cepat Rama telab
menggerakkan keris ditangan kirinya itu.
„Bressss, cesss....”! cepat sekali mata keris itu telah
menggores muka Lembukuring.
Hati Lembukuring jadi dingin, dan terkejut sekali, karena dia
tidak menyangka bahwa Rama akan membuktikan
ancamannya itu. Ia jadi mengeluarkan jerit kesakitan, karena
dia memang tidak menyangka akan menerima siksaan yang
bisa merusak mukanya yang tampan itu
,,Kau... kau. !' katanya dengan suara yang tergagap,
sedangkan darah telah mengucur dari pipinva yang tergores
mata keris itu
Disaat itu. Rama telah berkata lagi:
„Engkau betul-betul berkepala batu....!" dan setelah berkata
begitu, dia telah menggerakkan lagi kerisnya itu, dan
„Cessss...!" mata keris,itu telah menggores kembali wajah
Lembukuring, goresan itu sangat panjang.
Kembali Lembukuring telah mengeluarkan suara jerit
kesakitan bercampur ketakutan.
Lembukuring baru tahu bahwa Rami bukan hanya sekedar
menggertak belaka, karena dia benar-benar akan
membuktikan ancamannya itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Rama telah membentak lagi: „Cepat katakan, siapa yang
telah memberikan perintah kepadamu untuk mencari urusan
denganku?!"
Dan sambil membentak begitu, matanya menatap dengan
bengis.
Kali ini hati Lembukuring jadi ciut, dia menyadari, jika dia
berkeras kepala terus menurus, berarti mukanya akan tambah
beberapa goresan lagi.
Dalam keadaan seperti itu, kelihatan Rama telah
membentak sambil mengangkat kerisnya.
„Jika kali ini kau tetap tidak mau membuka mulut
memberikan keterangan, aku bukan hanya menggores satu
kali saja, tetapi aku akan menggores puluhan kali, mencacah
mukamu itu agar menjadi rusak benar-benar, menjadi
hancur.... dan tidak berbentuk sebagai muka manusia....!"
Hati Lembukuring jadi tambah ciut, maka cepat-cepat dia
telah berkata: „Baik ! Baik ! Aku akan bicara! Lepaskan dulu
tangan mu !"
„Heran," mendengus Rama dengan suara yang dingin.
„Mengapa bicara saja harus di lepaskan dulu cekalanku ini ?"
tanya Rama dengan mengejek.
Lembukuring menghela napas, kemudian katanya :
„Orang ... orang yang memberikan perinlah kepadaku
adalah.... adalah..."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tetapi berkata sampai disitu. dia ragu-ragu lagi dia berdiam
sejenak.
„Cepat katakan, siapa orang itu!' tanya Rama dengan suara
yang bengis
„Dia. . dia bernama Suragala...!" akhirnya Lembukuring
berhasil memberikan keterangannya.
Rama telah tertawa mengejek.
„Hemm, kiranya dia !" katanya kemudian, ,,Dimana
sekarang ini berada ?"
”Ada .. ada dimarkas pememerintah.... dengan pasukannya
yang berjumlah hampir lima ratus orang, semuanya psagawal
pribadi Susuhunan yang memiliki kepandaian sangat tinggi... !"
Tetapi mengapa Suragala setelah memiliki bala bantuan
yang begitu banyak, dia justru telah memperalat dirimu
seorang, untuk mencari urusan denganku?"
Lembukuring menghela napas panjang lagi, lalu katanya :
„Sesungguhnya, aku diperintahkan oleh Suragala untuk
mengikat tali persahabatan denganmu, agar kau menaruh
kepercayaan kepadaku, dan setelah itu mengajak kau minumminum
tuak sampai mabuk Dan aku juga diharuskan
meminum tuak juga. agar mabuk bersama. Selanjutnya,
urusanmu itu akan diselesaikan oleh Suragala. !"
„Manusia rendah !" mendesis Rama, dia mendongkol bukan
main. Dan karena terlalu mendongkol, tampak Rama
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
menggerakkan keris ditangan kirinya, dia telah menggerakkan
akan menggores muka Lembukuring lagi.
„Jangan...!" kata Lembukuring ketakutan. ”Ampunilah aku..
!" sesungguhnya antara aku dan Suragala tak ada hubungan
apa-apa dia hanya memberikan aku upah seratus real untuk
menjalankan siasatnva itu...ampunilah aku!”
Muka Rama tampak bengis menatap kepada Lembukuring,
tapi akhirnya setelah ia berpikir-pikir sejenak, dia berkata :
„Baiklah !" Tapi sekarang kau bawa aku ketempat berdiamnya
Suragala, nanti kau setelah menunjukkan tempat
kediamannya itu, engkau akan kubebaskan ...engkau boleh
pergi jauh-jauh dan tak usah bertemu dengan Suragala lagi...”
Lembukuring tampak ragu-rngu, dan akhirnya mengangguk
juga.
„Baiklah "
Rama tidak melepaskan cekalan tangannya itu, dia terus
juga mencekal pergelangan tangan Lembukuring, dan dia
telah diajak kesebuah tempat oleh Lembukuring.
oooOooo
TERNYATA tempat berdiamnya Suragala disebuah gedung
yang besar dan mewah yang merupakan gedung yang terangbenderang
oleh lammpu-lampu ceplok yang menyala disekitar
gedung itu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Saat itu. Lembukuring menunjuk gedung itu dan berkata ”
Surangala dan kawan kawannya ada didalam gedung ini, dan
lepaskanlah aku. aku mau pergi meninggalkan tempat ini”
”Turggu dulu... pergilah kau menggetok pintu gedung itu
berikan laporan padanya bahwa kau telah berhasil mengikat
tali persahabatan denganku ”
Lembukuring jadi ragu-ragu, dia tertegun sejenak, tetapi
kemudian dia telah berkata: „Baiklah, tetapi engkau jangan
memperlihatkan diri...!"
Rama mengangguk saja.
Lembukuring telah berjalan cepat menuju kepintu gedung,
karena pergelangan tangan nya sudah tidak dicekal oleh
Rama lagi.
Disaat itu, Rama telah mengawasi dari jarak yang cukup
jauh.
Lembukuring telah mengetuk pintu gedung itu, yang segera
terbuka.
Kelihatan seseorang bercakap-cakap dengan Lembukuring,
dan Rama melihat Lembukuring telah menggeiengkan
kepalanya beberapa kali.
Rupanya Lembukuring telah dipersilahkan masuk oleh
orang itu, tetapi Lembukuring telah menolaknya.
Tidak lama kemudian, dari dalam gedung itu telah muncul
beberapa orang.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Yang berjalan didepan dari rombongan orang itu, segera
dikenal oleh Rama sebagai Suragala.
Dengan ringan, Rama telah melompat mendekati pintu
gedung itu, sambil disertai dengan teriakannya yang sangat
nyaring sekali : „Suragala aku tak menduga kita akan bertemu
disini lagi!"
Suragala yang baru keluar diiringi beberapa orang
pengawalnya, jadi terkejut, dia telah rnemandang dengan
tatapan mata yang sangat tajam
„Ohhh, engkau rupanya telah mengetahui tempatku ini heh
?" katanya dengan suara yang dingin, dia tak memperlihatkan
perasaan takut sedikitpun. „Rupanya Lembukuring yang telah
mengajak engkau kemari ?"
Muka Lembukuring jadi berobah pucat, 1ia menundukkan
kepalanya tanpa berkata apa-apa.
Saat itu, Rama lelah tertawa bergelak-gelak dan berkata :
„Memang aku tengah mencarimu juga Manusia seperti
engkau, jang jahat dan dengki, sangat membahayakan
masyarakat !" katanya.
Suragala telah tertawa keras sekali-sampai tubuhnya
tergoncang.
Kali ini pengawal Suragala melakukan penyerangan
dengan hati-hati dan penuh perhitungan, dia telah
melancarkan serangan-serangannya itu kebagian-bagian yang
berbahaya ditubuh Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Rama kali ini agak sibuk juga, karena senjata lawanlawannya
itu meluucur kearah dirinya dengan terjangan yang
serentak.
Rama mengeluarkan siulan, dia bergerak dengan lincah
sekali, melompat kesana kemari, melancarkan seranganserangan
dengan kerisnya.
Setiap serangan yang dilancarkan oleh Rama selalu
mengenai sasarannya, karena setiap tusukan kerisnya itu
mengandung kekuatan tenaga yang sangat dahsyat.
Jilid 10
DI SAAT itu terdengar suara rama! oleh jeritan dan teriak
kesakitan dari beberapa orang yang mengepungnya.
Sedangkan Rama telah mempercepat gerakannya.
Diantara berkesiuran tenaga serangan telapak tangan Rama
dan kerisnya itu, maka pengawal Suragala tidak ada yang
berani mendesak terlalu dekat.
Suragala yang melihat ini jadi mendongkol bukan main dia
telah menoleh kepada Lembukuring.
”Lembukuring...." panggilnya dengan suara yang bengis
sekali.
„Ya..." menyahuti Lembukuring ketakutan. ”Sinuhun... ada
perintah apakah ?"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
„Engkau telah berkhianat, engkau tidak berhasil
menjalankan tugas yang diberikan kepadamu, dan justru
engkau yang mengajak dia kemari...! itulah suatu perbuatan
yang benar-benar bersalah dan harus menerima hukuman ... !
Maka dari itu, jika engkau ingin menebus dosa, pergi kau
tangkap dia, bantu beberapa orangku itu membekuk
pemberontak yang tidak tahu diuntung itu".
Lembukuring memang memiliki kepandaian yang tinggi,
maka dari itu, dengan cepat sekali dia mengiyakan. Walaupun
tadi dia telah dirubuhkan oleh Rama, itu hanya disebabkan dia
berseorang diri.
Tetapi sekarang, dengan mengandalkan jumlah yang
panyak, Lembukuring yakin bahwa dia bisa merubuhkan
Rama. Belum lagi kalau nanti Suragala turun tangan sendiri,
tentu Rama tidak akan lolos dari tempat ini.
Dengan cepat Lembukuring telah melompat ketengah
gelanggang, dia jiuga berteriak dengan suara yang keras :
„Pemberontak, tadi kau teiah melukai dua kali kulit mukaku,
maka kini aku akan menghancurkan mukamu ...i"
Selesai berkata, dengan cepat sekali Lembukuring telah
melancarkan serangan yang bertubi-tubi, gerakkan yang
dilakukannya itu disertai oleh ajiannya yang mandra-guna.
Maka tak mengherankan, dalam sekejap mata Rama telah
sibuk menghindarkan diri dari serangan-serangan yang
dilancarkan Lembukuring dan juga anak buah Suragala.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tampak jelas sekali Lembukuring telah memusatkan
seluruh kekuatannya, karena dia memang ingin mengambil
jasa, dengan demikian kesalahannya mengajak Rama
ketempat ini dapat diampuni oleh Suragala.
Seluruh ajian yang dimilikinya telah di keluarkaanya,
bersama-sama dengan semua anak buah Suragala, dia telah
melancarkan serangan yang bertubi-tubi.
Maka dari itu, diantara berkesiutan angin serangan lawanlawannya
Rama juga telah menggerakkan kerisnya berulang
kali, menghalau pengepungnya. Tangan kirinya dipakai
menghadapi serangan yang dilancarkan Lembukuring
Dengan cepat pertempuran yang kalut itu telah
berlangsung ramai sekali.
Lembukuring tadi memang berimbang bertanding dengan
Rama, dia hanya kalah tenaga.
Sekarang dia dibantu oleh belasan orang anak buah
Suragala, dengan sendirinya dia bisa melancarkan seranganserangan
yang jauh lebih gencar kepada Rama.
Setiap gerakan yang dilakukan oleh Lembukuring telah
meluncur menderu-deru mengincer bagian-bagian yang
berbahaya ditubuh Rama.
Dan Rama merasakan, betapapun juga bahwa tenaga yang
dimilikinya terbatas sekali, kalau dia bertempur terus menerus
dengan cara demikian dan kelak menghadapi Suraga la, tentu
dirinya akan menderita kerugian yang besar.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dengan cepat Rama telah merobah cara bertempurnya, dia
mengeluarkan suara teriakan-teriakan yang sangat kuat dan
keras sekali, lalu keris ditangannya telah diputarnya dengan
cepat. Saat itu tengah menyambar he berapa senjata tajam
dari lawan-lawannya, maka terdengar suara 'trranggg !
Trranggg !' beberapa kali, kemudian menyusul dengan
serangan tangan kosong dari tangan kiri Rama yang
berkesiuran kuat sekali, mendesak kearah Lembukuring.
Lembukuring sebetulnya tengah mendesak dengan hebat
sekali, dia melancarkan serangan yang bertubi-tubi, tetapi atas
serangan yang dilancarkan oleh Rama, terpaksa, dia harus
melompat mundur menyingkirkan diri karena serangan yang
dilancarkan oleh Rama mengandung kekuatan yang dahsyat.
„Manusia pengecut !" mendesis Suragala waktu melihat
Lembukuring tidak berani menyambuti serangan Rama. Dan
dengan sengit serta diliputi kemarahan yang meluap luap,
Suragala sendiri yang melompat maju, dia telah melancarkan
serangan dengan tangan ki rinya kearah pinggang Rama.
Serangan yang dilancarkan Suragala cukup kuat, karena
dia juga telah memperhitungkannya masak-masak.
Dalam keadaan seperti itu, Rama memang didesak diri
berbagai jurusan, karena Lembukuring juga ikut melancarkan
serangan lagi.
Gerakkan dilakukan oleh Lembukuring juga bukannya
serangan yang ringan, dia merupakan seorang kesatria yang
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
cukup memiliki nama dalam persilatan, dan kepandaiannya
hampir berimbang dengan ajian-ajian yang dimiliki Suragala.
Maka diserang dengan cara demikian, Rama agak sibuk
juga. Disamping dia harus menghadapi belasan senjata tajam
dari orang-orangnya Suragala.
Serangan yang dilancarkan Rama umumnya dapat
dielakkan Lembukuring dan Suragala, hanya anak buah
Suragala yang sering terkena serangan, jika tidak binasa tentu
terluka berat.
Maka dari itu, semakin lama jumlah anak buah Suragala
yang melakukan pengeroyokan semakin berkurang.
Suragala jadi semakin gusar dengan sengit dia telah
melancarkan serangan yang bertubi-tubi.
Sejak kekalahannya ditangan Seruling Pencabut Nyawa
Ageng Sari, Suragala telah melatih diri terus menerus dengan
giat, sehing ga ajiannya jauh lebih sempurna. Maka Rama
telah terdesak terus menerus.
Akhirnya Rama menjadi marah dan gusar, dia telah
menggerakkan tangan kirinya. mengeluarkan ajian " Rewerewe-
dam" nya. dan angin berkesiuran keras dari telapak ta
agan kirinya.
Hebat sekali cara menyerang yang dilancarkan oleh Rama,
karena telapak tangan kirinya itu telah mengeluarkan tenaga
yang bisa mematikan.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Baik Suragala maupun Lembukuring, tidak berani berlaku
lambat, mereka telah cepat-cepat mengeluarkan seruan
sambil memutar tubuh mereka, dan keduanya telah men?
geser kedudukan kakinya untuk meloloskan diri dari seranganserangan
yang diiuncarkan Rama..
Dalam detik-detik yang menentukan pada pertempuran
ketiga orang itu, dari dalam gedung telah muncul beberapa
orang.
Mereka merupakan lelaki yang bertubuh tegap dan
umumnya telah berusia lanjut. Jumlah mereka tiga orang.
Diantara ketiga orang itu, hanya seorang saja yang berusia
lanjut dan telah putih rambutnya, mungkin usianya telah tujuh
puluh tahun, sedangkan yang dua lainnya berusia diantara
lima puluh tahun.
Ketiga orang yang baru muncul ini telah menyaksikan
jalannya pertempuran dengan berdiam diri!
Tetapi Rama yang sempat melirik dan melihat ketiga orang
itu, jadi tergoncacg hatinya.
Rama melihat mata ketiga orang itu memancarkan sinarnya
yang sangat tajam sekali hal itu telah membuktikan bahwa
orang tersebut memilik kekuatan tenaga ajian yang sangat
hebat
Sehingga Rama jadi berpikir juga.
Kalau sampai ketiga orang itu ikut terjun kedalam
gelanggang da melancarkan serangan-serangan kepadanya,
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dengan sendiri nya tentu akan membuat dirinya menjadi
terjepit.
,,Suragala !" terdengar suara lelaki berusia lanjut dari ketiga
orang itu, telah berseru dengan suara yang nyaring sekali,
karena disertai ajian, sehingga suaranya menusuk telinga.
„Engkau harus dapat merubuhkan pemuda itu, kalau tidak,
aku yang akan menghukummu !"
Tentu saja Suragala terkejut, cepat-cepat dia telah
menyahuti „Baik guru... aku tentu tidak akan membuatmu
malu....!"
Mendengar ini, percakapan antara murid dan guru. hati
Rama jadi tergoncang lagi.
Dia segera berpikir, sebagai guru dari Suragala, tentunya
lelaki tua itu memiliki kepandaian yang jauh lebih tinggi dari
Suragala.
Inilah berbahaya sekali, kalau Sampai ketiga orang itu turun
tangan, tentunya akan mempersulit dirinya sendiri
Rama telah mengempos semangat dan tenaganya, dia
berusaha untuk merubuhkan ketiga lawannya, karena harus
dapat menyelesaikan pertempuran ini dengan cepat.
Kalau sampai pertempuran ini berlarut-larut dan
menyebabkan tenaganya terkuras semuanya, bukankah nanti
dengan mudah dia dapat dicelakai oleh guru Suragala itu ?
Berpikir begitu, Rama jadi bertekad untuk melancarkan
serangan-serangan yang lebih dahsyat lagi.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam keadaan demikian, keris ditangan kanannya itu
menabas menyilang kearah Suragala dan Lembukuring,
dengan sekaligus menyerang serentak kedua lawannya.
Dan disaat kedua lawannya itu memiring dan tubuh
menggeser kedudukan kaki mereka maka Rama telah
menyerang dengan telapak tangan kirinya.
Gerakkan yang dilakukan oleh Rama sangat cepat sekali.
„Hati-hati Suragala !" berseru guru Suragala memberikan
peringatan.
Tetapi terlambat
Dengan mengeluarkan suara teriakan yang irenyayatkan
hati, tampak tubuh Suragala dan Lembukuring telah terpental
oleh serangan dan terjangan kekuatan tenaga ajian dari
telapak, tangan kiri Rama.
Disaat itu, tubuh Suragala telah terbanting diatas tanah
dengan keras, begitu juga dengan Lembukuring. Tetapi
mereka dapat berdiri dengan cepat. Mereka tidak terluka
parah, hanya merasakan dada mereka agak sakit.
Baru saja mereka ingin merangsek maju lagi melakukan
penyerangan kepada Rama, disaat itu guru Suragala telah
melompat ketengah gelanggang sambil berseru : „Kalian
mundur .'!"
Dan guru Suragala ini telah menghadapi sendiri Rama, dia
berdiri berhadap-hadapan dengan Rama. Sinar matanya
sangat tajam sekali.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
„Siapa namamu anak muda ? Dan siapa gurumu?" tanya
guru Suragala.
„Aku Mahesa Rama..,.! “ menyahuti Rana dengun suara
yang dingin, dan kesempatan seperti itu telah dipergunakan
Rama untuk mengatur jalan pernapasannya. ”Mengenai
guruku, tidak perlu kalian mengetahui”
”Hemm..." mendengus guru Suragala dengan suara yang
dingin mengandung ejekan., ”Jika demikian, rupanya engkau
ini yang telah membinasakan Eyang Bado ?"
”Tidak salah ! Tepat sekali “ menyahuti Rama dengan
berani.
Dan guru Suragala telah tertawa bergelak-gelak dengan
suara yang keras sekali, tubuhnya sampai tergoncang.
”Semula aku menduga pembunuh Eyang Bado itu seorang
yang luar biasa, tidak tahunya seekor anak monyet seperti kau
ini.....”katanya kemudian. ”...Ketahuilah, aku mungkin
termasuk salah seorang yang tengah kau cari ! Aku Toron,
Eyang Toron yang tentunya termasuk sebagai salah seorang
yang tengah engkau cari bukan "
Tentu saja Rama jadi terkejut, karena nama Toron terdaftar
sebagai salah seorang yang harus dibinasakannya. Maka dia
telah mengeluarkan suara bentakan yang bengis
“Bagus! Rupanya engkau berada disini. Dengan demikian
aku tidak perlu susah lagi menyelidiki jejakmu !!'' kata Rama
kemudian
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dan sambil berkata begitu, Rama telah menggerakkan
keris ditangan kanannya melancarkan serangan yang sangat
kuat.
Tetapi biarpun mata keris menyentuh tubuh Eyang Toron
yang tidak berusaha berkelit, tetapi kenyataannya Eyang
Toron tidak terluka.
Hal ini membuat Rama jadi terkejut.
,,Apakah manusia jahat ini memiliki ajian kebal?" berpikir
Rama kemudian.
Dan dengan penasaran sekali berulang kali dia telah
melancarkan serangan lagi dengan gerakan-gerakan yang
sangat cepat.
Pada detik itu, Eyang Toron telah mengeluarkan suara
tertawa bergelak yang sangat leras sekali, suara tertawa yang
membuat tubuhnya tergoncang keras.
Dan tampak Eyang Toron telah meluncurkan tangan
kirinya, dia bermaksud akan mencengkeram bahu Rama, dan
juga tangan kanannya telah diluncurkan akan menghantam.
Sekaligus Eyang Toron telah melancarkan dua serangan, dia
juga melancarkan serangannya itu dengan mengambil dua
jurusan.
Rama jadi terkejut, disaat itu dia tengah menerjang maju,
dan dia telah diserang begitu rupa sehingga dia tidak bisa
menarik pulang tenaga serangannya, disamping itu juga
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
tubuhnya tengah menerjang, maka keseimbangan badannya
agak terganggu.
Tetapi sebagai seorang pemuda yang telah memperoleh
gemblengan yang keras dari beberapa tokoh persilatan, maka
Rama tidak menjadi bingung atau gugup, dia telah
menggerakkan tangan kirinya untuk menangkis dan
membarengi dengan itu, dia juga telah menggunakan kerisnya
yang tercekal ditangan kanannya menabas kemuka Eyang
Toron.
Gerakan yang dilakukan oleh Rama sesungguhnya biasa
saja, tetapi disebabkan jarak mereka berdua terlalu dekat,
telah membuat Eyang Toron menjadi gugup dan cepat-cepat
menarik pulang serangannya untuk mengelakkan diri dari
serangan yang dilancarkan Rama, dan berbareng ia
melancarkan serangan balasan kediri Rama.
Maka dari itu, kedua orang ini jadi terlibat didalam suatu
pertempuran yang dahsyat sekali.
Rama benar-benar merupakan seorang pemuda yang
tangguh sekali, dia berhasil memberikan perlawanan yang
gigih kepada Eyang Toron, dan juga dia merupakan pemuda
yang memiliki ajian yang sulit dicari duanya.
Sehingga diam-diam Eyang Toron telah berpikif :
„Sekarang saja dia telah memiliki ajian yang demikian hebat,
maka jika dia di biarkan hidup sampai lima tahun mendatang
tentu kepandaiannya itu akan bertambah hebat ! Inilah
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
berbahaya ! Sekarang saja aku tidak mudah merubuhkan dia,
terlebih lagi jika nanti berselang lima tahun lagi...!"
Karena berpikir begitu, maka Eyang Toron bertekad untuk
membinasakan Rama.
Dia merobah cara bertempurnya, sekaligus dia telah
mempergunakan bermacam-macam ajian yang digabung
menjadi satu sewaktu melakukan penyerangan.
Rama juga terkejut melihat kelakuan dari Eyang Toron
karena dilihat dari gerakannya itu, memang Eyang Toron
dengan mengerahkan seluruh ajiannya.
Dalam keadaan seperti itu, Rama juga tidak berani berlaku
ayal.
Diapun cepat-cepat merapal bermacam-macam ajiannya,
sehingga dia telah mengisi seluruh tubuhnya dengan
beberapa macam ajian-ajiannya yang mandraguna.
Dengan mengeluarkan suara erangan, keris ditangan
kanan Rama itu telah menggeletar keras sekali, karena
seluruh kekuatan ajiannya berkumpul disitu.
Eyang Toron yang telah selesai merapalkan ajiannya, tahutahu
tubuhnya bagaikan seekor burung elang, telah melompat
kete-ngah udara menerkam kediri Mahesa Rama.
Serangan yang dilakukan oleh Eyang Toron benar-benar
merupakan serangan yang dahsyat. Kalau mau
dipersamakan, kekuatan tenaga menyerangnya itu seperti
runtuhnya sebuah gunung.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Maka dari itu jangankan manusia sedangkan batu atau besi
yang terkena hantaman tenaga itu, akan hancur karenanya.
Dengan cepat sekali Rama telah mengeluarkan suara
erangan dan menggerakkan keris ditangannya.
Aneh sekali !
Dari ujung keris itu seperti memancarkan tenaga yang
sangat kuat, menahan dan membendung kekuatan tenaga
serangan Eyang Toron.
Dalam detik-detik seperti itu, Eyang Toron menambah
kikuatan tenaga menindihnya karena dia sangat penasaran
sekali.
Rama jadi mengeluh, karena dia merasakan dirinya seperti
ditindih oleh gandulan besi yang sangat berat.
Keringat telah membanjir keluar dari seluruh tubuh Rama,
napasnya memburu keras sekali, kepalanya seperti
mengeluarkan uap dan juga tubuhnya sering gemeletar.
Jika dilihat sepintas lalu saja, orang akan menduga, bahwa
Rama tidak lama lagi akan rubuh ditangan Eyang Toron.
Suragala dan juga Lembukuring juga telah tertawa
bergelak-gelak senang, karena mereka yakin Eyang Toron
akan dapat menghancurkan Rama.
Disaat seperti itu, tiba-tiba terdengar seseorang berkata
dengan suara yang perlahan, tetapi suara itu menusuk sekali
ketelinga : „Sungguh tak tahu malu, tua bangka sudah berusia
begitu lanjut masih ingin menghina yang muda...!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tentu saja semua yang mendengar suara itu jadi terkejut,
karena didengar dari dengung suara itu saja, membuktikan
bahwa tenaga ajian yang dimiliki orang yang berkata kata itu
sangat hebat sekali.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, justru disaat itu tampak
berkelebat sesosok tubuh dengan gerakkan yang sangat
ringan, dan dengan mengeluarkan seruan kaget, tampak
tubuh Eyang Toron telah terhuyung mundur.
Dalam hal ini, bukan saja telah membuktikan orang yang
memberikan pertolongan kepada Rama itu merupakan
seorang yang memiliki kepandaian sangat tinggi, juga ajiannya
telah sempurna sekali.
Dia berhasil menerobos masuk kedalam gelanggang
pertempuran yang disaat itu tengah dipenuhi oleh hawa racun
" Sajuto-Wiso", dari Eyang Toron, bahkan berhasil membuat
tubuh Eyang Toron terhuyung mundur.
Maka dari itu, semua mata memandang kearah orang itu.
Begitu juga Rama, dia telah mengawasi kearah penolongnya.
Rupanya penolong Rama itu seorang pria berusia lanjut
juga. Dia memiliki muka yang sabar dan lembut.
Eyang Toron juga telah melihat orang yang menolongi
Rama itu, dia telah berseru gusar. “Hemm kiranya engkau,
Empu Dayeng ? Bagus ! Bagus ! Engkaupun sekalian saja
mampus ditempat ini !"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dan setelah berkata begitu, dengan bengis sekali tampak
Eyang Toron telah melancarkan serangan dengan kedua
tangannya, tetap dia mempergunakan jurus "Sajuto-Wiso ",
jurus yang memang benar-benar hebat.
Jika tadi Empu Dayeng berhasil menoIongi Rama, karena
disaat itu Eyang Toron tengah mencurahkan seluruh
perhatiannya ke pada Rama, maka Empu Dayeng berhasil
memukul terhuyung.
Tetapi, sekarang justru Eyang Toron telah memusatkan
dan mencurahkan seluruh kekuatan dan tenaganya kepada
Empu Dayeng, membuat Empu Dayeng terkejut juga.
Diantara berkesiuran angin serangan yang kuat itu,
kelihatan Empu Dayeng tidak tinggal diam. Dia cepat-cepat
merapal ajian "Sedoso Kluwung" atau Sepuluh Pelangi,
tangan nya itu telah berputar- putar seperti memari carkan
cahaya pelangi yang mengelilingi tubuh lawannya.
Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Empu Dayeng tidak
kalah hebatnya dengan serangan-serangan yang dilancarkan
oleh Eyang Toron, karena tenaga serangan Empu Dayeng
berhasil menindih hawa beracun yang sangat hebat dan
Eyang Toron.
”Sedoso Kluwung” rupanya merupakan ajian yang benarbenar
sangat hebat, karena disaat itu angin serangan yang
dilancarkan oleh Empu Dayeng telah berhasil memaksa
Eyang Toron tidak berani terlalu mendesak dia..
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam keadaan seperti ini, kedua tokoh persilatan yang
masing-masing memang memiliki kepandaian yang luar biasa
itu telah saling bertempur.
Mereka saling mengeluarkan ajian-ajian andalan mereka.
Sedangkan Rama yang melompat ketepi, telah
beristirahat. Karena dia merasakan napasnya sangat
memburu dan jantungnya tergoncang keras sekali.
Cepat-cepat Rama mengatur pernapasannya dan dia
berhasil menemteramkan napasnya itu.
Disaat itu, kelihatan Rama juga bersiap-siap, jika memang
perasaan lelahnya telah mulai berkurang dia ingin menerjang
untuk menggempur Suragala dan lembukuring.
Dengan mengeluarkan suara bentakan-bentakan yang
bengis, Eyang Toron telah melancarkan serangan-serangan
yang gencar sekali.
Dia penasaran dan marah, karena disaat dia akan dapat
merubuhkan Rama, justru telah muncul Empu Dayeng,
membuat usahanya itu gagal.
Maka kemarahannya itu ditumpahkan ke pada Empu
Dayeng.
Gerak-gerik yang diperlihatkan Empu Dayeng memang
membuktikan, bahwa dia tidak takut terhadap seranganserangan
yang dilancarkan lawannya.
Suragala dan Lembukuring juga jadi kecewa dan marah.
Mereka kecewa karena Rama jadi lolos dari kematian,
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
padahal Rama tadi hampir dapat dirubuhkan oleh Eyang
Toron.
Maka Segera Suragala berkata kepada Lembukuring:
„Apakah kita harus menerjang dia lagi ”
Yang dimaksudkan "Dia" oleh Suragala adalah Rama
Lembukuring menyahuti : „Lebih baik kita lihat dulu apakah
Eyang Toron berhasil merubuhkan lawannya ... jika tidak,
tentu kita akan mengganggu perhatian Eyang Toron".
Saat itu, Eyang Toron telah mengeluarkan suara bentakan
yang bengis sekali.
Dia dalam keadaan murka, dia telah me lancarkan
serangan yang hebat dan bertubi-tubi.
Angin serangan itu menyambar-nyambar dengan kuat
sekali, angin serangan mana telah meluncur dengan dahsyat
sekali. Tidak mengherankan, jika dalam keadaan seperti itu
telah membuat Empu Dayeng agak terdesak juga.
Tetapi Empu Dayeng dengan cepat pula telah
mengeluarkan suasa bentakan yang dahsyat juga, dia telah
mengerahkan ajian-ajian nya. dia telah melancarkan
serangan-serangan yang sangat kuat sekali.
Dalam keadaan seperti itu, tampak jelas betapa Empu
Dayeng berhasil menindih kembali serangan-serangan yang
dilancarkan lawannya.
Dengan sendirinya, telah membuat Eyang Toron jadi
tambah gusar dan mendongkol saja.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dengan mengeluarkan suara bentakan, yang beruntun dan
bengis, dia teluh melancarkan serangan yang jauh lebih
bengis lagi
Saat itu Empu Dayeng telah berkata : „Kalau kau mau
selamat dan tetap hidup, lebih baik kembalilah kau kejalan
lurus dan benar, pekerjaan busukmu tinggallah !”
„Pemberontak yang harus mampus !" bentak Eyang Toron
dengan suara yang bengis sekali. „Apakah kau kira
kepandaianmu itu cukup untuk menghadapi diriku ? coba kau
hadapi seranganku ini....!"
Sambil mengeluarkan suara bentakan yang keras, kembali
Eyang Toron menyerang bertubi-tubi diri Empu Dayeng.
Empu Dayeng juga merubah cara bertempurnya, dia telah
menggerakkan sebagian besar tenaga sejatinya, lalu
menangkisnya.
„Plakkk !" dua macam ajian itu saling bentur dengan
dahsyat, dan tampak tubuh
Eyang Toron dan Empu Dayeng terhuyung-huyung mundur
bersama-sama....!
oooXooo
MAHESA RAMA yang telah cukup beristirahat lama
memandang kearah Suragala dan Lembukuring, dia melihat
kedua orang itu tengah memandang tertegun kearah
pertempuran yang sedang terjadi antara Eyang Toron dan
Empu Dayeng.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dengan cepat sekali Rama mengeluarkan suara bentakan
yang sangat nyaring, tahu-tahu tubuhnya telah melambung
ditengah udara.
Suragala dan Lembukuring jadi terkejut bukan main,
keduanya mengeluarkan seruan kaget dan cepat-cepat
melompat mundur, mereka telah berusaha memusatkan
seluruh kekuatan tenaganya, untuk menangkis serangan
Rama.
Tetapi karena disebabkan mereka menangkis dengan
cepat dan tergesa-gesa, maka tenaga tangkisan mereka
kurang begitu kuat.
Tidak heran tubuh kedua orang itu telah terhuyung akan
rubuh.
Rama tidak mau membuang-buang waktu lagi, dia telah
melompat dan melancarkan serangan pula dengan cepat.
Serangan yang dilancarkan oleh Rama kali ini jauh lebih
kuat dari serangan yang semula.
Tetapi Suragala dan Lembukuring juga bukannya manusiamanusia
lemah.
Mereka juga memiliki kepandaian dan ajian yang kuat. Jika
tadi mereka telah terhuyung akan rubuh seperti itu, karena
mereka rada dalam keadaan tidak bersiap sedia.
„Takkk ?" kuat bukan main serangan itu telah berhasil
ditangkis oleh Suragala dan Lembukuring.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tiba-tiba kedua kawan Eyang Toron melompat kearah
gelanggang pertempuran antara Empu Dayeng dan Eyang
Toron yang sedang bertanding.
Tentu saja Empu Dayeng jadi terkejut sekali, karena tenaga
serangan yang dilancarkan olen kedua orang kawan Eyang
Toron itu tidak ringan, karena mereka merupakan dua orang
yang berilmu tinggi, hampir berimbang dengan kepanJaian
Eyang Toron, karena mereka merupakan dua orang adik
seperguruan Eyang Toron.
Maka dengan cepat sekali Empu Dayeng yang dikepung
bertiga jadi terdesak hebat sekali.
Dalam keadaan seperti itu, tampak Eyang Toron telah
bertambah semangat bertempurnya.
Gerakkan-gerakkan yang dilakukan oleh Eyang Toron
memaksa Empu Dayeng main mundur, belum lagi serangan
dari kedua adik Eyang Toron itu, yang masing-masing
bernama Eyang Diwo dang Eyang Gemblo.
Serangan-serangan ketiga orang kakak ber Adik
seperguruan itu sungguh-sungguh menak Jubkan sekal i.
Disaat-saat seperti itu, kelihatan Empu Dayeng sudah
mengeluarkan seluruh tenaga sejatinya, dan berulang kali dia
berusaha menyerang agar terbuka kepungan-kepungan dari
ketiga lawannya itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam pertempuran seperti itu, jika memang Empu Dayeng
hanya melawan seorang lawan saja, tentu dia tidak akan
terdesak seperti itu.
Tetapi sekarang, karena dia dikeroyok tiga orang lawan
dengan sendirinya telah membuat Empu Dayeng jadi sibuk
sekali, sebab dia harus mengelakkan diri berulang kali.
Setiap serangan yang dilancarkan oleh Empu Dayeng tidak
memberikan hasil sama sekali.
Didalam keadaan yang benar-benar sangat genting bagi
keselamatan Empu Dayeng dia telah berpikir cepat, yaitu
untuk menggunakan ajian yang paling diandalkannya guna
pembelaan diri yang rapat, tanpa bermaksud melancarkan
serangan balasan,
Dengan ketat sekali dia melindungi tubuhnya, membuat
Eyang Toron bertiga tidak sanggup menerobos penjagaan
yang diadakan oleh Empu Dayeng.
Pertempuran itu jadi berlangsung tanpa perubahan
sedikitpun juga, dan dalam keadaan seperti itu, tampaklah
suatu peristiwa yang tidak terduga.
Karena disaat Empu Dajeng tengah melompat mundur,
Eyang Toron telah merubah cara menyerangnya lagi, dia telah
mengeluarkan suara bentakan dahsyat dan tangannya itu
telah meluncur dengan hebat sekali kediri Empu Dayeng.
Begitu juga Eyang Dewo dan Eyang Gemblo juga telah
melancarkan serangan yang bersama-sama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Didetik-detik seperti itu, Empu Dayeng juga tak mau tinggal
diam saja, dia telah meiancarkan serangan balasan, karena
dia berdiam diri saja, berarti dirinya akan menjadi korban dari
serangan itu.
Karena walaupun bagaimana Empu Dayeng tetap ingin
memberikan perlawanan.
Dalam keadaan yang benar-benar begitu genting, Empu
Dayeng masih dapat menangkis serangan Eyang Toron dan
Eyang Gemblo, tetapi serangan yang dilancarkan oleh Eyang
Dewo tidak berhasil dielakkannya.
Kelihatan tubuh Empu Dayeng terlemparkan dengan keras
dan cepat sekali. Dan berbareng dengan itu Eyang Toron juga
melayang untuk menyerangnya lagi.
Tetapi Empu Dayeng dengan cepat telah menangkis disaat
tubuhnya tengah meluncur turun dari udara.
Namun karena Empu Dayeng menangkis diwaktu tubuhnya
berada ditengah udara, maka pertahanannya lemah dan
mengakibatkan tubuhnya terpelanting ditanah.
Rama yang tengah bertempur dengan Suragala dan
Lembukuring jadi terkejut, sehingga dia merandek sejenak,
karena bermaksud akan memberikan, pertolongan jika Empu
Dayeng benar-benar mengalami ancaman dari Eyang Toron.
Tiba-tiba Empu Dayeng telah mengeluarkan suara
bentakan dan melancarkan serangan yang tidak terduga-duga
kearah Eyang Toron. Walaupun dia melancarkan serangan itu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dengan kekuatan yang tampaknya tidak kuat, tetapi
sesungguhnya Empu Dayeng telah mempergunakan seluruh
tenaga yang ada padanya.
Sedangkan Eyang Toron tak menyangka sama sekali
bahwa Empu Dayeng dalam keadaan terpelanting seperti itu
dapat bangkit kembali dengan cepat dan telah melancarkan
serangan yang cukup kuat.
Tetapi dalam keadaan kaget Eyang Toron tidak menjadi
gugup, dia telah mengeluarkan suara seruan nyaring, dan
telah menangkisnya dengan mempergunakan delapan bagian
tenaganya.
“Bukkk !" hebat sekali tenaga serangan itu saling bentur.
Dalam keadaan seperti itu. Eyang Toron jadi semakin
penasaran, karena walaupun dia telah dibantu oleh kedua
saudara seperguruannya itu, ternyata dia tidak berhasil
merubuhkan Empu Dayeng.
Maka Eyang Toron telah melancarkan serangan-serangan
yang semakin lama semakin hebat.
Empu Dayeng yang akan menangkis serangan, disaat itu
merasakan angin serangan yang dingin tajam, Dia berusaha
untukmengelakkan serangan itu, tapi gagal, dia terlambat
sedikit.
„Brettt... „ bajunya telah kena dicengkeram oleh jari-jari
tangan Eyang Toron.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Untung saja Empu Dayeng masih dapat mengelakk sedikit.
sehingga cengkeraman itu tidak kena tepat. hanya merobek
pakaiannya dan melukai bagian kulit dibahunya, sehingga
darah mengucur dari bahunya.
Melihat bahunya telah mengucurkan darah. Empu Dayeng
jadi kalap.
Dengan nekad dia telah mengeluarkan seluruh ajian-ajian
yang dimilikinya, gerakkan yang dilakukannya itu sangat cepat
dan kuat sekali.
„Wutt .. . Duukkk“ kali ini Empu Dayeng berhasil
menghantam tepat sekali dada Eyang Dewo, sehingga Eyang
Dewa telah terhuyung mundur kebelakang beberapa langkah,
dengan muka yang pucat, karena Eyang Dewo merasakan
betapa dadanya itu nyeri dan sakit luar biasa.
Eyang Dewo telah berusaha mengatur pernapasannya, tapi
serangan yang diterimanya tadi membuat dia terluka dalam.
Eyang Torori telah tertawa dingin
„Hmm, walaupun bagaimana kau tidak bisa meloloskan diri
”, selesai berkata, dengan cepat sekali dia telah
melancarkan serangan lagi.
Rama yang tengah melangsungkan pertempurannya
dengan Suragalag dan Lembukuring, jadi terkejut bukan main
melihat keadaan Empu Dayeng yang semakin lemah.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dia melihatnya waktu Empu Dayeng telah terguling rubuh
seperti tadi, diapun telah melihatnya Emppu Dayeng sudah tak
kuat lagi menghadapi serangan-serangan kedua lawannya.
Maka Rami termaksud melompat untuk memberikan
bantuan kepada Empu Dayeng.
Tetapi Suragala tidak mau melepaskannya, dengan gesit
sekali Suragala telah mengeluarkan suara bentakan keras dan
melancarkan serangan yang bertubi-tubi.
Gerakan yang dilakukan Suragala memak sa Rama harus
membatalkan maksudnya untuk memberikan bantuan kepada
Empu Dayeng, dan terpaksa dia melayani lagi seranganserangan
yang dilancarkan oleh Suragala.
Dengan cepat Lembukuring juga telah melompat
menerjang lagi, sehingga Rama jadi terlibat lagi dalam suatu
pertempuran yang seru.
Disaat itu, memang Empu Dayeng telah dalam keadaan
yang menguatirkan sekali.
Berulang kali Empu Dayeng selalu terkena seranganserangan
yang dilancarkan lawan lawannya itu. dan berulang
kali pula tubuh Empu Dayeng dibuat terpelanting oleh lawan
lawannya.
Namun selama itu Empu Dayeng masih tetap bertahan,
begitu terpelanting, segera dia melompat bangun pula dan
memberikan perlawanan lagi, dan pertempuran itu telah
berlangsung terus.....
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ooo0ooO
RAMA mendongkol bukan main melihat Suragala dan
Lembukuring tetap melibat dirinya dengan serangan-serangan
mereka, berulang kali Rama telah mengeluarkan ajian-ajian
yaag hebat, dia berusaha mendesak lawannya.
Tetapi Suragala memang bukan berkepandaian rendah,
justru dia telah bisa memberikan perlawanan yang gigih. Dan
disamping itu, tampak Lembukuring juga selalu melayaninya
dengan mata kucing-kucingan dan selalu berusaha
melancarkan serangan jika Rama dalam keadaan lengah.
Kalau Rama tampak akan melancarkan serangan
kepadanya, maka dia akan mundur teratur sehingga serangan
Rama jatuh di tempat kosong.
Dalam keadaan seperti inilah Suragala telah berteriak:
„Lebih, engkau menyerah saja secara baik-baik... jika tidak
kau akan mati dengan tubuh tidak utuh”
Dan disaat seperti ini pula Lembukuring juga telah
mempergunakan taktik
Beberapa kali dia berjongkok dan telah meraup tanah, yang
kemudian dilemparkan kemuka Rama,
Penyerangan secara licik seperti itu membikin Rama gusar
bukan main.
Untung saja selama itu berhasil mengelakkan diri dari
samberan debu itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Jika tidak dan debu sampai mengenai matanya, tentu
keadaannya akan berbahaya
Diantara berkesiuran angin serangan itu, tampak tubuh
Rama telah bergerak-gerak dengan gesit sekali.
Waktu angin serangan berkesiuran tidak hentinya, tangan
Rama suatu kali telah meluncur lurus dan dia menghantam
tepat sekali dada Lembulkuring
”Aduuhh !" terdengar suara jeritan Lembukuring jerit
kesakitan.
Tubuh Lembukuring telah terhuyung mundur dan terpental
sampai satu meter.
Saat itu Rama ingin menyusuli dengan serangan mautnya,
tetapi pada detik itu juga terlihat betapa Suragala telah
menghantam punggung Rama.
Rama jadi tambar marah.
Memang selalu begitulah siasat bertempur kedua orang ini,
jika salah seorang diantara mereka menerima ancaman
bahaya, maka kawannya yang seorang telah menyerang
untuk mencegah Rama meneruskan serangannya.
Dilawan dengan siasat bertempur seperti itu, membuat
Rama berulang kali harus membatalkan seranganserangannya.
Dia telah melancarkan serangan-serangan itu
dengan kuat bertenaga, maka setiap kali dia harus
membatalkan, berarti perbuatan seperti itu meletihkan sekali.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
”Tidak dapat aku bertempur terus menerus seperti ini !" pikir
Rama dengan kesal.
Dan disaat itu, Rama telah merebah cara bertempurnya.
Dia memutar-mutar keris-ditangan kanannya itu dengan cepat
sekali, sehingga memaksa lawan-lawannya itu tidak berani
mendekatinya.
Sedang tangan kirinya berulang kali telah melancarkan
pukulan-pukulan yang kuat sekali, dan pukulan itu datang
menyambar memaksa Suragala dan juga Lembukuring tidak
berani mendesak Rama,
Pertempuran yang terjadi antara Eyang Toron dengan
Empu Dayeng jauh sekali hebatnya
Empu Dayeng yang tampaknya telan terluka parah
ditubuhnya jedi nekad sekali. Dan akibainya telah membuat
Empu Dayeng sudah tidak memikirkan keselamatan dirinya
lagi.
Beruntun Empu Dayeng telah melancarkan seranganserangan
untuk mengadu jiwa.
Tentu saja hal itu telah membuat Eyang Toron dan Eyang
Gemblo harus berpikir dua kali setiap kali mau menyambuti
serangan-serangan yang dilancarkan oleh lawan mereka yang
telah nekad ini.
Sedangkan Eyang Dewo berdiri diam saja menyaksikan
jalannya pertempuran itu. karena dia memang tidak mau maju
dulu, ia merasakan dadanya masih sakit sekali, walau pun
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
telah beberapa kali berusaha meluruskan jalan
pernapasannya
Eyang Dewo juga telah berpikir, dia kepingin membiarkan
Eyang Toron dan Eyang Gemblo yang melakukan
pertempuran terus dengan Rama, dan jika sudah tiba saatnya
disaat mana Rama telah letih benar, batulah dia akan maju
untuk melancarkan serangan
Dengan adanya pikiran seperti itu Eyang Dewo berdiam
saja, aambil berusaha meluruskan pernapasannya.
Pertempuran itu berlangsung terus dengan hebat dan seru,
dan dalam keadaan seperti itu terdengar suara seruling yang
mengalun lembut
Kemudian terdengar suara orang seperti berdendang
dalam irama gending :
Mengapa air laut asin ?
Mengapa batu keras ?
Mengapa manusia tak tahu diri ?
Mengapa pula harus saling membunuh
Dan jika saja ada pengertian,
Kalau saja manusia mau melihat langit,
Jika saja manusia menunduk melihat tanah,
Tentu semuanya akan tenang.....
Dan menyusuli dengan suara nyanyian itu, tampak muncul
seorang gadis. Dialah Ageng Sari,
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ditangan Ageng Sari tampak seruling emasnya yang tadi
telah di tiupnya
Saat itu, dari belakangaya telah muncul seorang lelaki
berusia setengah baja.
Dan segera juga Suragala dapat mengenalinya bahwa
lelaki setengah baya itu tidak lain dari Tanjung Getok
Tanjung Getok begitu muncul dan melihat keadaan gurunya
yang terdesak hebat maka tanpa mengeluarkan suara apaapa
dia telah melompat dan melancarkan serangan ke Eyang
Toron.
Gerakannya itu sanget cepat, diapun belum bertempur dan
tenaganya masih kumpul.
Maka dari itu serangan yang dilancarkannya itu memiliki
kekuatan yang hebat sekali.
Sedangkan Eyang Toron saat itu tengah girang karena dia
melibat serangan-serangannya memberikan hasil yang
memuaskannya. Yaitu dia telah berhasil mendesak Empu
Dayeng dengan cepat, sehingga Empu Dayeng selalu sibuk
mengeluarkan diri.
Tetapi justru dalam kegirangannya itu, telah muncul
Tanjung Getok yang terus melancarkan serangan kepadanya.
Hal ini tentu saja membuatnya jadi terkejut dan marah sekali.
Tetapi untuk mendiamkan dan tidak melayani serangan
Tanjung Getok, Eyang Toron juga tidak berani, karena
dirasakan angin serangan yang menyambar itu cukup kuat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Diantara kesiuran angin serangan itu, Eyang Toron telah
berseru: „Bagus ! Bagus ! Rupanya kalian telah datang semua
sehingga aku tidak perlu terlalu capai mencari-cari jejak kalian!
Sekali menanggok maka seluruh ikan telah tertawan.. .!"
Dalam keadaan seperti itu, Ageng Sari juga tidak tinggal
diam. Dia mengeluarkan suara bentakan sambil memutar
serulingnya yang digunakan buat melakukan serangan ke
pada Suragala.
Saat itu Suragala tengah melakukan serangan kepada diri
Rama secara bertubi-tubi dengan dahsyat sekali.
Dia kaget waktu mendengar suara seruling dan suara
Ageng Sari yang bernyanyi dengan lagunya yang aneh itu,
karena dia sudah mengenalinya sebagai suara Ageng Sari,
yang pernah merubuhkannya.
Waktu sigadis muncul hati Suragala jadi tergoncang dan
dengan sendirinya serangan-serangannya terhadap Rama
tidak sekuat semula.
Dan kini Ageng Sari melancarkan serangan dengan
serulingnya, membuat dia jadi mengeluarkan seruan nyaring
mengandung kekhawatiran. Dia menangkisnya cepat-cepat.
Lembukuring yang melihat datangnya bala bantuan buat
Rama, jadi ciut hatinya.
Tetapi belum lagi dia sempat memikirkan jalan bagaimana
yang terbaik baginya, meneruskan pertempuran ini atau
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
melarikan diri, justru disaat itu Rama telah melancarkan
serangan-serangan yaag sangat geocar kepada dirnya.
Lembukuring tentu saja jadi kelabakan, karena walaupun
bagaimana, dia telah melihatnya bahwa serangan-serangan
yang dilakukan oleh Rama sungguh luar biasa.
Kini Suragala tengah melayani sigadis Ageng Sari, dengan
sendirinya Lembukuring harus menghadapi Rama dengan
hanya sendirian saja.
Dengan cepat Ageag Sari telah mengeluarkan suara
tertawanya yang panjang. Dia lalu memutar serulingnya
mengancam bagian-bagian yang berbahaya ditubuh
lawannya.
Suragala tidak mau tubuhnya dijadikan sasaran dari
seruling Ageng Sari,
Secepat kilat Suragala telah melakukan serangan balasan.
Memang dalam beberapa kali gebrakan dia sanggup
melayani serangan sigadis tetapi selewatnya dari itu, Suragala
jadi terdesak lagi.
Dengan sendirinya hal ini telah membuat dia bertambah
gugup dan kuatir sekali.
Sedangkan Rama sendiri telah bertempur dengan seru
melawan Lembukuring.
Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Lembukuring telah
kacau balau, karena pikirannya juga tengah diliputi perasaan
ketakutan yang sangat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam keadaan seperti ini, jelas Rama tidak mau
membuang-buang kesempatan yang ada. Dia telah
mengerahkan ajiannya untuk menyerang Lembukuring.
Tentu laja Lembukuring jadi bertambah gugup, dia
mengeluarkan seruan ketakutan dan cepat- cepat
menggerakkan kedua tangannya. Dia telah menangkis dengan
memaksakan diri, dan mengerahkan seluruh kekuatan tenaga
dalamnya.
„Bukkkk !”
„Aduhhhl" terdengar Lembukuring mengeluarkan suara
teriakan yang keras dan tubuhnya telah terlempar ketengah
udara.
Rama menyusul dengan lompatan yang tinggi, dan disaat
tubuhnya tengah melayang ditengah udara, dia telah
melancarkan serangan dengan hebat,
Serangan yang dilancarkan oleh Rama luar biasa
dahsyatnya, tetapi sebagai seorang manusia juga,
Lembukuring tentu saja tidak mau menerima kematian dengan
berdiam diri Saja.
Mati-matian dia menggerakkan kedua tangannya untuk
menangkis, tetapi tidak urung tubuhnya telah melayang lagi
keudara, kemudian jatuh ambruk diatas tanah.
Rama tidak mau membuang-buang waktu lagi, berulang
kali dia menyerang Lembukuring bertubi-tubi, sehingga
Lembukuring menjadi terdesak mundur.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam saat-saat seperti itu, Lembukuring telah berpikir
untuk melarikan diri, dia merangkak bangkit dan tanpa
menantikan Rama menyerangnya lagi, dia telah memutar
tubuhnya dan melarikan diri dengan cepat sekali.
Tapi Rama mana mau melepaskannya begitu saja ? Waktu
melihat Lembukuring ingin melarikan diri. Rama telah
melompat, dia menggerakkan tangannya, menghantam
punggung Lembukuring.
,,Bukkk !" cepat sekali punggung Lembukuring telah
terhajar dengan keras dan menimbulkan suara „kreeekkkk!"
karena tulang punggungnya telah patah.
Dengan mengeluarkan suara jeritan yang menyayatkan
hati, tubuh Lembukuring terjerambab ditanah, dan napasnya
telah putus.
Saat itu Rama telah mendengus, kemudian dia berkata:
„Hemm, engkau memang cari mati sendiri!" Dan setelah
mendengus begitu, dia telah meloncat mendekati Suragala
yang tengah bertempur dengan Ageng Sari.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Rama telah menyerang
Suragala.
Serangan yang dilancarkan Rama tidak ringan, sebab
dilancarkannya dengan disertai ajian yang hebat sekali. Maka
tidak heran kalau Suragala jadi terkejut bukan main, sampai
dia mengeluarkan suara seruan keras.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Belum lagi Suragala sempat menangkisnya, serangan dari
Ageng Sari juga telah meluncur datang menyambar kearah
dirinya. Maka telah membuat Suragala sekarang betul betul
jadi terjepit.
Diantara berkesiurannya angin serangan dari dua jurusan
itu, dalam keadaan terjepit begitu Suragala jadi nekad .
Dengan mengeluarkan suara bentakan yang bengis, dia
telah mementang kedua tangannya.
„Wuttt...!" dari kedua telapak tangannya itu telah meluncur
keluar angin serangan dahsyat sekali menangkis seruling
Ageng Sari.
Sarangan Rama telah dielakkannya dengan jalan berkelit,
berbareng dia melompat kekiri untuk menjauhi diri. Dengan
caranya seperti itu, Suragala bisa menyelamatkan diri dari
keiua serangan tersebut.
Tampak Rama mengulangi serangannya lagi, dia
mendongkol melihat Suragala berhasil mengelakkan
serangannya. Sedangkan Aging Sari juga sudah melancarkan
serangan pula dengan serulingnya, dia penasaran bukan main
karena serangannya telah berhasil dielakkan oleh Suragala.
Diantara berkesiuran angin serangan dari Rama dan Ageng
Sari, Suragala telah melompat-lompat beberapa kali,
gerakannya s»angat ringan sekait, dalam sekejap mata saja
dia telah berhasil menghindar agak jauh.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ageng Sari dan juga Rama tambah penasaran, dengan
cepat sekali tampak mereka telah melancarkan serangan yang
gencar.
Serangan gabungan yang dilancarkan Rama dan Ageng
Sari ini benar-benar hebat sekali.
Maka terlihat Suragala terjepit tak memiliki jalan untuk
mengundurkan diri lagi.
Terpaksa dia telah menangkisnya, dan dengan
mengeluarkan suara menggeleger, disusul dengan suara
jeritan Suragala, tubuhnya telah terbanting ditanah, dan
berkelejatan. Maka putuslah napas Suragala, sebab serangan
Rama tadi telah menghancurkan tulang dadanya dan juga
ujung seruling Ageng Sari telah menikam masuk kedalam
pusarnya sehingga darah mengucur seperti air mancur.
Rama dan Ageng Sari saling pandang mereka telah
tersenyum.
Dengan cepat, seperti telah berjanji, keduanya telah
melompat dan melancarkan serangan kepada Eyang Toron
dan Eyang Gemblo.
Karena Rama mengetahui bahwa Eyang Toron dan Eyang
Gemblo merupakan musuh musuhnya, yang namanya
tercantum didalam Surat Darah Wasiat dari ayahnya.
Sedangkan Eyang Dewo juga tercatat namanya. Maka "
Eyang" itu juga harus dibinasakannya. Begitu melancarkan
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
serangan, Rama telah menyerangnya dengan pukulanpukulan
yang sangat kuat sekali.
Sehingga Eyang Toron berdua jadi gugup juga.
Eyang Dewo yang semula ingin menantikan kesempatan
kalau kalau Empu Dayeng lelah karena bertempur dengan dua
orang bersaudaranya itu, jadi mengeluarkan suara seruan
nyaring dan melompat ikut melancarkan serangan juga
kepada Rama.
Tetapi Rama memang telah diliputi maksud untuk
membunuh, melihat salah seorang dari ketiga musuh
keluarganya itu melancarkan serangan kepadanya, tanpa
membuang-buang waktu lagi, dia telah menangkis dan disaat
menangkis seperti itu, tangan kanannya telah diluruskan
dimana kerisnya tercekal sehingga mata keris telah
menyambar dan menikam tepat sekali dada Eyang Dewo.
„Ceeppp !" suara logam menembusi kulit.
Disusul kemudian dengan jerit kematian yang mengerikan
dari mulut Eyang Dewo, karena seketika itu juga tubuhnya
telah rubuh binasa.
Mudah sekali tampaknya Rama membinasakan Eyang
Dewo. Padahal didalam persoalan ini ada sebabnya.
Eyang Dewo tadi telah terluka, dadanya tergempur hebat
oleh serangan Empu Dayeng maka dari itu, dia tak memiliki
tenaga serangan, sehingga gerakannya agak lambat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tidak mengherankan, kalau Eyang Dewo terlambat
mengelakkan keris dari Rama.
Rama telah mencabut kerisnya, dia melancarkan serangan
berikutnya kepada Eyang Toron.
Tetapi Eyang Toron merupakan seorang yang gagah
perkasa, dia memiliki kekuatan dan tenaga yang masih pool,
walaupun dia telah lelah sekali. Dia tetap belum terluka
didalam. Maka dengari mudah dia bisa mengelakkan
serangan Rama.
Namun diwaktu itu, serangan Empu Dayeng telah
menyambar dengan dahsyat.
Empu Dayeng sangat penasaran sekali karena tadi dia
beberapa kali telah dilukai oleh Eyang Toron, maka kali ini dia
menyerang dengan kuat sekali.
Disaat itu Tanjung Getok telah memutar telapak tangannya,
dia melakukan serangannya itu dengan cara yang aneh sekali.
Eyang Toron tentu saja terkejut diserang dengan cara
mengepung seperti itu. Sedangkan Eyang Gemblo juga jadi
mengeluh, dia merasakan bahwa mereka berdua tidak
mungkin dapat menghadapi terus serangan-serangan yang
dilancarkan Rama dan kawan-kawannya. Maka keduanya
bermaksud untuk melarikan diri dari tempat itu.
Tetapi Rama dan yang lainnya mana mau melepaskan
mereka ! Dengan cepat sekali Rama dan Ageng Sari telah
melancarkan serangan serentak.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ageng Sari menggerakkan serulingnya menusuk kearah
punggung Eyang Toron, sedangkan telapak tangan Empu
Dayeng memukul kearah dadanya Eyang Gemblo,
Juga Tanjung Getok telah menyerang dada Eyang Toron.
Kedua "Eyang" itu jadi gugug bukan main, karena
serangan-serangan yang mereka terima itu sangat hebat dan
berbahaya sekali, jika mereka berlaku ayal dan terlambat
sedikit saja dalam berkelit, tentu akan membahayakan diri
mereka sendiri.
Maka cepat luar biasa, Eyang Toron melakukan
serangkaian serangan. Dia berusaha mendesak lawannya
dengan ajian "Sajuto Wiso" sehingga angin serangannya itu
yang mengandung tebaran racun, memaksa lawan-lawannya
itu mengundurkan diri, tidak berani terlalu mendesak
kepadanya.
Kesempatan seperti itu dipergunakan oleh Eyang Toron
untuk memutar tubuhnya. Dia bermaksud akan melarikan diri
dari tempat tersebut.
Tetapi Rama dengan mengeluarkan bentakan: „Mau
kemana kau !" telah menggerakkan keris ditangan kanannya
saling susul.
Maka Eyang Toron jadi sibuk sekali berkelit kesana kemari
berkelebatan, gerakannya memang cepat tetapi lebih cepat
lagi hantaman yang dilakukan oleh Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Disaat itu, setelah berhasil mengelakkan diri dari tiga
serangan yang dilancarkan oleh Rama, Eyang Toron tidak
berhasil menghindarkan diri dari gelombang tenaga keempat.
Dengan mengeluarkan suara jeritan yang menyayatkan hati,
tubuh Eyang Toron telah terpental dan ambruk ditanah.
Tetapi Eyang Toron memang sangat kuat sekali, sebab dia
masih bisa bangkit berdiri.
Dan juga dalam keadaan seperti itu, dia masih berusaha
mengerahkan tenaga dan ajiannya untuk balas menyeraig.
Rama juga terus-menerus mencecar bagian-bagian yang
berbahaya ditubuh Eyang Toron
Maka tidak terlalu lama, sebelum Eyang Toron berhasil
berdiri,tubuhnya telah terserang terjengkang lagi rebah diatas
tanah.
Rama sudah tak segan-segan lagi melancarkan
serangannya.
Melihat kesempatan itu, dia telah menggerakkan tangan
kanannya untuk menimpuk dengan kerisnya, maka keris itu
meluncur dengan cepat sekali.
Eyang Toron merasakan jantungnya seperti ingin copot, dia
mengeluarkan seruan kaget dan berusaha mengelakan diri
dari serangan itu.
Tetapi gerakkan yang dilakukan oleh Rama sangat cepat,
keris itu telah menyambar dengan cepat sekali, dan tampaklah
mata keris telah menancap didada Eyang Toron
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tanpa ampun lagi tubuh Eyang Toron jadi mengejang kaku,
dan dia telah mengeluarkan suara jeritan yang panjang,
menyayatkan hati, kemudian tubuhnya diam sepasang
matanya telah mendelik, ternyata dia telah mati dengan
penasaran sekali....
Rama puas berhasil membinasakan musuhnya ini hanya
tinggal Eyang Gemblo yang saat itu tengah sibuk sekali
melayani serangan-serangan Empu Dayeng, Tanjung Getok
dan Ageng Sari.
Diserang ketiga lawannya dengan bertubi-tubi Eyang
Gemblo sibuk sekali dan menjadi terdesak dengan hebat.
Dengan cepat Rama telah berjongkok, ia mengambil
kerisnya dari dada Eyang Toron.
Kemudian dengan keris masih berlumuran darah, tampak
Rama telah melompat dan menerjang masuk kedalam
gelanggang pertempuran itu, kerisnya bergerak-gerak
menyeram kan, telapak tangannya menghantam berulang kali
dengan mengerikan sekali.
Dalam saat-saat seperti itu, tampak Eyang Gemblo sudah
semakin terdesak.
Anak buah Suragala yang melihat pemimpin mereka
seorang demi seorang telah terbinasa dan tampaknya yang
tinggal seorang ini Eyang Gemblo, juga akan menemui
kematiannya, jadi ketakutan sekali, mereka cepat-cepat
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
memutar tubuh masing-masing dan melarikan diri dari tempat
itu.
Rama dan kawan-kawannya tak memperdulikan semua
anak buah dari Suragala, mereka hanya berusaha untuk
membinasakan Eyang Gembio.
Sedangkan Eyang Gembio sudah lelah bukan main, dia
sangat terdesak sekali, dalam keadaan seperti itu, tentu saja
telah membuat Eyang Gemblo jadi mengeluh sendirinya
didalam hati. Dia merasa yakin bahwa dirinya tentu tak akan
dapat selamat dari serangan-serangan yang dilancarkan oleh
lawan-lawannya itu.
Saat itu, tampak Rama telah meneruskan serangannya,
semakin lama jadi semakin kuat dan berbahaya sekali, dan
juga dalam saat-saat seperti itu, tampak Ageng Sari juga tak
mau ketinggalan, dia ikut menyerang dengan mempergunakan
serulingnya.
Menyusul dengan itu, tampak Tanjung Getok juga telah
mendesak maju dengan serangan-serangannya. Lebih-lebih
lagi Empu Dayeng, yang telah rriengerahkan ajiannya, maka
Eyang Gemblo seperti juga tidak bisa bernapas lagi, karena
ruang geraknya menjadi sempit sekali.
Rama melihat bahwa musuhnya yang seorang ini hampir
dapat dibinasakannya. Maka dia jadi semakin nafsu saja
melancarkan serangannya. Dalam keadaan seperti itu, Ra ma
telah membentak dengan bengis dan melontarkan keris
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
ditangannya. Sambil melontarkan kerisnya itu, dia juga
menyusuli serangan dengan kedua telapak tangannya.
Eyang Gemblo sudah tidak keburu lagi mengelakkan diri,
dan keris itu dengan tepat telah menancap diulu hati, terus
masuk hingga tangkainya, seperti juga telah didorong oleh
tenaga serangan dari kedua telapak tangan Rama.
Dilain pihak, Ageng Sari juga telah menggerakkan
serulingnya dan dia berhasil menusuk dada Eyang Gemblo.
Maka tanpa kata-kata ampun lag, tubuh Eyang Gemblo
atau "Eyang Goblok" telah rubuh terguling ditanah dengan
mengeluarkan suara jeritan panjang, kemudian tubuhnya
berkelejetan dan tidak lama kemudian telah berdiam untuk
selamanya alias tidak bernafas lagi atau sudah tak suka
makan buat selamanya
Rama menghela napas panjang, karena dalam waktu itu
dia sekaligus telah berhasil membinasakan tiga orang musuh
turunannya.
Tentu saja Rama disamping girang, juga jadi terharu
karena teringat akan kematian ayahnya, bermacam-macam
perasaan telah mengaduk-aduk didalam hatinya, dan tanpa
disadarinya dari pelupuk matanya telah menitik beberapa butir
air mata.
Saat itu, Ageng Sari telah membersihkan serulingnya, dia
menyelipkan serulingnya dipinggangnya. Tanjung Getok
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
segera memapah Empu Dayeng, dia memeriksa luka-luka
ditubuh gurunya, membersihkan dan membalutnya.
Empu Dayeng telah tersenyum melihat kekuatiran muridnya
itu.
„Aku hanya terluka diluar saja, tak membahayakan
jiwaku...!" kata Empu Dayeng dengan suara yang perlahan,
tampaknya dia ingin menghibur muridnya. „Tak perlu kau
berkuatir, berselang beberapa saat, luka-luka ku ini akan
segera sembuh, berkat ilmu obat dari Sang Panembahan
Diding guru saya.
Semua anak buah Suragala telah melarikan diri, ditempat
itu kini hanya terdapat Rama dan kawan-kawannya ditemani
oleh mayat-mayat dari Suragala dan yang lainnya yang
malang melintang ditanah. Kelihatan sangat mengerikan
sekali.
Dalam keadaan seperti itu, Rama telah berkata kepada
Empu Dayeng: ”Apakah Empu perlu beristirahat selama
beberapa hari dirumah penginapan....?"
Empu Dayeng menggelengkan perlahan kepalanya, dia
menyahuti : ”Aku ingin segera melakukan perjalanan kekota
raja, karena Sarmini telah melakukan perjalanan terlebih dulu."
Mendengar disebut-sebut nama gurunya Ageng Sari jadi
bertanya: ”Itulah yang saya herankan, mengapa guru tidak
berjalan bersama dengan paman Empu...."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
”Sarmini telah berangkat lebih dulu, guna melakukan
penyelidikan dikota raja, karena menurut anggapannya, jika
kami melakukan perjalanan bersama disamping berbahaya
juga tentunja bisa menimbulkan kecurigaan. Maka dari itu
terpaksa kami harus berpisah untuk melakukan perjalanan
sendiri-sendiri, karena menurut Sarmini dengan berjalan
sendirian jauh lebih leluasa untuk menghindarkan kecurigaan
orang-orangnya Susuhunan..”
Ageng Sari mengangguk mengerti.
Tiba-tiba Rama telah berkata kepada Ageng Sari: ”Kalau
begitu, kita berdua melakukan perjalanan kekotaraja guna
menyusul gurumu, kalau-kalau kita bisa memberikan bantuan
jika saja diperlukan! Sedang paman Empu melakukan
perjalanan dengan paman Tanjung Getok.”
Ageng Sari ragu-ragu, tetapi Empu Dayeng telah berkata :
”Benar, bukankah dengan berangkatnya kalian lebih dulu
kekotaraja bisa memberikan banyak bantuan kepada Sarmini,
gurumu itu Ageng Sari?!"
Mendengar anjuran Empu Dayeng, entah mengapa muka
Ageng Sari jadi berobah merah. Kelihatan dia malu sekali,
tetapi akhirnya dia telah menganggukkan kepalanya.
”Baiklah paman Empu...." kata Ageng Sari kemudian. ”Kami
berangkat dulu....!" dan setelah memberikan salam pamitan
kepada Tanjung Getok dan Empu Dayeng, Ageng Sari telah
berlalu dari tempat itu bersama dengan Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Selama dalam perjalanan mereka bercakap-cakap saling
menceritakan pengalamannya selama berkelana. Banyak saja
cerita me reka dan diselingi oleh gelak tertawa yang cerah.
Kelihatannya hubungan mereka bertambah akrab dan intim
saja.
Disaat itu, Rama telah berhenti sejenak dibawah sebatang
pohon. Dia lalu berkata ke pada Ageng Sari :
”Diajeng..... mari kita beristirahat dulu...."
”Ohhh, pemalas tua....!"' kata Ageng Sari tertawa cerah.
”Baru berjalan be!um berapa lama, sudah ingin beristirahat,
apakah engkau anggap kita berdua ini sedang tamasya ?”
Jilid 11
SELESAI BERKATA, Ageng Sari tertawa geli lagi,
wajahnya jadi tampak jauh lebih manis dengan pipinya yang
merah merona dan barisan giginya yang putih cemerlang.
Juga matanya yang berkilat indah melirik dan tubuhnya yang
tergoncang-goneang karena gelak tawanya itu.
“Tahukah engkau, aku tadi telah bertempur lama sekali
sebelum kalian datang, tubuh ku penat sekali, telah bukan
main!" kata Rama kemudian sambil tertawa cerah juga.
“Sudah kukatakan, engkau hanya seorang pemalas tua!
Kalau memang engkau ingin beristirahat, pergilah beristirahat
seorang diri, aku akan melanjutkan perjalanan seorang diri!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dan setelah berkata begitu, tampak Ageng Sari telah berlarilari
dengan cepat meninggalkan tempat itu, meninggalkan
Rama dan samar-samar masih terdengar suaranya
tertawanya....
Rama jadi kaget, ia mengeluarkan seruan memanggil,
kemudian dengan cepat sekali kelihatan tubuhnya telah
bergerak, dia melompat dan mengejarnya.
“Jangan tinggalkan aku, Diajeng...!" teriaknya. “Aku ingin
lagi beristirahat... kita melakukan perjalanan bersama!"
Tapi Ageng Sari terus juga melarikan diri sambil
memperdengar kan suara tertawanya, sehingga mereka
berdua jadi saling kejar mengejar.
Tampaknya kedua remaja ini gembira sekali, mereka
memang tengah menikmati suasana yang menyenangkan,
ditempat yang sunyi dan sepi itu, dimana hanya mereka
berdua belaka.....
Dalam keadaan seperti itu. Rama telah mengejar dengan
cepat sekali, tapi dia tidak berhasil mendekati Ageng Sari,
sebab Ageng Sari melarikan diri dengan gerakan cepat tanpa
mengurangi kecepatan berlarinya, walaupun dia mengetahui
Rama tengah mengejarnya dengan keras.
“Diajeng, jika kau tak mau berhenti, biarlah aku tak mau
mengejar lagi!" kata Rama yang mengancam, karena dia jadi
mendongkol juga melihat si gadis sedikitpun tak ingin
memperlahankan larinya.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tapi Ageng Sari tak menyahuti, dia hanya tertawa berderai,
dan kemudian berlari-lari terus dengan kecepatan yang tidak
berkurang
Melihat Ageng Sari sama sekali tak mau berhenti, Rama
jadi kaget sendirinya, dia mengeluarkan suara tertahan, dan
dengan cepat dia telah melompat dan mempergunakan lari
cepatnya untuk mengejar lagi,
Waktu Rama tengah mengejar dengan kuat dan keras,
tubuhnya seperti juga terbang dan kakinya seperti tidak
menginjak bumi karena terlampau cepat mengejar, disaat
itulah samar-samar mendengar suara seruan kaget dari
Ageng Sari disebelah depannya
Rama jadi terkejut, dia menduga ada sesuatu yang terjadi,
maka dengan cepat dia telah berlari jauh lebih keras lagi.
Dalam sekejap mata dia lelah melihat Ageng Sari telah
berdiri dengan tubuh yang kejang kaku, seperti juga dia masih
diliputi perasaan takut yang bukan main.
Cepat-cepat Rama menghampiri, saat itu dia telah bertanya
dengan nada kuatir:
“Ada apa diajeng?" tegurnya.
“Tadi....tadi...!" suara Ageng Sari agak gemetar.
“Tadi, tadi kenapa?" tanya Rama tambah heran, karena
Ageng Sari yang semula dikenalnya demikian gagah, ternyata
jadi demikian pengecut, tampaknya dia ketakutan bukan main.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dengan sendirinya membuat Rama jadi memandang dengan
muka yang bertanya-tanya.
Sedangkan si gadis berdiam diri saja sekian lama, sampai
akhirnya dia berhasil menguasai dirinya.
“Tadi.... ada tikus yang melintas didekat kakiku!" katanya
kemudian.
Mendengar keterangan Ageng Sari, Rama jadi tertawa
bergelak-gelak, karena dia semula menganggap ada sesuatu
yang luar biasa, tidak tahunya hanya seekor tikus yang telah
mengejutkan si gadis.
Muka Ageng Sari jadi berobah merah, kelihatannya dia
malu sekali, dengan cepat dia jadi cemberut.
“Mengapa engkau tertawa?" tanyanya dengan suara yang
tawar, sikapnya jadi dingin sekali.
Rama mengerti, mungkin sikapnya tadi telah menyinggung
perasaan si gadis. Maka cepat-cepat dia berhenti tertawa dan
telah berkata dengan suara yang seramah mungkin:
“Tikus saja mengapa harus ditakuti? Bukankah tikus itu
yang telah melarikan diri karena melihat kau? Mari kita
lanjutkan per jajanan kita....!"
Ageng Sari masih berdiam diri saja, tampaknya dia raguragu,
tetapi waktu melihat Rama hanya mengawasi kearah
dirinya, menatap dengan sikap menunggu, akhirnya hati si
gadis jadi lemah. Dia telah berkata perlahan: “Baiklah, mari
kita meneruskan perjalanan kita....!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Hemm, tikus kecil benar telah pergi, tetapi kini harimau
belum berlalu!" tiba-tiba terdengar suara seseorang berkata
dengan suara yang dingin sekali.
Tentu saja Rama dan Ageng Sari jadi terkejut, dengan
cepat mereka telah menoleh.
Disaat itu, mereka melihat seorang lelaki tua berpakaian
sebagai seorang pendeta, tengah memandang kearah
mereka. Usia pendeta itu mungkin telah mencapai delapan
puluh tahun, tetapi kulit mukanya segar dan sehat sekali.
“Siapakah rama?" tanya Ageng Sari dengan suara
menghormat Mengingat bahwa kakek itu adalah seorang
pendeta yang telah lanjut usia.
“Bukan engkau yang bertanya kepadaku, tetapi aku yang
hendak bertanya kepada kau....!" kata pendeta itu dengan
suara amat dingin. “Bukankah engkau Mahesa Rama, dan ini
Ageng Sari?"
Mendengar pendeta itu mengetahui nama mereka berdua,
tentu saja Rama dan Ageng Sari jadi terkejut sekali. Mereka
sampai mengeluarkan seruan heran dan memandang takjub
kepada pendeta itu, yang mereka anggap sangat awas sekali.
“Benar rama, dari manakah rama tahu bahwa aku ini
Mahesa Rama dan Diajeng ini Ageng Sari?" tanya Rama
kemudian dengan suara yang halus.
“Hemm, aku telah banyak mendengar perihal sepak
terjangmu. Bukankah engkau sudah membasmi satu persatu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
musuh-musuh ayahmu itu? Dan kau telah berhasil! Bukankah
didalam catatan surat darah itu tertulis sebaris nama
'Gurinjene'?"
Kembali Rama jadi terkejut dan mengeluarkan suara
seruan kaget pula.
“Mengapa rama mengetahui bahwa dalam wangsit surat
darah ayahku itu terdapat nama 'Gurinjene'?” tanya Rama
pula dengan sorot mata menyelidik.
“Eeee, mengapa tidak tahu? Nama itu, Gurinjene, adalah
namaku.... !!" kata pendeta tua itu. “Aku termasuk salah
seorang yang tengah kau cari...!"
Mendengar perkataan sipendeta tua yang terakhir itu, sikap
heran Rama jadi lenyap, berganti muka yang telah berobah
merah padam, penuh kemarahan yang luar biasa. Dia telah
berkata dengan suara yang dingin: “Bagus!" rupanya kau
mengantarkan nyawa sendiri kepadaku.... untuk ajalmu?"
Pendeta tua itu, Gurinjene, telah tertawa bergelak-gelak,
kemudian dengan muka yang bengis dia telah berkata:
“Benar lebih bijaksana jika sekarang ini aku
memperlihatkan diri dan mengadu jiwa denganmu,
dibandingkan aku harus dikejar-kejar perasaan takut dan
gemetar mendengar seorang demi seorang dari sahabatsahabatku
sang pernah mengeroyok mati Ki Patih Punahrogo
itu dibasmi habis olehmu ! Maka sengaja selama satu bulan ini
aku telah berkelana dan melakukan penyelidikkan, untuk
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
mengetahui siapa kau sesungguhnya! Dan sekarang, disaat
aku berhasil mengetahui bahws kau memang benar-benar
Mahesa Rama yang tengah kucari, dan engkau Ageng Sari,
yang telah ikut Empu Dayeng sebagai pemberontak, maka
hari ini aku akan mempertaruhkan jiwa tuaku....!"
Setelah berkata begitu, Gurinjene telah tertawa bergelakgelak
dengan suara yang nyaring.
Rama juga telah memandang dengan sikap bermusuhan,
disaat itu dia telah berkata nyaring: “Hemm dalam hal ini kau
ternyata betul takut dikejar-kejar oleh perasaan dosamu,
baiklah! Baiklah! Benar akupun akan membunuhmu, walaupun
kau tidak memintanya!"
Kemudian Rama menggeser kedudukan kakinya, karena
dia telah bersiap-siap akan melancarkan pukulan pembukaan
kepada lawannya ini yang termasuk sebagi seorang musuh
yang terdaftar dalam surat darahnya.
Melihat sikap Rama, Gurinjene selah mengeluarkan suara
tertawa mengejek panjang.
Wajahnya menyeramkan sekali, mengandung hawa
'pembunuhan'. Dia menatap Rama dengan sorot matanya
yang tajam, dan disaat itu dia lalu berkata dingin sekali: “Ayo,
mulailah menyerang....!"
Dan diapun telah bersiap-sedia untuk menyambuti
serangan dari Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Saat itu, Rama telah mengerahkan ajian dikedua telapak
tangannya, kemudian dia menyerang dengan beruntun.
Tampak Gurinjene mengeluarkan suara dengusan
mengejek, lalu dia berkelit dengan mudah dan gerakan tubuh
yang ringan. Disusul dengan gerakkan kedua tangannya untuk
membalas serangan-serangan Rama dengan tidak kalah
hebatnya, karena Gurinjene sudah mendengar bahwa Rama
telah membinasakan cukup banyak sahabat-sahabatnya yang
pernah membunuh Ki Patih Puaahrogo.
Ageng Sari berdiri dipinggir, dia hanya menyaksikan saja
karena dia tidak mau mengeroyok Gurinjene. Dia mengawasi
dengan sikap yang tenang, dan baru jika benar-benar kelak
Rama terdesak oleh Gurinjene dia akan turun tangan. Tetapi
selama ini Ageng Sari melihat bahwa Rama berhasil
mengimbangi kepandaian Gurinjene.
Dalam pertempuran ini Rama tidak mengerahkan seluruh
kepandaiannya, karena dia hendak memancing Gurinjene
agar mengeluarkan seluruh kepandaiannya.
Angin serangan Gurinjene masih menyambar-nyambar
dengan dahsyat, dan selama itu Rama berhasil
menghadapinya dengan berkelit atau menangkis sehingga
serangan-serangan Gurinjene itu tidak pernah mengenai
sasarannya dengan tepat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ageng Sari melihat cara Rama bertempur jadi heran,
karena dia melihat daya serang dari Rama tidak sehebat
waktu Rama menghadapi Eyang Toron.
“Apakah benar-benar dia memang letih?" pikir si gadis
karena dia jadi teringat tadi Rama telah mengajaknya untuk
beristirahat dulu dalam perjalanan mereka.
Tetapi kemudian Ageng Sari segera dapat menduga juga
maksud Rama, maka hatinya jadi tenang kembali. Dan dia
hanya mengawasi jalannya pertempuran itu dengan berdiam
diri saja.
Rama juga telah merasa cukup mengulur waktu, dia pun
telah mengetahui cara Gurinjene melancarkan seranganserangannya
itu.
Maka dia pun telah mempunyai perhitungan sendiri.
Benar saja, ketika Gurinjene meloncat ke depan, dia
mengelakkan serangan dari Rama dengan tubuh yang agak
bungkuk.
Kesempatan inilah dipergunakan oleh Rama sebaikbaiknya.
Dia menarik pulang tangannya yang diayunkan
dibalik kepunggung Gurinjene.
Gurinjene merasakan jantungnya seperti ingin terlepas,
karena disaat itu dia telah melihat datangnya serangan yang
begitu cepat diluar dugaan.
Mati-matian dia berusaha memutar tubuhnya untuk
menangkis, tetapi serangan Rama telah tiba lebih dulu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
sehingga telapak tangan Rama menghantam jitu sekali
punggung Gurinjene.
“Buuuukk ....!" suara hantaman itu terdengar keras sekali,
sampai terasa menggetarkan tempat itu.
Tubuh Gurinjene tampak terhuyung kedepan sebanyak dua
meter, mukanya pucat dan tubuhnya menggigil.
Tapi Gurinjene benar-benar hebat, karena dia tidak sempat
terpukul terguling, dan dia telah berhasil memperbaiki
kedudukan ke dua kakinya, walaupun dia merasakan ulu
hatinya nyeri dan pedih seperti tertusuk-tusuk sembilu, namun
Gurinjene tak memperdulikannya. Dengan nekad kembali dia
menyerang diri Rama.
Gurinjine sebenarnya telah terluka didalam akibat
gempuran Rama tadi, tapi dia memang telah nekad dan kalap,
dia sudah tidak memperdulikan keselamatannya, bahkan dia
telah memusatkan seluruh kekuatan ajiannya untuk bertempur
mati-matian.
Gurinjene berdiri tegak dengan sepasang tangan teracung,
dan mukanya kian pucat. Semakin lama dia merasakan
gelombang tenaga Rama yang menindih dirinya semakin kuat,
membuat napasnya jadi menyesak. dan juga dia merasakan
betapa tenaganya jadi lemah sekali.
Gurinjene jadi mengeluh didalam hatinya karena dia
menyadari kalau dia melakukan pertempuran terus menerus,
tentmunya dirinya akhirnya akan terbinasa ditangan Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Maka otak Gurinjene telah berputar cepat, dan suatu kali
disaat dia tahu ada kesempatan, waktu Rama ingin menyedot
hawa udara untuk menambah kekuatan tenaga serangannya,
disaat itulah dengan cepat sekali Gurinjene mendorong sekuat
tenaganya.
Rama kaget, tubuhnya telah terhuyung, dan dengan
mengeluarkan seruan keras, dia terhuyung-huyung seperti
juga telah tergempur sesuatu yang kuat sekali. Tapi Rama
dengan cepat telah memusatkan kekuatan kedua kakinya, dan
dia bertujuan akan melancarkan serangan balasan.
Tapi dalam detik-detik itu. Gurinjene memutar tubuhnya,
meninggalkan tempat itu.
“Mau lari kemana kau?" bentak Rama dengan suara yang
nyaring.
Dan Rama menjejakkan kakinya, dia lelah melakukan
pengejaran dengan cepat sekali.
Sedangkan Ageng Sari ikut melompat pula, berlari-lari
mengejarnya.
Tampak Gurinjene telah mengerahkan seluruh
kemampuannya untuk berlari cepat, dia berusaha
menghindarkan diri dari kejaran Rama.
Tapi Rama tak mau melepaskannya, dia melakukan
pengejaran terus. Walaupun bagaimana, Rama tidak ingin
melepaskan lawannya ini, dia bermaksud akan
membinasakan-nya.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam keadaan seperti itu, tampak Gurinjene tidak berhasil
meloloskan diri, karena Rama dengan beberapa kali lompatan
berhasil melombainya dan telah melancarkan seranganserangan
lagi, terpaksa Gurinjene harus menyambuti
serangan-serangan itu agar dirinya tidak menjadi korban.
Dalam detik-detik seperu itu, kelihatan Rama telah
melancarkan serangan yang menentukan sekali. Dia tidak
memperdulkan terjangan nekad dari lawannya, bahkan kedua
tangannya itu telah meluncur dengan pesat sekali sehingga
menimbulkan angin yang menderu-deru.
“Bruuukkkk!!" terdengar suara benturan yang memekakkan
anak telinga. Lalu disusul dengan suara jeritan yang
mengerikan, jerit kematian. Sebab tubuh Gurinjene telah
terpental keras sekali lalu ambruk diatas tanah dengan mata
mendelik dan mulut mengeluarkan darah segar... serta dari
telinganya juga keluar darah! Dia telah binasa seketika itu juga
waktu tenaga serangan mereka beradu.
Hebat sekali pertempuran tadi itu berlangsung, walaupun
hanya dalam beberapa jurus saja. Rama tadi telah
menggunakan tenaga yang sangat berlebihan, sebab itu dia
merasa lelah sekali.
Waktu melihat lawannya binasa, Rama berdiri tertegun
ditempatnya, dia mengatur pernapasannya yang agak
memburu, dan setelah itu, waktu Ageng Sari mendekatinya,
dia telah berkata perlahan: “Mari kita lanjutkan perjalanan....!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ageng Sari lalu berkata sambil tersenyum: “Telah
berkurang lagi musuhmu seorang....!"
Rama mengangguk, katanya: “Tinggal tiga orang lagi
sisanya....! Mudah-mudahan saja jejak mereka tidak sukar
dicarinya...!”
Kupikir, jika aku telah berhasil membinasakan sisa ketiga
musuhku itu, maka aku bermaksud mencari tempat yang
tenang dan sunyi untuk hidup tenteram menjauhi keramaian
duniawi....! Telah terlalu banyak jiwa manusia yang melayang
ditanganku ini...! Ya, semua itu hanya disebabkan dandam
belaka!"
Kembali Rama menghela napas beberapa kali, lalu dia
berkata dengan suara yang agak berat: “Dan, engkau ingin
membalas sakit ha ti gurumu, juga sakit hati pahlawanpahlawan
lainnya, engkau ingin berjuang untuk membela
kebenaran......!"
Muka Ageng Sari berobah merah, dia jadi malu sendirinya.
Karena tadi waktu dalam perjalanan, Ageng Sari benar telah
menceritakan maksud tujuannya pergi kekota raja.
“Hemm, engkau hanya mengejek saja!" kata Ageng Sari,
tetapi dia tersenyum dan nadanya agak manja. “Aku tidak
memiliki ilmu dan ajian apa-apa, mana sanggup mengacau
kota raja?"
Rama tersenyum ramah, mata mereka saling bertemu,
keduanya berdiam diri, hanya hati mereka saling bicara.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Keduanya dengan masih berdiam diri telah melanjutkan
perjalanan mereka.
Setelah melakukan perjalanan setengah harian lamanya,
menjelang sore hari, mereka tiba dimuka kampung Gerger,
sebuah per kampungan yang tak begitu besar. Tetapi
penduduk Kampung tersebut yang dijumpai mereka,
semuanya memperlihatkan sikap seperti ketakutan, dan
mukanya muram, bagaikan pada sesuatu yang menakutkan
sekali.
Rama dan Ageng Sari jadi heran bukan main, mereka telah
menghampiri seorang penduduk tua yang tengah duduk
beristirahat ditepi galangan sawahnya.
“Paman tua," panggil Rama dengan ramah.
Orang tua itu yang tengah duduk melamun, jadi terkejut
mendengar teguran Rama. Dia telah menoleh dengan muka
memperlihat kan perasaau takut, matanya bersinar lesu, beku
tidak bersinar, bagaikan mata ikan yang mati.....
Saat itu tampak Rama telah berkata lagi : “Paman tua, kami
mengganggu sejenak. Kami pendatang baru dikampung ini,
kamipun baru tiba, tetapi ada sesuatu yang agak janggal, yang
kami temui... tampak jelas sekali, penduduk kampung ini
seperti dicekam oleh perasaan takut terhadap sesuatu!
Bisakah paman tua menjelaskan pada kami, kesulitan apakah
yang tengah dihadapi penduduk kampung ini?"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Orang tua ini bimbang, dia menatap kearah Rama dan
Ageng Sari bergantian, sampai akhirnya telah berkata raguragu:
“Wahai anak muda dan gadis manis! Tidak takutkah
kalian datang kekampung kami yang celaka ini?"
Tentu saja Rama dan Ageng Sari jadi semakin heran,
mereka saling pandang sejenak, kemudian Rama menatap
kepada orang tua itu lagi, tanyanya. “Sesungguhnya peristiwa
hebat apakah yang telah terjadi sehingga paman tua
menyebut kampung paman sebagai kampung celaka ?"
Orang tua itu telah menghela napas dalam-dalam, dia
berkata lambat-laun.
“Jika ingin diceritakan, hanya menambah kepedihan hati.
Sesungguhnya sepuluh tahun yang lalu, kami hidup tenteram
dan bahagia sekali, kampung kami ini walaupun kecil,
bagaikan sorga yarg memberikan ketenangan lahir dan bathin!
Tetapi tidak berapa lama, kurang lebih delapan tahun yang
lalu, dikampung ini telah kedatangan pendatang baru bersama
keluarganya. Mereka terdiri dari tiga pasang suami isreri.
Semula kami menduga mereka manusia baik-baik, karena
wajah ketiga suami dari wanita-wanita itu menunjukkan sikap
yang ramah dan manis, mereka telah menjadi warga kampung
ini dengan membeli sebidang tanah dan mendirikan rumah.
Kami gembira sskali, karena kampuog kami menerima warga
yang cukup kaya raya seperti mereka. Tetapi setahun
kemudian sejak kedatangan mereka, maka disaat itulah terjadi
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
malapetaka yarg tidak terelakkan karena ketiga orang itu,
yang masing-masing bernama Toyolulu, Toyoganing dan
Toyolalen, telah menimbulkan keonaran....."
Mendengar disebutkan nama ketiga orang itu, wajah Rama
jadi berobah. Dia lalu berkata dengan cepat:
“Tunggu dulu pamaan tua.... tadi paman tua mengatakan
nama mereka adalah Toyolulu, Toyoganing dan Toyolalen.
Benarkah itu?"
Orang tua tersebut telah mengangguk.
“Benar....!" sahut orang itu itu agak ragu-ragu, karena dia
melihat perubahan diwajah Rama yang luar biasa. “Apakah....
apakah andika mengenalnya?"
“Hemm, ketiga orang itulah merupakan sisa dari tiga orang
musuhku! Kebetulan sekali mereka berada dikampung ini.
Paman tua, mereka adalah para pembunuh ayahku, dan
ternyata kinipun mereka merajalela diperkampurgan ini
dengan perbuatan-perbuatan jahat mereka. Maka dari itu
dapat diduga bahwa mereka bertiga benar-benar bukan
manusia baik-baik!"
Orang tua itu berobah wajahnya jadi cerah waktu
mendengar Toyolulu dan kedua saudaranya itu adalah musuh
Rama. “Jadi... jadi kadatangan kalian bertujuan mencari
mereka?" tanya orang tua itu kemudian dengan nada suara
yang riang menunjukkan kegembiraan hatinya.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Rama telah mengangguk, lalu katanya. Teruskanlah cerita
paman.
“Hmmm, disaat-saat itulah, setahun sejak mereka menetap
diperkampungan ini, mereka mulai terlihat belangnya!
Rupanya sikap ramah dan baik hati hanya merupakan kedok
belaka, kesudahannya mereka menyewa banyak sekali tukang
pukul, membeli tanah penduduk kampung dengan cara paksa,
dengan harga yang ditetapkan mereka. Penduduk yang
menolak, mereka siksa dan aniaya ... maka celakalah nasib
kami semuanya..... karena hari-hari berikutnya kami hidup
dalam kegelapan dan kesengsaraan....!" setelah berkata
begitu, orang tua tersebut telah menitikkan air mata.
Rama dan Ageng Sari yang mendengar cerita orang tua itu,
jadi gusar bukan main. Gigi Rama sampai terdengar berbunyi
gerutukan.
“Hemm, manusia-manusia jahat!!" mendesis Rama dengan
gusar dan muka yang merah padam.
“Itu masih belum apa-apa..., setelah seluruh tanah
persawahan dan perumahan penduduk dibeli paksa oleh
mereka, justru penduduk kampung ini seluruhnya dipaksa
bekerja kepada mereka! Gaji yang diberikan oleh mereka
terlalu sedikit sekali, hanya cukup untuk makan dengan
sehemat-hematnya tanpa memiliki kesempatan membeli
pakaian atau salinan lainnya,... sehingga anak dan isteri kami
semuanya hidup bersengsara! Ada beberapa orang diantara
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kami yang berusaha melarikan diri mengungsi dari
perkampungan ini, tetapi mereka selalu dapat dihadang
ditengah jalan oleh tukang pukulnya ketiga orang jahat
itu....mereka disiksa sampai mati. Setelah beberapa kali terjadi
peristiwa seperti itu tak ada seorang pendudukpun yang
berani melarikan diri lagi, karena mereka menyadarinya, jika
mereka berusaha melarikan diri adalah kematian untuk
mereka. Akhirnya kami berdiam diri saja, pasrah dan
menerima apa sdanya...!"
“Sungguh jahat sekali ketiga manusia itu....!" mendesis
Ageng Sari.
“Benar, bahkan keterlaluan sekali, kami seperti juga sapi
perahan mereka, tenaga kami diperas habis-habisan, dengan
pemberian upah yang jauh dari mencukupi. Lihatlah! Semua
penduduk kampung ini hidup dalam kemelaratan dan
kesengsaraan....!"
Rama dan Ageng Sari baru mengetahui mengapa semua
penduduk kampung itu bermuram saja.
Dengan cepat Rama telah bertanya: “Di manakah tempat
tinggalnya ketiga orang bersaudara Toyo itu? Maukah paman
tua mengantarkan kami untuk menemui mereka?"
Muka orang tua jadi berobah pucat.
“Ini... ini..." katanya dengan suara yang tergagap,
tampaknya dia gugup sekali.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Apakah paman tua takut?" tanya Rama lagi. “Jika memang
begitu, cukup jika paman tua menunjukkan saja pada kami, di
mana letak rumah dan ketiga orang manusia bejad dan busuk
itu....?"
Orang tua itu masih tampak ragu-ragu tapi kemudian dia
telah mengangguk.
“Baiklah," katanya kemudian sambil mengambil sebatang
kayu dari tepi galangan sawah itu, dia telah menggambarkan
letak posi si rumah ketiga orang bersaudara Toyo yang
nenjagoi perkampungan tersebut.
Rama dan Ageng Sari telah mengangguk-angguk mengerti,
mereka mengawasi sejenak lukisan ditanah dari paman tua
itu, dan terus pamitan.
Mereka telah memasuki perkampungan itu sedangkan
orang tua itu masih berdiri ditempatnya dengan muka yang
bingung, dia kelihatannya tidak tahu apa yang akan terjadi.
Dan yang membuat dia jadi takut bukan main, justru disaat itu
tampak betapa kedua orang muda-mudi itu seperti juga ingin
mencari keributan dengan ketiga orang bersaudara Toyo.
Jika salah seorang diantara Rama dan Ageng Sari
terlepasan bicara, memberitahukan bahwa paman tua itu yang
memberitahukan tempat berdiamnya ketiga orang bersaudara
Toyo itu, apakah itu tak akan membahayakan dirinya?"
Teringat akan itu, paman tua tersebut telah menggigil
ketakutan sendirinya, dia cepat-cepat memutar tubuhnya dan
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
setengah berlari dia menuju pulang kerumahnya untuk
mengurung diri.
Rama dan Ageng Sari telah mengikuti petunjuk yang
diberikan oleh paman tua tadi, mereka telah tiba disebuah
rumah yang besar dan dibangun dari tembok batu.
Dengan cepat Rama dan Ageng Sari mengawasi keadaan
gedung itu, jalan dimuka gedung tersebut sepi, pintunya
terbuka lebar-lebar dan tampak enam orang laki-laki bertubuh
tinggi tegap tengah duduk bercakap-cakap.
Mereka itu rupanya anjing-anjingnya dari ketiga orang
bersaudara Tovo itu..!" kata Ageng Sari dengan suara jengkel.
Rama mengangguk, tanpa mengatakan suatu apapun juga,
dia terus melangkah menghampiri kearah pintu gedung,
kearah keenam lelaki itu.
Dia telah naiki undakan tangga, dan salah seorang dari
keenam lelaki itu telah melihat Rama yang menghampiri
kearah mereka, dia berdiri menghampirinya.
“Eeeh anjing, lancang benar kau naiki undakan rumah tuan
besar kami?" bentak lelaki itu dengan suara bengis sekali.
Rama tak menyahuti, hanya tangan kanannya yang telah
bergerak dengan cepat sekali.
“Duuukk !" muka lelaki itu telah terpukul keras.
Tubuhnya terjengkang rubuh dengan mengeluarkan suara
jeritan nyaring.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Sedangkan Rama melangkah maju terus tanpa
memperdulikan tubuh lelaki yang terkapar kesakitan itu.
Kelima orang kawannya yang tahu nasib kawan mereka
yang seorang itu, telah mengeluarkan seruan marah dan
melompat berdiri.
“Bajingan tengik kau ya! ingin mengetengahkan lagakmu?"
bentak dua orang diantara mereka sambil tangannya meraih
gagang goloknya, yang telah dicabut keluar dan dipergunakan
untuk melancarkan serangan.
Goloknya itu berkelebat dengan cepat, mereka rupanya
telah terbiasa bersikap panas.
Namun Rama tidak mengucapkan sepatah katapun juga,
dia telah menggerakkaa ke dua tangannya, terdengar suara
"Siuuuuuttt! Wuuuttt, Buuuk!" dan kelihatan dua tubuh orang
itu telah terpental keras, karena muka mereka kena dihantam
jitu sekali, tubuh mereka bergulingan sambil menjerit-jerit..
Sedangkan sisa ketiga orang lainnya jadi berdiri tertegun,
tetapi belum lagi mereka mengetahui apa yang harus dibuat,
justru disaat itulah tampak Rama telah menggerakkan kedua
tangannya, maka tubuh ketiga orang itupun telah tungganglanggang
karena terhantam keras oleh serangan Rama,
merekapun menjerit-jerit dengan suara yang keras.
“Cepat kalian panggil keluar ketiga orang majikanmu itu!"
bentak Rama dengan suara yang bengis sekali.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Keenam orang itu yang telah bangun berdiri, jadi ketakutan,
karena mereka sudah merasakan betapa dengan hanya
menggerakkan tangannya dengan sikap seenaknya, Rama
telah berhasil merubuhkan mereka.
Maka dari itu, cepat-cepat mereka berlari kedalam. Dan tak
lama lagi, keenam orang itu yang semuanya telah mencekal
golok, mengiringi tiga orang lelaki setengah baya. yang
berpakaian perlente.
“Kaliankan yang bernama Toyolulo, Toyoganing dan
Toyolalen?" bentak Rama dengan suara yang dingin.
Ketika lelaki yang diiringi keenam tukang pukulnya itu telah
tertegun sejenak, lalu salah seorang diantara mereka yang
usianya tampak lebih tua dari kedua saudaranya telah
mengeluarkan suara tertawa yang tidak enak didengar.
“Benar! Benar! Ada urusan apa kau mencari kami? Minta
dimampusi?" tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu, Rama telah memandang
dengan sinar mata yang tajam sekali, karena sekarang
pastilah ketiga orang inilah sisa dari musuhnya.
Rama tertawa dingin, mukanya kelihatan memancarkan
cahaya yang bengis dan menakutkan.
“Heee, rupanya kau merupakan manusia-manusia
bajingan, hidup mengasingkan diri, tapi melakukan perbuatan
terkutuk dikampung ini! Mengapa kau memeras penduduk
kampung yang tak berdaya?"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Muka ketiga orang bersaudara Toya itu jadi berobah
tambah tidak sedap.
Jadi kedatanganmu kemari ingin menjadi pahlawan
bakiak?" tanyanya mengejek. “Heeeeeeemm, bagus! Bagus!
Rupanya kau ingin menjadi pahlawan dari penduduk kampung
ini!"
Dan setelah berkata begitu, tampak ketiga orang
bersaudara Toyo itu melangkah maju, mereka telah
mengurung Ageng Sari dan Rama ditengah-tengah,
tampaknya mereka ingin melancarkan serangan.
Dari keenam pengawal mereka itu tadi telah didengar
keterangan bahwa Rama memiliki kepandaian yang luar
biasa, maka ketiga orang bersaudara Toyo itu berlaku hatihati.
Dalam keadaan seperti itu. tampak Rama telah
meneruskan kata-katanya.
“Kami benar bermaksud membela penduduk kampung ini
yang tertindas oleh perbuatan-perbuatan terkutuk kalian!
Yaahh, tapi didalam hal ini, kalian juga masih memiliki hutang
jiwa kepadaku! Itulah yang terpenting dan merupakan urusan
nomor satu! Sekarang jawablah, masih ingatkah kalian
dengan Ki Patih Punahrogo?"
Muka keliga orang bersaudara Toyo itu seketika berobah
pucat waktu mendengar disebutnya nama Ki Patih Punahrogo.
Mereka mengeluarkan seruan tertahan.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Disaat itu, dengan cepat tampak Rama telah meneruskan
perkataannya lagi: “Aku Maihesa Rama merupakan putera Ki
Patih Punahrogo, yang merupakan keturunan tunggal yang
akan menuntut hutang jiwa, karena kalian bertiga juga telah
ikut menganiaya ayahku almarhum itu...!"
Mendengar perkataan Rama yang terakhir muka ketiga
orang bersaudara Toyo itu jadi berobah bengis.
Toyolulo, yang tertua, yang tadi bicara dengan Rama, telah
membentak: “Bagus! Kami sebetulnya ingin hidup tenang dan
tak mau mencampuri segala macam urusan! Betul kami telah
mendengar sepak terjangmu, dan engkau telah banyak
melakukan perbuatan-perbuatan yang kejam sekali,
melakukan pembunuhan-pembunuhan terhadap kawan-kawan
kami! Kami sesungguhnya ingin munculkan diri pula dalam
persilatan untuk mencarimu, tapi mengingat semula kami ingin
hidup tenteram, maka kami selalu menunda keinginan kami!
Tidak kami sangka, kau mengantarkan nyawamu sendiri.....!"
Dan membarengi dengan perkataannya hingga sampai
disitu, dengan cepat sekali Toyolulu telah mengeluarkan suara
bentakan, dia menggerakkan kedua tangannya untuk ine
lancarkan serangan yang kuat sekali.
Hebat sekali cara menyerang ketiga orang itu, karena angin
serangan mereka berkesiuran menderu-deru.
Ageng Sari mencabut serulingnya, tetapi belum sempat dia
bergerak, Rama sudah menangkis ketiga serangan itu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
sekaligus, dia lalu berteriak: “Diajeng Ageng Sari, mundurlah
kau.... mereka ini adalah musuh keluarga ku, biarlah aku saja
yang membereskan mere ka....!"
Ageng Sari jadi batal melakukan penyerangan. Gadis ini
telah melompat mundur dan menyelipkan lagi serulingnya.
Disaat itu kelihatan Rama telah berhasil menangkis dengan
bagus ketiga serangan lawannya itu. Kemudian dia tidak
tinggal diam begitu saja, lalu balas menyerang ketiga
lawannya.
Setiap serangan yang dilancarkan Rama, selalu mandek
dan macet ditengah jalan.
Karena Rama tidak berpikir untuk mengadu jiwa dengan
ketiga lawannya itu, dia sama sekali tidak bermaksud untuk
mengadakan perlawanan, secara keras. Maka dari itu, selama
lawan-lawannya melancarkan serangan serangan yang
gencar. Rama selalu mengalah dan mempersiapkan
tenaganya untuk nanti di pergunakan menghantam dengan jitu
dan me matikan.
Sedangkan ketiga orang bersaudara Toyo itu menduga
bahwa Rama takut dan berkepan daian tak begitu tinggi,
semangat bertempur mereka jadi terbangun.
“Heeeemm, rupanya monyet kecil ini terlalu dibesarbesarkan,
sehingga menimbulkan rasa takut dihati kami!
Kenyataannya, kepandaiannya itu tak seberapa!" berpikir
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Toyolulo. Dan setelah berpikir begitu, dengan cepat sekali dia
melancarkan serangan yang jauh lebih kuat.
Tiba-tiba terdengar suara Rama yang kuat sekali:
“Sekarang, sudah tiba saatnya kalian binasa!"
Kemudian Rama merobah cara bertempurnya.
Kali ini dia telah melancarkan serangin-serangan yang
gencar dengan menggunakan ajian Rewe-rewe-dam.
Ketiga orang bersaudara Toyo telah melompat mundur,
kemudian mereka memutar kedua tangannya masing-masing
Maka serangan Rama sama sekali tidak mengenai
sasarannya, tidak dapat merubuhkan salah seorang
lawanpun.
Waktu kaki Rama menyentuh tanah, dia dengan cepat telah
mengeluarkan seruan dan melancarkan serangan lagi.
Gerakan yang dilakukan Rama benar-benar dahsyat, tetapi
lebih cepat lagi gerakan ketiga lawannya.
Karena dengan serentak Toyolulu bertiga telah menyambuti
serangan Rama. Mereka menerjang maju dengan berbareng,
melancarkan serangan dengan sepenuh tenaganya.
Tidak mengherankan jika didalam waktu sekejap saja,
dalam keadaan seperti itu. Rama jadi terkejut.
Untuk menarik pulang tenaga serangannya jelas sudah tak
keburu. Maka saling terbenturlah gabungan kekuatan tenaga
dari tiga orang bersaudara Toyo itu dengan tenaga Rama.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Justru kali ini Rama yang menderita kerugian, karena
tubuhnya telah terpental.
Walaupun Rama berusaha mempergunakan tenaga untuk
mengendalikan tubuhnya, tapi dia gagal, sebab ketiga
lawannya mempergunakan tenaga gabungan untuk melawan
dia.
Ageng Sari yang menyaksikan hal itu jadi kaget tidak
terhingga, dia sampai mengeluarkan suara seruan nyaring,
dan telah meloncat maju sambil mencabut serulingnya, yang
diputar untuk melancarkan serangan kepada ketiga orang
bersaudara Toyo, karena Ageng Sari berkuatir kalau-kalau
ketiga orang bersaudara Toyo itu akan melancarkan serangan
mendesak disaat Rama dalam keadaan belum bersiap-siap.
Saat itu Rama melompat bangun, dia melihat Ageng Sari
telah terlibat dalam suatu pertempuran dengan ketiga orang
bersaudara Toyo itu.
Untuk sejenak Rama berdiri diam mengatur jalan
pernapasannya, karena dia memang merasakan hatinya
berdebar keras, akibat serangan tenaga dari ketiga orang
lawannya itu.
Rama melihat, betapa Ageng Sari telah melancarkan
serangan-serangan yang kuat sekali.
Serulingnya itu bergerak-gerak dengan dahsyat sekali
mendesak ketiga orang bersaudara Toyo itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dalam sekejap mata saja tampak Toyo bersaudara itu telah
meloncat mundur berulang kali, sambil melindungi diri dari
serangan-serangan sigadis.
Ageng Sari mengeluarkan suara siulan yang panjang,
terlihat betapa serulingnya bagaikan seekor ular, yang
melingkar-lingkar telah menyambar-nyambar tidak hentinva.
“Takk!" kuat bukan main, tangkisan itu telah menyampok
pergelangan tangan dari Toyolulo.
Toyolulo merasakan pergelangan tangan nya seperti juga
akan patah, sakitnya terasa sampai ulu hatinya.
Dalam detik-detik seperti itu, Toyolulo telah nengeluarkan
suara jerit kesakitan dan cepat-cepat melompat mundur.
Tampak Toyolulo telah mengeluarkan dari sakunya
semacam obat bubuk, yang segera di poleskan dipergelangan
tangannya. Obat itu merupakan obat luka yang bisa
melenyapkan sakit.
Dalam keadaan demikian, Ageng Sari tak mau memberikan
kesempatan, dia telah mengeluarkan suara bentakan dan
kembali menyerang dengan serulingnya bertubi-tubi.
Serangan yang diluncurkan oleh Ageng Sari ini terhadang
ditengah jalan, karena tampak Toyolalen telah melakukan
penangkisan.
Dengan sendirinya, Ageng Sari baru menghadapi
serangan-serangan yang sangat kuat dari lawannya, dan juga
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dengan cepat sekali, tampak Toyoganing telah membantu
saudaranya untuk mengepung Ageng Sari.
Si gadis jadi sibuk sekali mengelakkan diri dari seranganserangan
tersebut.
Rama telah dapat mengatar jalan pernapasannya, dengan
mengeluarkan suara seruan keras, tahu-tahu tubuhnya telah
meloncat tinggi, kemudian meluncur turun untuk membantu
Ageng Sari menghadapi lawan-lawannya.
Tampak Rama telah mengeluarkan suara tertawa
mengejek.
“Ayoooo, keluarkanlah seluruh ajian-ajianmu!" katanya
dengan suara yang dingin.
Bahkan kini Rama telah mencabut kerisnya, dengan
mengeluarkan suara bentakan keras dia melakukan tikamantikaman
dan tebasan-tebasan yang cepat sekali.
Maka dari itu, diantara berkesiuran angin serangan yang
tajam, tampak ketiga orang bersaudara Toyo itu telah
melompat mundur dua meter, tapi dengan serentak dia telah
melompat maju menerjang lagi, karena mereka benar memiliki
ajian yang hebat dan berhasil dirapalkannya.
Seluruh ajian, kekuatan, guna-guna maupun ilmu sihir
mereka telah berada dikedua telapak tangan masing-masing,
dan meluncur dengan hebat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Serangan-serangan itu telah menyambar kearah Rama dan
Ageng Sari dengan mengeluarkan suara berkesiuran yang
kuat dan mengandung hawa tajam.
Sehingga Rama jadi mundur terhuyung, begitu juga dengan
Ageng Sari, telah melompat mundur.
Tapi Rama maupun Ageng Sari, bukan merupakan orang
yang mudah digertak oleh serangan-serangan seperti itu.
Mereka telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat kuat
dan tangan mereka telah bergerak lagi, memakai seranganserangan
yang dilancarkan oleh ketiga tawan mereka, yang
saat itu tengah menerjang maju lagi.
Dalam detik itu, Rama mengeluarkan suara bentakan yang
sangat mengguntur, dan dia menahan dengan kerisnya. Maka
tampak keris itu telah menembus tenaga pertahanan dari
Toyolulo, dan seketika itu juga Toyolulo telah mengeluarkan
suara jeritan yang sangat mengenaskan sekali.
Disaat itu, kelihatan serangan-serangan yang sangat kuat
dari Toyolalen dan Toyoganing telah menyambar datang.
Namun dalam keadaan seperti itu, tampak Toyoganing telah
terkejut melihat saudara tua mereka telah terguling ditanah
dengan tubuh berkele-jetan, dan seketika menjadi kejang
kaku. dan napasnya putus, karena dada Toyolulo telah
tertembus mata keris ditangan kanan Rama.
Tentu saja Ageng Sari tak mau membuang-buang
kesempatan lagi, dia telah mengeluarkan suara bentakan
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
yang nyaring dan telah melancarkan serangan kepada
Toyoganing yang tengah tertegun.
Gerakkan yang telah dilakukan oleh Ageng Sari sangat
cepat sekali, seketika itu pula tubuh Toyoganing jadi terjungkel
rubuh dan binasa disaat itu juga.
Toyolalem jadi terkejut bukan main, dia melihat dua orang
saudaranya telah terbunuh maka yang menguasai pikirannya
saat itu hanyalah berusaha untuk meloloskan diri.
Dalam keadaan seperti itu, tampak Rama telah
mengeluarkan suara bentakan lagi, dia menggerakkan
kerisnya yang menusuk dengan hebat, maka segera terlihat,
Toyolalem yang seperti orang kesima melihat kedua
saudaranya terbunuh, jadi seperti tidak mengacuhkan
samberan keris, waktu dia tersadar, justru keris itu telah
menyambar dengan kuat sekali, menembusi dadanya, terus
kejantung-nya.
Tubuh Toyolalem telah terjungkal rubuh dan binasa disaat
itu juga.
Rama melompat keluar gelanggang satu meter, dia telah
berdiri dengan air mata yang mengucur.
Ageng Sari jadi heran, dia telah menghampirinya dan
bertanya: “Apakah engkau terluka...?" tanya Ageng Sari, yang
menduga Rama mengucurkan air mata karena terluka.
“Bukan", menyahuti Rama sambil menggelengkan
kepalanya. “Aku hanya girang, bahwa akhirnya aku berhasil
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
membasmi habis ketiga belas manusia terkutuk musuhku
yang telah membinasakan ayahku...!"
Mendengar perkataan Rama, Ageng Sari telah tersenyum
lebar, dia jadi lucu.
“Girang?" Mengapa menangis?" tanyanya.
“Entahlah, aku sendiri tidak mengetahui!" menyahuti Rama
sambil menyusut air matanya.
Dia menangis karena gembira, maka dia telah
mengucurkan air mata, kemudian Rama mengeluarkan sapu
tangannya, dia menyudut air matanya, lalu dia tertawa.
“Sesungguhnya, dalam keadaan seperti ini, memang telah
terlihat bahwa engkau seorang anak yang berbakti, yang
dapat menye lesaikan tugas dan wangsit ayahnya
almarhum....! Dan hanya tinggal aku yang belum berhasil
membantu guruku untuk membasmi musuhnya...!"
Dan setelah berkata begitu, tampak Ageng San
menundukkan kepalanya, dan menyelipkan seruling
dipinggangnya, terus berjalan perlahan-lahan meninggalkan
tempat itu.
Rama cepat-cepat menghampirinya, dia berkata: “Jangan
pergi dulu.... aku akan ikut kau!" katanya kemudian. “Aku akan
membantu kau menuntat balas, menyelesaikan dendam
gurumu! Bukankah kini engkau telah membantui aku?"
Kemudian dengan cepat Rama telah berjalan juga
disamping Ageng Sari.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Ya, jika Darmo Loreng telah berhasil di binasakan, barulah
tugas itu selesai...tetapi..." dan Ageng Sari tidak meneruskan
lagi perkataannya, dia telah berhenti melangkah, dan
menundukkan kepalanya
“Tetapi kenapa?” tanya Rama menegaskan.
“Tapi, Darmo Loreng memiliki banyak sekali anak buah,
dan kaki kanannya itu kabarnya memiliki kepaniaian yang
sangat tinggi sekali....!"
“Jangan mempersoalkan itu !" kata Rama kemudian. “Dan,
kita memang harus mempergunakan siasat....yang terpenting
adalah Darmo Loreng yang harus dibinasakan!"
Dan setelah berkata begitu, dengan cepat Rama telah
menarik tangan si gadis.
“Mari kita berangkat...!" ajaknya. Si gadis menoleh
kepadanya. “Benar-benar engkau ingin menolong kami?"
tanyanya menegaskan.
“Mengapa aku harus main-main?" tanya Rama. “Bukankah
kalianpun telah banyak membantu aku?”
Si gadis tersenyum, mukanya yang semula muram, telah
berobah jadi cerah jelita.
Disaat itu, kelihatan Rama telah berjalan berendeng
dengan si gadis, tampaknya hubungan mereka itu semakin
erat saja.
Si gadis berdiam diri saja dalam perjalanan itu, dia
kelihatannya sedang berpikir keras.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya Rama kemudian
waktu melihat si gadis berdiam diri saja.
“Banyak.... terlalu banyak..." katanya.
“Boleh aku mengetahui?" tanya Rama sambil menahan
langkah kakinya.
Si gadis mengangkat wajahnya, menatap Rama dengan
sorot matanya yang tajam.
“Kalau benar dan tidak salah, aku pernah mendengar
perkataanmu langsung dari mulutmu sendiri bahwa engkau
akan hidup tenteram ditempat yang sunyi dan tenang setelah
berhasil membinasakan ketiga belas musuh-musuh mu.... dan
kini apakah maksudmu itu tidak akan kau wajudkan?”
Ditanya begitu, Rama jadi tertegun sejenak, tetapi
kemudian dia tertawa.
“Tentu saja aku akan membuktikannya, karena itu memang
merupakan tujuanku untuk hidup tenang dan menghindarkan
diri dari keduniawian.....!" dan setelah berkata begitu, Rama
tertawa lagi. Lalu dia berkata pula: “Dan benar, aku juga harus
menyelesai kan dulu suatu tugas yang sangat penting..."
“Tugas apakah itu?" tanya Ageng Sari.
“Tugas membunuh Darmo Loreng...."
Mendengar sampai disitu, si gadis yang jadi berbalik
tertegun, tetapi dia kemudian tertawa.
“Ya, memang Darmo Loreng pasti akan terbinasa ditangan
kita, asalkan kau membantu pihak kami..." kata si gadis.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Dan.... engkau tentunya mau juga hidup ditempat yang
tenang dan temteram, bukan?" tanya Rama kemudian dengan
suara perlahan.
Si gadis diam saja. kepalanya tertunduk dalam-dalam.
“Maksudku kita bersama-sama...." kata Rama lagi
meneruskan perkataannya,
Si gadis melirik dan kemudian tersenyum malu-malu, tetapi
dia kemudian telah berlari dengan cepat sekali.
“Ehhhbh, mau pergi kemana kau?” teriak Rama sambil
mengejar.
Rama mengejarnya dengan cepat sekali, dan disaat itu dia
tidak berhasil menyusul, karena larinya si gadis cepat sekali.
Rama terus juga mengejar, dan tampaknya dia penasaran
sekali, dan dia berteriak-teriak: “Diajeeeng, bukankah kita
ingin pergi kekota raja? Mengapa engkau mengambil kearah
Utara?"
Rupanya teriakan Rama kali ini telah menyadarkan Ageng
Sari. karena dia telah menahan larinya, dan berhenti. Dia tadi
terlalu malu, maka dari itu, dia berlari seenaknya saja.
Disaat itu, tampak Rama telah datang menyusul.
“Mari kita menuju kekota raja, mungkin gurumu juga tengah
berkumpul dengan Empu Dayeng dan Tanjung Getok!"
Si gadis hanya mengangguk.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Begitulah mereka telah melakukan perjalanan dengan
sama-sama membisu, hanya sekali-kali mata mereka yang
saling melirik itu telah bertemu.
Walaupun mulut mereka tidak mengucapkan sepatah
perkataanpun juga, tetapi sinar mata mereka benar-benar jauh
lebih banyak berarti dan masing-masing seperti sudah dapat
membaca isi hati dari kawan seperjalanan mereka.
Rama telah mendekati si gadis, dia berjalan sambil
mencekal pergelangan tangan s igadis bergandengan dengan
mesra.
Ageng Sari berdiam diri saja, dia diam terus waktu mereka
sampai diperkampungan Pragel.
Rama telah memesan dua kamar dan mereka lalu duduk
bersantap diruangan bawah, menikmati makanan dengan
nikmat sekali. Sinar mata mereka sering bertemu dan bicara,
dengan sendirinya mereka juga lebih mengenal secara
mendalam isi hati masing-masing...
Perjalanan kekota raja memang cukup jauh dan memakan
waktu perjalanan selama tiga minggu. Waktu Rama dan
Ageng Sari tiba dikota raja, kelihatan mereka letih sekali.
Disaat itu, Rama berkata kepada Ageng Sari: “Kalau kita
memang tidak mendapat rintangan besok mungkin sudah
dapat mencari Empu Dayeng bertiga, dan jika memang telah
bertemu, kita juga tidak boleh terlalu berkelompok, karena
akan menimbulkan kecurigaan dipihak lawan."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Saat itu, kalau memang dalam keadaan demikian, kita
berarti dipersulit oleh orang-orangnya Darmo Loreng. Memang
guruku, Sarmini telah menceritakan sebelum aku berkelana,
bahwa dikota raja ini memang berkeliaran banyak sekali
orang-orangnya Darmo Loreng....."
Rama telah mengajak Ageng Sari, menginap satu malaman
dikota raja.... Memang tubuh mereka sangat letih sekali.....!
0odewikzo0
WAKTU matahari fajar menyingsing, maka tampak Rama
dan Ageng Sari telah mengelilingi kotaraja, karena mereka
ingin ingin mencari jejak Tanjung Getok bertiga.
Tetapi ketiga orang itu tak berhasil mereka temukan,
walaupun mereka telah mencari cari hampir satu harian.
Menjelang sore, Rama mengajak Ageng Sari untuk
bersantap. Dan memasuki warung nasi.
“Mungkin mereka belum tiba...!" Rama mencoba
dugaannya.
“Ya, Akupun menduga begitu..." kata Ageng Sari
mengangguk.
“Heeeemmmm, dalam keadaan seperti ini, kita tidak bisa
bergerak sembarangan, karena hanya akan menimbulkan
kecurigaan. Apakah selama kita msngelilingi kota raja ini,
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
engkau melihat betapa banyak sekali orang-orang yang
memiliki gerak-gerik yang sangat mencurigakan...?"
Sedangkan Ageng Sari telah berdiam diri sejenak, dia
berkata dengan suara yang perlahan: “Sekarangpun kita
tengah diamat-amati orang....!
Rama terkejut, tapi belum lagi ia menoleh kesekelilingnya
disaat itu lelah terdengar lagi perkataan Ageng Sari jauh lebih
perlahan. “Jangan bergerak dan menimbulkan kecurigaan,
teruskan makanmu......!"
Tetapi secara diam-diam, Rama telah melirik
kesekelilingnya. Benar saja, dua meja terpisah dari mereka,
tampak empat orang lelaki bettubuh tinggi besar, tegap sekali,
tengah memandang kearah mereka, dan keempatnya telah
berbisik-bisik seperti juga tengah membicarakan sesuatu.
Disaat itu, tampak Rama telah berkata perlahan: “Kita
harus menghajar keempat orang itu, kita harus mengorek
keterangan dari mereka, dimana tempat tinggalnya Darmo
Loreng!"
Ageng Sari telah mengangguk.
“Ya, kalau besok kita belum bisa mencari guruku dan Empu
Dayeng bersama Tanjung Getok, maka biarlah kita berdua
saja yang bekerja mendatangi Darmo Loreng....!"
Rama menyahuti usul Ageng Sari, sebagai seorang
pemuda yang berdarah panas, tentu saja diapun ingin
melakukan segala peker jaan dengan cepat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Disaat itu, tampak Rama telah menyelesaikan makannya,
dia memanggil pelayan dan Ageng Sari telah melangkah
keluar, sedangkan Rama membayar harga makanan dan
melangkah keluar juga.
Tapi mereka berdaa berlaku waspada sekali, mereka telah
melihat bahwa keempat orang itupun telah bangkit dari
duduknya dan cepat-cepat mengikuti dibelakang mereka.
Tentu saja Ageng Sari dan Rama jadi girang, karena
memang inilah yang dikehendaki oleh mereka. Sengaja Rama
dan Ageng Sari mengambil jalan keluar kota.
Ditempat yang sepi sekali, mereka memperlambat jalannya,
dan tiba-tiba keduanya telah memutar tubuh mereka untuk
memergoki keempat orang yang tengah mengikutinya.
Keempat orang tersebut tak keburu untuk bersembunyi,
karena justru tempat itu merupakan tanah-tanah lapang
berumput.
Waktu mereka berpapasan, dan disaat ke empat orang itu
ingin lewat disamping mereka, tampak Rama menggerakkan
tangan tangannya, dia telah mencengkeram dada salah satu
seorang diantara keempat orang itu, yang berjalan didekatnya.
“Wuttt....!" tubuh orang itu telah disentak dan dilontarkan
dengan keras sekali sehingga dia mengeluarkan jerit
kesakitan wak tu pinggulnya terbanting diatas tanah.
Kemudian diinjaknya perut orang itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Ketiga orang kawannya jadi terkejut sekali, dan mereka
telah mengeluarkan suara bentakan disusul dengan serangan
mempergunakan tinjunya masing-masing kearah Rama.
Tetapi dengan mudah Rama dapat mengelakkan diri dari
serangan-serangan itu dengan menyampok menggunakan
kedua tangannya sekaligus ketiga orang itu terlontar keras
sekali bergulingan diatas tanah.
Kembali Rama mengeluarkan seruan keras sekali dan
tangannya bergerak lagi: “Plak Plak!” terdengar suara yang
keras bukan main. dan kepala orang yang diinjak oleh Rama
telah pecah hancur berantakan dan binasa disaat itu juga.
Cepat-cepat ketiga arang lemasnya mengambil langkah
seribu melarikan diri.
Tetapi disaat itu Rama telah mengeluarkan suara bentakan
yang sangat bengis sekali: “Berhenti! Atau kalian akan
kubinasakan seperti dia ini!!"
Mendengar bentakan Rama seperti itu, ketiga orang yang
tengah berlari ketakutan itu telah menghentikan langkah
kakinya.
Rama mendekati kearah mereka dengan wajah yang
bengis sekali, lalu dia membentak:
“Siapa diantara kalian yang ingin mengalami nasib seperti
dia, yang kepalanya hancur berantakan?" tanya Rama dengan
suara yang bengis. Dan sambil bertanya begitu dia menunjuk
kearah orang yang tadi dipukul pecah kepalanya.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Tidak...aku tidak mau...!” kata orang itu dengan suara
ketakutan.
“Ampun.... ampunilah aku... aku tidak mau.... janganlah aku
dibunuh, aku mempunyai anak dan isteri dirumah, jika aku
dibunuh, anak dan isteriku itu akan makan apa?”
“Ampunilah aku..." meratap lagi seorang yang lain.
“Baik! Aku akan membebaskanmu!” kata Rama selanjutnya
dengan suara yang tetap bengis. “Tetapi, kalian harus
menjawab per tanyaan-pertanyaanku dengan jujur! Aku tanya
satu, kalian jawab satu, aku tanya dua, kalian jawab dua!
Mengerti?!"
“Mengerti!" jawab ketiga orang itu serenlak.
“Kalian berempat tentunya orangnya Darmo Loreng,
bukan?" tanya Rama.
Ketiga orang itu jadi terkejut sekali, mereka sampai
mengeluarkan suara seruan keras oan ketakutan, tetapi salah
seorang telah menyahuti: “Aku.....aku bukan orangnya Darmo
Loreng.....!"
Disaat itu, kelihatan Rama telah berkata dengan bengis:
“Aku bertanya satu kau jawab satu! Jikalau kau tidak jawab
dengan jujur, maka aku akan turunkan tangan bengis!"
Dan setelah berkata begitu, tangan kanannya meluncur
cepat sekali, dia hendak menjambak dada salah seorang dari
ketiga orang itu.
Tentu saja orang itu jadi ketakutan.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Aku mau jawab dengan jujur. Akan ku jawab dengan jujur
!" katanya dengan suara yang ketakutan.
“Cepat jawab, apakah kalian orangnya Darmo Loreng?"
tanya Rama lagi.
“Beee... benar...!” jawab orang yang ketakutan itu.
“Hmmm kalau begitu, kalian yang dua ini merupakan
manusia yang tidak tahu diri dan harus mati!!" kata Rama
bengis, dan sambil berkata begitu tangannya bergerak dengan
cepat sekali sehingga baru saja kedua orang itu hendak
meminta ampun, tahu-tahu kepala mereka telah pecah
berantakan. Kemudian Rama telah berkata lagi:
“Kalau kau berbohong, nasibmu akan sama seperti
mereka!" kata Rama sambil tertawa dingin lagi. Memang
sengaja Rama membinasakan juga kedua orang itu, karena
dia ingin menghancurkan jiwa dan orang tawanannya yang
seorang ini, agar menjawab setiap pertanyaannya dengan
jujur.
Saat itu kelihatan Rama telah bertanya lagi.
”Dimana tempat berdiamnya Darmo Loreng?"
“Digedungnya....!" sahut orang itu ketakutan setengah mati.
“Aku tahu! Tetapi dimana letak gedungnya itu!!" tanya
Rama lagi dengan suara yang bengis.
“Diii.... digedung... digedung ketiga dari sebelah Utara pintu
kota ..!" akhirnya orang itu bisa menyahuti juga, dia lalu
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
berkata lagi dengan suara yang gemetar: “Dan... dan...
pintunya yang berwarna hitam...!"
“Kau tidak berdusta?!" tanya Rama dengan suara yang
tetap bengis.
“Mana... mana berani aku berdusta, apakah kepalaku ini
ingin dihancurkan? Aku.. aku seorang yang tahu diri...!" kata
orang itu dengan ketakutan sekali.
“Hemm, berapa banyak anak buah dari Darmo Loreng ?"
tanya Rama lagi.
“Berjumlah hampir seratus orang, berasal dari berbagai
daerah!" sahut orang itu.
“Lalu apa tugasmu bersama kawan-kawanmu itu?" tanya
Rama pula.
“Kami hanya menjadi mata-mata untuk melihat-lihat kalaukalau
ada musuh Susuhunan atau musuh kerajaan. Orangorang
yang dicurigai harus ditangkap..."
Mendengar sampai disitu. Rama telah mengangguk puas.
“Baiklah! Jika sekarang engkau dibebaskan, kau tentu akan
segera memberikan laporan kepada Darmo Loreng, berarti
akan mempersulit diri kami! Maka dari itu, tidak dapat engkau
dibiarkan pergi.....!"
Semangat orang itu jadi terbang meninggalkan tubuhnya,
mukanya jadi pucat pias.
“Jadi...jadi aku akan dibunuh? Ampun!” teriaknya dan
karena ketakutan dia telah menangis menggerung-gerung.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
“Heeemm......!" Rama telah mendengus. “Tadi aku telah
berjanji akan membebaskan kau jika engkau bicara terus
terang!”
“Bukankah ... bukankah aku telah bicara sejujurnya?" tanya
orang itu, seperti juga memprotes.
“Benar! Aku tak akan membinasakan dirimu, tapi kau
mengasolah disini dulu!” dan setelah berkata begitu, tangan
Rama bergerak cepat, dia memukul kepala orang itu dengan
tenaga yang telah diperhitungkan.
“Matilah aku....!" teriak orang itu ketakutan melihat tangan
Rama meluncur datang, tapi dia tidak bisa mengelakkan diri,
maka kepalanya telah terpukul sampai dia merasakan
kepalanya seperti dihantam alu, dan kemudian dia jatuh
pingsan tak sadarkan diri.
Rama telah mengajak Ageng Sari untuk menuju kepintu
kota sebelah utara.
Benar saja, gedung besar yang ketiga dari pintu kota itu
pintunya berwarna hitam.
Saat itu Rama menarik tangan Ageng Sari, dan menuju
kesamping gedung.
Kemudian Ageng Sari dan Rama telah melompati tembok
pekarangan gedung tersebut dengan mudah. Tapi mereka jadi
terkejut, karena didalam pekarangan itu terdengar suara
benturan senjata tajam dan suara bentakan-bentakan.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Dibalik batu gunung-gunungan palsu, kelihatan beberapa
orang sedang bertempur.
Untuk girangnya Rama dan Ageng Sari segera mengenali
mereka, tiga orang diantaranya adalah Tanjung Getok, Empu
Dayeng dan Sarmini.
Disaat itu, ketiga orang tersebut tengah dikepung oleh dua
belas orang bersenjata golok, dan benturan senjata mereka
itulah yang memperdengarkan suara nyaring tidak hentinya.
Tampak Rama telah melompat menerjang sambil berseru:
“Jangan takut, kami datang membantu!" dan sambil berseru
Rama telah menggerakkan kedua tangannya, maka seketika
itu juga tampak rubuh dua orang pengepung Empu Dayeng
dengan kepala mereka pecah.
Tentu saja pengepung Empu Dayeng bertiga jadi kaget
bukan main melihat lawan mereka mendapat bantuan. Empu
Dayeng, Tanjung Getok dan juga Sarmini kelihatan menjadi
girang sekali. Mereka nampir serentak menunjuk salah
seorang pengepungnya yang berewokan tebal.
“Dialah Darmo Loreng....!" teriak ketiga orang itu pula
hampir serentak.
Rama dan Ageng Sari telah mengalihkan serangan mereka
kepada lelaki berewokan itu yang benar Darmo Loreng
adanya.
Setelah mereka bertempur beberapa lamanya, Darmo
Loreng merasakan bahwa dirinya akan terancam bahaya jika
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
bertempur terus dengan cara seperti itu, maka dia telah
merogoh sakunya dalam suatu kesempatan dan berhasil
melepaskan panah bersuara, yang suaranya bersiul panjang
sekali.
Itulah suatu tanda rahasia untuk memanggil orangorangnya.
Tetapi disaat itu Rama dan kawan-kawannya dengan
serentak melancarkan serangan menggunakan kesempatan
disaat Darmo Loreng tengah melemparkan panah
bersuaranya. Mereka juga menghantam dengan ajian-ajian
yang sangat dahsyat. Maka dari itu, tidak mengherankan jika
Darmo Loreng jadi tidak bisa mengelakkan diri lagi. Dengan
mengeluarkan suara jeritan yang menyayatkan hati tubuhnya
terpental melayang ditengah udara..... kemudian tubuh itu
jatuh terbanting diatas tanah dengan nyawa yang telah yang
meninggalkan raga yang kotor itu....!
“Cepat lari!" berseru Empu Dayeng ketika melihat Darmo
Loreng telah binasa.
Rama dan yang lainnya tanpa membuang buang waktu lagi
telah melompati tembok, mereka melarikan diri dengan cepat
sekali.
Orang-orangnya Darmo Loreng mengejar terus sambil
berteriak-teriak: “Tangkap! Tangkap penjahat!"
Mereka bermaksud menangkap salah seorang saja dari
pembunuh pemimpin mereka karena jika tidak, tentu mereka
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
semuanya akan menerima hukuman dari Susuhunan slas
kematian Darmo Loreng.
Tetapi Empu Dayeng dan lainnya memiliki ilmu berlari
cepat yang telah sempurna. Mereka berlari dengan sekuat
tenaganya, sebab kuatir kalau-kalau pintu kota telah terjaga
oleh pasukan Susuhunan.
Dalam sekejap mata saja, telah ribuan meter mereka
lalui......
Empu Dayeng dan kawan-kawannya telah melihat bahwa
pengejar-pengejarnya sudah tertinggal jauh dan tidak terlihat
bayangannya lagi.
Maka mereka telah berhenti untuk beristirahat. Setelah
perasaan lelah mereka berkurang, kelima orang kesatria ini
telah melanjutkan perjalanan mereka.
Begitulah, mereka telah menuju kegunung Bromo, mereka
berdiam disana selama satu bulan.
Empu Dayeng yang mengetahui dan waspada akan
perasaan Rama dan Ageng Sari, telah mewakili mereka
menemui Ki Ageng Seno dan Ki Panempuan, untuk
membicarakan hubungan kedua muda-mudi itu.
Akhirnya, dengan pesta ala kadarnya dan sederhana,
pernikahan Rama dan Ageng Sari telah dilangsungkan.
Setelah sebulan Rama dan Ageng Sari menjadi pasangan
suami istri, Ki Ageng Seno telah perintahkan Rama untuk
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
pergi mencari Gagak Sawer dan Sumo Ireng, kedua
musuhnya.
Dengan mudah Rama dan Ageng Sari mencari jejak kedua
orang itu, bahkan merekapun berhasil membinasakannya.
Selama berkelana Rama dan Ageng Sari banyak
melakukan perbuatan perbuatan mulia dan membela yang
lemah dari tindakan sikuat tapi jahat, sehingga Rama dan
Ageng Sari cepat sekali menjelma sebagai pasangan suami
isteri pendekar yang budiman, dan wajib kita tiru dan puji
segala sepak terjangnya.
T A M A T

Related Posts: