Agustus Oh

  • PB 21
  • PB 20
  • PB 19
  • PB 18
  • PB 17
  • PB 16
  • PB 15
  • PB 14
  • PB 13
  • PB 12
  • PB 11
  • PB 10
  • PB 9
  • PB 8
  • PB 7
  • PB 6
  • PB 5
  • PB 4
  • PB 3
  • PB 2
  • Pendekar Bego 1
  • disw 11 tamat
  • disw 10
  • disw 9
  • disw 8
  • disw 7
  • disw 7
  • disw 6
  • disw 5
  • disw 4
  • DISW 3
  • disw 2
  • DENDAM IBLIS SERIBU WAJAH 1
  • wi 23 tamat
  • wi 22
  • wi 21
  • wi 20
  • wi 19
  • wi 18
  • wi 17
  • wi 16
  • wi 15
  • wi 14
  • wi 13
  • wi 12
  • wi 11
  • wi 10
  • wi 9
  • WI 8
  • WI 7
  • WI 6
  • WI 5
  • WI 4
  • WI 3
  • WI 2 Uh
  • Wanita Iblis 1
  • etdl 15 tamat
  • etdl 14
  • etdl 13
  • etdl 12
  • etdl 11 crit
  • etdl 10 aih
  • etdl 9
  • ETDL 8 AH
  • etdl 7 ooohhhh
  • etdl 6
  • etdl 5 ohhhh
  • etdl 4 eaaa
  • etdl 3 aeaeaeea
  • ETDL 2 Eaaaa
  • Elang Terbang di Dataran Luas 1
  • ismrp 32 tamat
  • ismrp 31
  • ismrp 30
  • ismrp 29
  • ismrp 28
  • ismrp 27
  • ismrp 26
  • ismrp 25
  • ismrp 24
  • ismrp 23
  • ismrp 22
  • ismrp 21
  • ismrp 20
  • ismrp 19
  • ismrp 18
  • ismrp 17
  • ISMRP 16
  • ismrp 15
  • ismrp 14
  • ismrp 13
  • ismarp 12
  • ismrp 11 ea
  • ISMRP 10 EA
  • ISMRP 9 EA
  • ISMRP 8 EA
  • ISMRP 7 EA
  • ISMRP 6 EA
  • ISMRP 5 EA
  • ISMRP 4
  • ISMRP 3 EA
  • ISMRP 2 EA
  • Irama Suling Menggemparkan Rimba Persilatan 1
  • AN 21 EA TAMAT
  • AN 20 EA
  • AN 19 EA
  • AN 18 EA
  • AN 17 EA
  • AN 16 EA
  • AN 15 EA
  • AN 14 EA
  • An 13 EA
  • AN 12 EA
  • AN 11 EA
  • AN 10 Ea
  • AN 9 Ea
  • AN 8 Ea
  • AN 7 EA
  • AN 6 EA
  • AN 5 EA
  • AN 4 E.a
  • AN 3 E.A Kali Kikiki
  • AN 2 E.A Kikiki
  • Anak Naga 1 (Sebelum Ksatria Baju Putih)
  • pssp 23 tamat
  • pssp 22
  • pssp 21
  • pssp 20
  • pssp 19
  • pssp 18
  • pssp 17
  • pssp 16
  • pssp 15
  • pssp 14
  • pssp 13
  • pssp 12
  • pssp 11
  • PSSP 10
  • PSSP 9
  • PSSP 8
  • PSSP 7
  • PSSP 6
  • PSSP 5
  • PSSP 4
  • PSSP 3
  • pssp 2
  • PENDEKAR SAKTI SULING PUALAM (lANJUTAN kSATRIA bAJ...
  • KBP 9 TAMAT
  • KBP 8
  • KBP 7
  • KBP 6
  • KBP 5
  • KBP 4
  • KBP 3
  • KBP 2
  • ksatria baju putih (LANJUTAN ANAK NAGA) 1
  • PPS 15 khatam
  • PPS 14
  • PPS 13
  • PPS 12
  • PPS 11
  • PPS 10
  • PPS 9
  • PPS 8
  • PPS 7
  • pps 6
  • PPS 5
  • PPS 4
  • PPS 3
  • PPS 2
  • PENDEKAR PEDANG SAKTI 1
  • - See more at: http://iluvceritadewasa.blogspot.co.id/2015/10/tkp-7_19.html#sthash.MDeDRnmc.dpuf

    Related Posts:

    PB 21

    Sekali lagi Be Siau soh tertawa dingin, katanya.
    "Kekasihku, bila kau menginginkan obat penawar
    tersebut, maka kau harus menyerah kepadaku..."
    Dia tahu Ong It sin adalah seorang lelaki sejati yang tak
    pernah mencla mencle dalam setiap perkataannya, bila ia
    telah meluluskan permintaannya untuk menyerah, sampai
    matipun janji tersebut tak akan diingkari.
    Ong It sin segera meludah keatas tanah, setelah itu baru
    ujarnya:
    "Perempuan siluman, kau betul betul berjiwa sosial,
    ternyata masih bersedia untuk memberi obat penawar
    kepadaku..."
    Sementara itu suasana dibawah panggung sana menjadi
    sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun, semua orang
    merasakan peluh dingin telah membasahi telapak
    tangannya, terutama sekali dua orang gadis she Bwe, saking
    gelisahnya mereka menjadi gugup sekali.
    Terdengar Be Siau soh berkata:
    "Kekasihku, dulu ketika kau masih berwajah jelekpun
    aku pernah beberapa kali bermesrahan kepadamu, apalagi
    saat ini kau sudah menjadi begini bagus tampan dan gagah,
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    mana aku tega untuk membunuhmu? Tapi kau jangan
    keburu senang, sebab perkataanku belum selesai
    kuucapkan!"
    Paras muka Ong It sin sama sekali tidak berubah, dengan
    suara dingin dia berkata:
    "Apa saja syaratmu itu, cepat kau katakan!"
    Be Siau soh tertawa ringan katanya:
    "Sungguh suatu jawaban yang berterus terang, baik,
    akupun tak akan berusaha untuk memutar kayun lagi,
    kekasihku, cepat kau serahkan kitab pusaka ilmu pedang
    Sang yang kiam hoat tersebut kepadaku"
    "Kau tidak memberikan obat penawar tersebut
    kepadaku, mana mungkin aku akan mengatakannya?"
    Paras muka Be Siau soh agak berubah tapi dengan cepat
    tak menjadi tenang kembali, katanya kemudian:
    "Aaah, aku telah melupakan hal itu, nah ambillah!"
    Sambil berkata dia lantas melemparkan sebutir pil
    berwarna hijau ke depan.
    Dengan cepat Ong It sin menerimanya dan dimasukkan
    ke dalam mulut, setelah itu dia berkata:
    "Sekarang racun itu sudah punah, maka akupun akan
    berterus terang memberi tahukan kepadamu, kitab pusaka
    ilmu pedang Sang yang kiam hoat tersebut telah kubakar
    sampai habis"
    Mendengar perkataan itu, Be Siau soh menjadi kecewa
    sekali, tapi dengan cepat sekulum senyuman licik menghiasi
    ujung bibirnya, dia berkata dengan cepat:
    "Aku telah menduga kalau kau akan berbuat demikian,
    maka pil pemunah yang kuberikan kepadamu tadi pun
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    bukan obat penawar yang sebenarnya, obat tersebut tadi tak
    lebih hanya suatu obat yang bisa mencegah menjalarnya
    racun itu selama satu jam"
    Ong It sin segera menarik wajahnya, lalu berkata dengan
    sedih:
    "Siau soh, kalau toh kemenangan sudah berada
    dipihakmu, paling tidak kau harus teringat kalau aku telah
    mengampuni selembar jiwamu tadi, serahkanlah obat
    penawar yang sebenarnya kepadaku, kemudian persoalan
    selanjutnya baru kita bicarakan lagi"
    Be Siau soh segera tertawa terbahak bahak setelah
    mendengar perkataan itu, katanya:
    "Haaahhh... haaahhh... haaahhh... aku mah tak akan
    bertindak sebodoh itu, kesempatan baik tak boleh disia
    siakan dengan begitu saja, apalagi kesempatan semacam itu
    belum tentu akan terulang kembali, hari ini asal aku
    berhasil menguasahi dirimu, berarti dunia persilatan sudah
    berada ditanganku!"
    "Jadi kalau begitu, kecuali kau suruh aku menyerahkan
    diri, maka obat penawar itu tak akan kau berikan
    kepadaku?"
    "Benar!"
    "Apakah kau juga tak akan mengingat ingat hubungan
    kita dimasa yang lalu?"
    "Benar!"
    "Dengan berbuat demikian, apakah kau tidak merasa
    menyesal atau sedih...?"
    Be Siau soh segera tertawa terbahak bahak.
    "Haaahhh... haaahhh... haaahhh... kalau tidak kejam
    bukan perempuan namanya, kau anggap aku benar benar
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    masih menaruh perhatian kepadamu? Padahal asal dunia
    persilatan sudah terjatuh ke tanganku, mau mencari berapa
    banyak lelaki tampan pun tidak susah..."
    Ketika ucapannya sampai disitu, mendadak Ong It sin
    membentak keras:
    "Perempuan siluman kau tertipu mentah mentah, kau
    anggap aku benar benar sudah terkena racun dari jarum
    ekor lebahmu itu? Hmmm... tak usah bermimpi disiang hari
    bolong, bila kau tidak percaya, silahkan memeriksa sendiri
    keatas panggung diantara ludah yang kuludahkan keluar
    tadi, jarum jarum beracun tersebut berada diantaranya..."
    Paras muka Be Siau soh sama sekali tidak berubah
    sambil tertawa dingin ia berkata:
    "Kau jangan berharap hendak memancing aku untuk
    membungkukkan badan lalu secara tiba tiba melancarkan
    serangan, siasat semacam itu sudah tak ada artinya lagi
    bagiku bila ucapanmu itu memang tak salah, kenapa kau
    tidak mengambilnya sendiri untuk diperlihatkan kepadaku?
    Asal kau bisa membuktikannya sendiri kepadaku, aku baru
    akan percaya!"
    Ong It sin segera naik keatas panggung dan mengambil
    sebatang jarum lembut berwarna biru yang terjatuh diatas
    panggung baru saja digoyangkan dibawah cahaya matahari,
    maka tampaklah cahaya tajam berkilauan memancar
    kemana mana...
    Begitu dilihatnya benda memang benar benar merupakan
    jarum beracunnya, ia lantas membentak keras sambil
    menubruk ke depan, tangan kirinya segera diayunkan ke
    depan melepaskan segulung hujan yang menyelimuti
    seluruh angkasa.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Tiba tiba Ong It sin menarik napas panjang panjang
    sambil melambung ketengah udara, cahaya perak yang
    berkilauan itupun segera menyambar lewat dari bawah
    kakinya
    Dengan telapak tangan disebelah kiri, pedang ditangan
    kanannya, sekali lagi Be Siau soh melangsungkan suatu
    pertarungan yang amat sengit melawan Ong It sin.
    Beberapa puluh gebrakan kemudian kembali ia terdesak
    dan terperosok dibawah angin.
    Ong It sin segera mengembangkan permainan pedangnya
    semakin ketat, dia bermaksud untuk mengurung musuhnya
    dibalik kabut pedangnya yang mengelilingi seluruh arena.
    Siapa tahu, pada saat itulah Be Siau soh melompat ke
    samping arena, kemudian bentaknya nyaring:
    "Tahan!!!"
    "Apa lagi yang hendak kau katakan?" tegur Ong It sin.
    "Aku bersiap siap untuk beradu jiwa dengan kau lelaki
    yang tak berperasaan, cuma aku harus menyerahkan dulu
    pesan pesan terakhirku kepada mereka, tentunya kau tidak
    keberatan bukan?"
    Ong It sin masih tetap mempertahankan ketenangan
    serta kegagahannya, dia menjawab:
    "Pergilah tapi jangan membuang waktu terlalu lama!"
    Setelah mengundurkan diri dari atas panggung, Be Siau
    soh segera mengundang datang ketiga orang wakil ketuanya
    dan membisikkan sesuatu.
    Kemudian menanti Sangkoan Bu cing, Seng Meh cu dan
    Siau Mi lek telah beranjak pergi sambil manggut manggut,
    dia baru melompat kembali ke hadapan Ong It sin seraya
    berseru dengan suara pedih:
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Pepatah mengatakan, dua jago tak mungkin bisa berdiri
    bersama, aku Be Siau soh tidak mau mengaku kalah dengan
    begitu saja, aku bertekad hendak mengadu jiwa denganmu"
    "Betul betul ucapan yang luar biasa, aku pasti akan
    pertaruhkan nyawaku untuk mengiringi keinginanmu itu,"
    jawab Ong It sin sambil tertawa hambar.
    Be Siau soh tidak banyak berbicara lagi dan segera
    menggerakkan pedang mestika Hu si ku kiam miliknya dan
    sekali lagi melancarkan serangan dengan gencar.
    Perempuan ini memang selain licik, gagah dan kejam.
    Siapa berani mengusiknya sama halnya dengan
    mengusik sarang lebah saja.
    Walaupun Ong It sin termasuk pemuda yang pemberani,
    tak urung dia dibikin bergidik juga.
    Dalam waktu singkat sepuluh jurus sudah lewat.
    Kemudian lima puluh juruspun berlalu.
    Ketika pertarungan sudah meningkat sampai seratus
    jurus, menang kalah masih sukar untuk ditentukan.
    Tanpa terasa semua orang segera memusatkan
    perhatiannya keseluruh arena pertarungan.
    Dalam keadaan demikian, mereka sama sekali tidak
    menyadari kalau para jago dari pihak Ki thian kau telah
    mengundurkan diri secara diam diam.
    Dalam pada itu, semakin bertarung Ong It sin nampak
    semakin kosen, angin pukulannya menderu deru sampai
    keseluruh arena, pedang Kim liong kiam yang berada
    ditangannya juga menyambar kesana kemari tanpa ampun.
    Menyaksikan kejadian itu, Kim liong lojin segera
    bergumam:
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    “Wahai pedang mustikaku, akhirnya kau telah
    menemukan majikan yang paling tepat"
    Seratus gebrakan kembali sudah lewat ketika Ong It sin
    mencoba untuk mengamati pihak lawan, tampak butiran air
    keringat telah membasahi jidat perempuan itu.
    Cuma tenaga dalam yang dimiliki lawannya memang
    amat sempurna, sehingga untuk sesaat lamanya sukar untuk
    ditaklukkan.
    Paling tidak sekalipun harus bertarung seratus jurus lagi
    pun belum tentu menang kalah bisa ditentukan.
    Sementara dia masih termenung sambil mencari jalan
    untuk mengalahkan musuhnya mendadak Be Siau soh
    mengerahkan tenaganya sambil secara beruntun
    melancarkan beberapa bacokan, begitu kabut pedang
    menyelimuti seluruh angkasa, dia segera membalikkan
    badan dan melarikan diri dari tempat itu.
    Tampak perempuan itu berlarian dengan kecepatan luar
    biasa, dalam dua tiga kali lompatan saja ia telah tiba ditepi
    hutan.
    Ong It sin segera berpikir:
    "Sebelum sampai menderita kekalahan total, kenapa
    secara tiba tiba melarikan diri? Jangan jangan dibalik
    kesemuanya itu terdapat siasat busuk lainnya"
    Sementara dia masih ragu ragu, Be Siau soh telah
    menyusup masuk kedalam hutan.
    Menanti Ong It sin menyusul kesana bayangan tubuh
    orang itu sudah lenyap tak berbekas.
    Ketika mereka mencoba untuk memeriksa para anggota
    Ki thian kau ternyata tak seorang manusiapun yang masih
    tertinggal di sana, semuanya telah meninggalkan tempat itu.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Si Dewa cebol Cu Lian ci segera berseru dengan
    mendongkol:
    "Kawanan cucu kura kura itu cepat betul kaburnya"
    "Mungkin pihak lawan telah mempersiapkan suatu
    rencana busuk menunggu kita masuk perangkap" kata Leng
    mong sinceng kemudian.
    "Mungkin mereka telah menanam bahan peledak
    didalam tanah sekitar tempat ini!" seru Cing hoa loni tiba
    tiba.
    Ucapan tersebut dengan cepat menyadarkan kembali
    semua orang.
    Seketika itu juga semua orang menjadi gugup dan
    berusaha hendak menyelamatkan diri sendiri.
    Dengan cepat Biau si sinni berseru:
    "Harap kalian jangan gugup dan melarikan diri secara
    gegabah, terutama sekali tempat tempat yang tampaknya
    seperti bisa dipakai untuk menyembunyikan diri, tempat
    semacam itu lebih berbahaya lagi, cara yang terbaik adalah
    secepatnya mengundurkan diri dari lembah Jit hwee kok
    ini!"
    Begitu mendengar ucapan tersebut, tidak menunggu
    komando lagi, serentak semua orang berlarian menyusuri
    jalan semula.
    Lembah Jit hwe kok ini letaknya berliku liku, sekalipun
    tidak luas namun untuk menelusurinya memakan waktu
    yang cukup lama.
    Belum lagi tiba di mulut lembah, dari atas puncak tebing
    telah terdengar seseorang berseru dengan genit:
    "Dengarkan baik baik para enghiong hohan yang
    berkumpul disini, sekarang kalian sudah terperangkap oleh
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    siasatku, ibaratnya ikan dalam jaring, katak dalam
    keranjang, jangan harap kalian bisa meloloskan diri lagi dari
    tempat ini, tapi bila kalian bersedia untuk menyerahkan
    diri, akupun tak akan merenggut jiwa kalian"
    Ketika Ong It sin mendengar orang yang berbicara itu
    adalah Be Siau soh, cepat dia berseru:
    "Andaikata kami menampik permintaanmu itu?"
    "Ooh kekasihku yang manis" ujar Be Siau soh cepat,
    "Aku kuatir kalau kau akan berubah menjadi seekor itik
    panggang!"
    "Aku benar benar menyesal telah memberi sebuah
    kesempatan kepadamu untuk hidup kembali" seru Ong It
    sin dengan gusar.
    Kembali Be Siau soh tertawa, katanya:
    "Perasaan welas macam perempuan begitu justru
    merupakan titik kelemahan bagi kaum pendekar macam
    kalian, aku mah enggan menerima kebaikanmu itu!"
    "Apakah kau yakin bisa membakar mati diriku?"
    "Kalau senjata api biasa mungkin masih bisa ada
    harapan baginya untuk melarikan diri, tapi hari ini kau
    telah berjumpa dengan seorang ahli dalam ilmu senjata api,
    aku yakin kau pasti mati!"
    "Maksudmu, kau telah mengundang kedatangan Ciok
    yong li sin Ouwyang Yan hun?"
    "Kau memang bukan seorang pemuda pikun yang
    bodoh, sekali tembak lantas benar sayang sekali walaupun
    kau memiliki kepandaian yang lihay namun tak akan lolos
    dari kematian yang mengenaskan, cuma... bila kau sampai
    mati nanti, putraku Siau poh pasti akan menyembah
    didepan layonmu..."
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    00ooood00woooo00
    Jilid 33 TAMAT
    ONG It sin segera tertawa terbahak bahak.
    "Kau tak usah membohongi orang Ciok yong li sin
    selamanya tinggal dalam lembah Hwe yan kok, mana
    mungkin dia mau diperalat olehmu?"
    Be Siau soh segera tertawa cekikikan.
    "Betul betul menggelikan sekali, rupanya ketajaman
    pendengaran kalian kurang baik ketahuilah Ciok yong li sin
    sudah lama menggabungkan diri dengan perkumpulan
    kami, malah dia bersedia untuk turun tangan sendiri
    menghadapi kalian"
    "Aku tidak percaya"
    "Kalau tidak percaya, mengapa tidak kau tengok
    kesana?" seru Be Siau soh sambil menunjuk kearah tebing
    seberang.
    Ong It sin dan para jago menengok ke depan, betul juga
    seorang perempuan tua berbaju merah sedang berdiri tegak
    disitu.
    oooodOwoooo
    Perempuan tua itu rambutnya telah memutih semua,
    dipunggungnya menggembol sebuah buli buli besar, sedang
    dibawah pinggangnya terdapat beberapa kantung kulit.
    Dia memang tak lain adalah Ciok yong li sin.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Kau benar benar hendak membunuh para jago dengan
    senjata berapimu itu...?" Ong It sin segera mendongakkan
    kepalanya menegur.
    Mencorong sinar bengis dan dendam dari balik wajah
    Ciok yong li sin, dengan wajah menyeringai seram dan
    mata melotot penuh rasa dendam dia berteriak:
    "Bocah keparat lebih baik kau tak usah berlagak lagi
    dihadapanku. Hmmm... ketahuilah, hari ini aku sengaja
    datang kemari untuk membalaskan dendam bagi kematian
    muridku, hayo jawab, mengapa kau bunuh murid
    kesayanganku itu?"
    Mula mula Ong It sin agak tertegun, rupanya ia tidak
    mengerti apa yang dimaksudkan lawannya, tapi setelah
    berpikir sekian lama, mendadak satu ingatan melintas
    didalam benaknya, dia lantas berseru dengan suara lantang:
    "Oooh... rupanya kau maksudkan Tho bin yau hu
    (siluman rase berwajah tho)...? Jadi kau sengaja hadir disini
    untuk membalas dendam atas kematian perempuan siluman
    itu?"
    Sebagaimana diketahui, Tho bin yau hu adalah gundik
    kesayangan Thian tok tay ong.
    Selain sebagai gundik kesayangan dari gembong iblis
    tersebut, sesungguhnya dia adalah murid kesayangan dari
    Ciok yong li sin.
    Bulan berselang, ketika Ong It sin menghancurkan kota
    ular berbisa, pemuda ini merasa benci sekali atas kekejian
    lawannya yang telah menggunakan senjata rahasia berapi
    untuk menghadapinya dalam pertarungan tersebut akhirnya
    dia berhasil membunuh musuhnya itu.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Betul betul diluar dugaan, ternyata kematian dari Tho
    bin yau hu tersebut justru mengakibatkan munculnya
    gembong iblis tua ini untuk membantu pihak Ki thian kau.
    Sementara itu, Ciok yong li sin telah naik pitam, dengan
    wajah merah membara dia berseru:
    "Kau tak usah banyak berbicara lagi, seandainya lonio
    tidak bermaksud untuk membalaskan dendam bagi
    kematian muridku, memangnya kau anggap aku khusus
    datang kemari hanya untuk berterima kasih atau bersalam
    salaman dengan dirimu?"
    Berkerut kening Ong It sin setelah mendengar perkataan
    itu, dia merasa ucapan itu amat tak sedap didengar.
    Setelah termenung sesaat, diapun berkata lagi:
    "Oooh... jadi kalau begitu, kehadiranmu disini hanya
    bertujuan untuk mencari aku dan membalaskan dendam
    bagi kematian muridmu itu? Bagus, bagus sekali, memang
    paling baik kalau urusan ini kita selesaikan secara pribadi
    kita sendiri, sebab kebetulan sekali aku memang telah
    berhasil menguasahi semacam ilmu sakti yang tak mempan
    direndam dalam air, tak hangus dibakar dengan api,
    tentunya kau tidak keberatan untuk melayani diriku satu
    lawan satu bukan?"
    Ciok yong li sin merasa geram sekali, kalau bisa dia ingin
    menerjang anak muda itu serta mencincang tubuhnya
    menjadi berkeping keping.
    Begitu mendengar tantangan tersebut, tanpa berpikir
    panjang lagi dia menyahut:
    "Baik, kululuskan permintaanmu itu! Hmmm, jangan
    kau anggap aku jeri untuk berduel melawanmu"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Menyaksikan lawannya sudah termakan oleh
    bandingannya yang memang bertujuan untuk memanaskan
    hati lawan itu, Ong It sin tidak menyia nyiakan kesempatan
    baik itu dengan begitu saja, dengan cepat dia berkata lebih
    lanjut:
    "Ucapan seorang Kongcu, ibaratnya kuda yang
    dicambuk, sekali ucapan terlepas keluar, sampai matipun
    tak akan menyesal. Sebelum pertarungan dilangsungkan,
    aku ingin mengajukan satu syarat, dan aku harap kau
    bersedia menerima syaratku ini"
    "Apa syaratmu itu? Cepat katakan saja berterus terang..."
    seru perempuan tua itu cepat.
    "Permintaanku sederhana sekali, yakni sebelum
    pertarungan kita berakhir dan sebelum menang kalah
    diantara kita berdua berhasil ditentukan, aku minta kau
    jangan sembarangan menggunakan senjata rahasia
    berapimu untuk mencelakai para jago yang hadir disini,
    tentunya permintaanku ini tidak terlampau merugikan
    dirimu bukan?"
    Ciok yong Li sin tidak langsung menjawab, dia
    termenung beberapa saat lamanya, setelah itu pelan pelan
    baru mengangguk.
    "Baiklah, untuk membuktikan kalau aku memang tidak
    takut kepadamu, kukabulkan permintaanmu itu"
    Melihat pihak lawan telah menyepakati permintaannya,
    paling tidak Ong It sin merasa agak lega, sebab
    bagaimanapun juga untuk sementara waktu dia tak perlu
    menguatirkan keselamatan dari para jago yang hadir disana
    lagi.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Sorot matanya segera dialihkan memandang sekejap
    sekeliling tempat itu, dilihatlah empat penjuru tempat itu
    berupa bukit bukit terjal yang menjulang tinggi ke angkasa.
    Hanya jauh dibawah tebing diseberang sana tampak ada
    sebuah tanah lapang yang cukup luas, paling tidak luas
    tanah lapang itu mencapai beberapa ban...
    Menyusul kemudian, dibelakang tanah lapang tadi
    terbentang sebuah hutan yang cukup lebat.
    Menyaksikan keadaan medan yang terbentang
    disekeliling tempat itu, dengan cepat Ong It sin menyusun
    suatu rencana yang sempurna guna menanggulangi
    ancaman lawan.
    Setelah termenung sejenak, dia baru berseru:
    "Bagaimana kalau kita langsungkan saja pertarungan ini
    ditengah tanah lapang sana agar jangan sampai pertarungan
    tersebut mengakibatkan kerugian atau cedera pihak mereka
    yang tidak tersangkut dalam persoalan ini..."
    Ciok yong li sin mendongakkan kepalanya memandang
    sekejap tanah lapang didepan sana, kemudian manggut
    manggut.
    "Baik, kita boleh bertarung ditempat itu.”
    Pelan pelan Ong It sin beranjak dan menuju ketanah
    lapang tersebut kemudian setelah duduk bersila sambil
    mempersiapkan diri, diapun berkata dengan tenang.
    "Nah, aku telah mempersiapkan diri sebaik baiknya, bila
    kau telah siap, silahkan kau lancarkan seranganmu itu"
    Sebagaimana diketahui, ilmu senjata rahasia berapi yang
    dimiliki Ciok yong li sin sudah amat termashur namanya
    diseluruh kolong langit, semua orang tahu bahwa senjata
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    rahasia tersebut sanggup menghancur lumatkan tubuh
    manusia.
    Maka ketika dilihatnya Ong It sin bermaksud untuk
    menggunakan tubuhnya menghadapi serangan senjata api
    lawannya, sedikit banyak para jago dibuat terkesiap juga
    sehingga tanpa terasa peluh dingin diam diam bercucuran
    membasahi tubuh mereka.
    Selain daripada itu, mereka semua juga tahu kalau Ong
    It sin berbuat demikian tak lain bertujuan untuk
    menyelamatkan semua orang dari bencana yang tak
    diinginkan.
    Kebesaran jiwa dan semangat juang yang diperlihatkan
    anak muda itu, dengan cepat mengharukan setiap orang,
    diam diam para jago tersebut merasa semakin kagum lagi
    terhadap kegagahan dan kebesaran jiwa anak muda itu.
    Kontan saja ada beberapa orang yang terpengaruh oleh
    dorongan emosi meluap dalam dada mereka, mendadak
    melompat kedepan dan siap mendekati si anak muda itu.
    Ih lwee ji seng (Dua malaikat dari kolong langit) yakni
    Leng mong sinceng gurunya Ong It sin dan Biau Tam sinni
    gurunya Bwe Leng soat beserta dewa cebol menjadi
    terperanjat sekali.
    Buru buru mereka memencarkan diri dengan niat untuk
    menghalangi, setelah menjamin kalau tiada mara bahaya
    yang mengancam, barulah perasaan mereka menjadi tenang
    kembali.
    Sementara dipihak sini sedang ribut ribut, dari atas
    puncak bukit karang itu kedengaran Ciok yong li sin sedang
    berseru dengan suara yang keras seperti geledek:
    "Bocah keparat, kau tak usah tekebur dan tidak
    memandang sebelah matapun kepada orang lain, coba kau
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    rasakan dahulu beberapa butir peluru pek lek siau gi tan
    milikku ini, lihatlah sampai dimanakah enaknya peluru
    peluruku itu!"
    Berbareng dengan selesaikan perkataan tersebut,
    tampaklah bayangan hitam dari beberapa butir peluru itu
    segera berhamburan ke bawah dengan kecepatan bagaikan
    sambaran kilat.
    Ong It sin hanya duduk tenang tenang saja dibawah
    pohon siong, terhadap datangnya ancaman mana dia tidak
    ambil peduli, seakan akan serangan tersebut bukan suatu
    ancaman yang bisa membahayakan jiwanya.
    Tapi begitu peluru peluru sakti tersebut sudah hampir
    menyentuh permukaan tanah, mendadak ujung bajunya
    dikebaskan ke depan, lalu disambar ke samping dan tahu
    tahu peluru peluru tadi sudah berpindah ke dalam sakunya
    tanpa meledak.
    Menyaksikan demonstrasi yang amat mengagumkan itu,
    serentak para jago bersorak sorai kegirangan, teriaknya
    berulang kali.
    "Benar benar kepandaian yang hebat! Benar benar suatu
    kepandaian yang luar biasa!"
    Ciok yong li sin mendengus dingin ia merasa penasaran
    sekali menyaksikan kelihayan lawannya itu:
    "Hmmm...! Aku masih mengira bocah keparat ini punya
    kepandaian yang amat luar biasa, rupanya hanya
    mengandalkan ilmu silat untuk menyambut sambitan
    senjata rahasia... sialan, tampaknya kau memang benar
    benar sudah bosan hidup,” serunya.
    Begitu selesai berkata, secara beruntun dia lantas
    mengayunkan tangannya berulang kali melepaskan dua
    puluhan biji peluru peledak ke arah bawah bukit.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Bagaikan hujan gerimis, peluru peluru sakti itu segera
    bertaburan keatas tanah.
    Tapi sekali lagi Ong It sin mengayunkan ujung bajunya,
    betul betul aneh sekali, peluru peluru peledak yang semula
    berhamburan seperti hujan gerimis itu tahu tahu
    membentuk dua garis lurus dan masuk kedalam bajunya
    tanpa meledak.
    Ibarat batu yang dilemparkan kedalam samudera luas,
    seketika itu juga lenyap tak berbekas.
    Itulah kepandaian Ban liu kui tiong yang maha dahsyat
    dari aliran kuil Sian gwan si.
    Sekali lagi terdengar suara tempik sorak yang gegap
    gempita memecahkan keheningan, semua jago bersorak
    memuji kehebatan anak muda itu.
    Lama kelamaan Ciok yong li sin berkerut kening juga,
    apalagi serangan yang dilancarkan berulang kali mengalami
    kegagalan total.
    Setelah termenung beberapa saat lamanya sambil
    menggigit bibir menahan emosi, dia lantas berteriak dengan
    penuh kegusaran:
    "Bocah keparat, tidak heran kalau kau jumawa angkuh
    dan tekebur bukan buatan, rupanya kepandaian yang kau
    miliki terhitung hebat juga. Heeehh... heeehh... heeehh...
    cuma kau jangan anggap lo nio sudah kau bikin keok
    sehingga kehabisan akal dan tak bisa berbuat apa apa lagi...
    hmm bila kau sampai berpendapat demikian, maka
    perhitungan swiepoamu itu keliru besar sekali"
    Seraya berkata tangan kirinya segera merogoh kedalam
    saku kulit macan tutulnya dan mengeluarkan tujuh butir
    benda berbentuk burung yang besar masing masing benda
    itu sekepalan tangan.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Burung burungan itu berwarna merah darah dan
    mempunyai sepasang sayap yang dipentangkan lebar lebar.
    Begitu perempuan tersebut mengeluarkan benda benda
    tersebut, Be Ji nio yang berada disisinya menjadi
    keheranan, dengan perasaan tidak habis mengerti dia lantas
    bertanya:
    "Hei, Ouyang Seng coan, benda apakah itu?"
    Dengan sikap hormat Ciok yong li sin segera menjura,
    kemudian sahutnya pelan:
    "Menjawab pertanyaan dari Tay sang kaucu, benda ini
    merupakan sebuah benda ciptaan mendiang guruku dimasa
    tuanya dulu, benda itu bernama Liat hwee sin yaa (gagak
    sakti menyembur api), apabila dia terbang terhembus angin
    maka segera akan timbul kobaran api yang besar sekali,
    benda apa saja yang kena disambar olehnya segera akan
    terbakar sangat hebat, barang siapa terkena api itu maka
    tubuhnya akan hancur menjadi arang, hmmm... aku akan
    menggunakan benda ini untuk menghadapi keparat
    tersebut, ingin kulihat dengan cara apakah dia hendak
    menanggulangi ancamanku kali ini...?"
    Sambil berkata dia lantas persiapkan benda itu,
    kemudian dengan mempergunakan suatu kepandaian yang
    aneh dan luar biasa ia menyambit ketujuh ekor gagak sakti
    penyembur api itu ke bawah tebing dan menyambar ke arah
    pepohonan dimana Ong It sin berada sekarang.
    Benar juga, begitu ketujuh ekor burung gagak sakti
    penyembur api tersebut dilepaskan ke bawah, dengan cepat
    mereka menukik sedalam tiga depa ke bawah jurang,
    setelah itu dari sekujur badannya menyembur keluar jilatan
    api yang amat dahsyat dan mengerikan.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Dengan membentuk satu gerakan busur yang tajam,
    burung burung gagak sakti itu menukik ke bawah dan
    langsung menyambar ke arah pepohonan siong yang
    tumbuh di sana.
    Menyaksikan kedahsyatan dari senjata rahasia tersebut,
    serentak semua jago menjadi tercekat dan berdiri termangu
    dengan mata terbelalak besar dan mulut melongo.
    Ong It sin sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman
    tersebut, dia masih tetap duduk tenang dibawah pohon
    seperti tak pernah terjadi apa apa...
    Menanti ancaman lawan sudah semakin mendekat, dia
    baru mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak bahak.
    "Haaahhh... haaahhh... haaahhh... gagak api wahai
    gagak api, janganlah kalian hanya berhenti saja ditengah
    angkasa mari ke mari... datang saja kemari!"
    Sepasang tangannya segera digape ke atas, seperti tujuh
    ekor burung gagak yang sudah memperoleh latihan yang
    matang saja, mendadak mereka pentangkan sayapnya dan
    meluncur kearah tangannya
    Tapi begitu menukik ke bawah, benda benda itu segera
    hancur menjadi abu dan berguguran ke atas tanah.
    Apa yang sebenarnya telah terjadi? Ternyata tak seorang
    manusiapun yang melihat jelas.
    Ciok yong li sin baru merasa amat terperanjat setelah
    menyaksikan serangan burung gagak berapi yang selama ini
    paling diandalkan pun mengalami kegagalan total, tanpa
    terasa bulu kuduknya pada bangun berdiri dan peluh dingin
    jatuh bercucuran membasahi tubuhnya.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Mimpipun dia tidak menyangka kalau kepandaian silat
    yang dimiliki pihak lawan telah mencapai ketingkatan yang
    begitu hebat.
    Diam diam dia lantas berpikir:
    "Sudah puluhan tahun lamanya aku malang melintang
    dalam dunia persilatan, selama ini belum pernah ada
    seorang manusiapun yang sanggup meloloskan diri dari
    serangan dua macam senjata rahasia apiku dalam keadaan
    selamat, apalagi hidup segar bugar, tapi heran bocah
    keparat she Ong ini sama sekali tidak terpengaruh oleh
    serangan seranganku ini, benarkah ilmu silat yang
    dimilikinya telah mencapai puncak yang luar biasa sekali
    sehingga senjata rahasia apiku sama sekali tidak mempan
    terhadap dirinya? Aaai... sudah tahu begini, kenapa aku
    musti menghamburkan senjata rahasia apiku dengan
    percuma?"
    Berpikir sampai disitu dia lantas memutuskan untuk
    menghadapi si anak muda itu dengan mempergunakan
    senjata yang jauh lebih tangguh lagi.
    Tangannya segera merogoh ke dalam kantong kulit yang
    berada disebelah kanan, dalam kantong kulit itu berisikan
    dua belas batang anak panah Siau thian hwee siam (panah
    api membakar langit).
    Yang dimaksudkan sebagai panah api membakar langit
    adalah semacam senjata api yang mempunyai daya bakar
    sangat tinggi, asal benda itu sudah dibidikkan maka
    sekalipun batu karang atau tanahpun akan terbakar hangus
    bila tersentuh.
    Meski demikian, perempuan itu juga tahu kalau Ong It
    sin selain memiliki ilmu Ban liu kiu tiong yang bisa
    dipergunakan untuk menyambut datangnya ancaman
    senjata rahasia, diapun memiliki kekuatan sakti untuk
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    menggiring serangan kearah lain. itu berarti setiap serangan
    yang dilancarkan olehnya bila tidak kena ditangkap, maka
    kena digiring ke tempat lain dan meledak jauh dari posisi
    tubuhnya, dengan sendirinya semua kegunaan dan
    kehebatannya jadi tak berguna sama sekali.
    Menyadari akan kelihayan musuhnya serta keistimewaan
    yang dimilikinya, Ciok yong li sin memutuskan untuk
    mempergunakan kedua belas batang panah api membakar
    langit itu dengan sebaik baiknya
    Mendadak satu ingatan melintas dalam benaknya:
    "Aah... benar, bukankah keparat itu telah berhasil
    menyambut dua puluh biji peluru Liat hwee pek lek tan
    milikku? Betul peluru tersebut baru akan meledak bila
    sampai tersentuh atau membentur suatu benda, tapi
    bukankah itupun tak tahan menghadapi suhu yang terlalu
    panas? Yaa, kenapa tidak kugunakan panah berapi itu
    untuk menyerangnya? Asal suhu udara disana menjadi
    tinggi, bukankah peluru peluru yang telah disambutnya tadi
    akan meledak semua?"
    Berpendapat demikian, dia lantas bertindak cepat.
    Enam batang panah berapi yang maha dahsyat tadi
    dengan cepat dibidikkan kesekeliling tempat duduk Ong It
    sin.
    Panah panah berapi itu memang luar biasa dahsyatnya,
    begitu menyentuh tanah, kobaran api segera membakar
    semua benda yang dijumpainya.
    Hanya didalam waktu singkat, sekeliling tubuh Ong It
    sin sudah dikurung oleh api yang makin lama semakin
    membara itu.
    Pada mulanya Ong It sin masih belum memahami
    maksud dan tujuan dari lawannya ini, akan tetapi ketika
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    tangannya menyentuh kedua puluhan biji peluru Pek lek tan
    yang belum meledak dan masih berada dalam sakunya itu,
    dengan cepat dia menjadi paham, apa gerangan yang
    sebenarnya diharapkan oleh pihak lawan.
    Diam diam Ong It sin menjadi amat geli pikirnya:
    "Oooh... rupanya kau mengandung maksud jahat
    kepadaku? Kau anggap peluru peluru yang berada dalam
    sakuku ini akan meledak bila tersentuh oleh udara panas
    yang sengaja kau ciptakan disini? Haaahh... haaahh...
    haaahh... percuma saja semua perbuatanmu itu kau tak
    pernah akan menyangka kalau didalam sakuku aku
    menyimpan bola inti es yang tak terlukiskan dinginnya"
    Setelah berhenti sebentar, kembali dia berpikir lebih jauh,
    "Sebetulnya santai saja untuk bertarung adu kemampuan
    dengannya tapi... seandainya pihak lawan sampai naik
    pitam lantaran malu kemudian mengingkari janji dan
    menyerang kawanan jago yang berkumpul disitu, bukankah
    suatu pertumpahan darah yang mengerikan akan segera
    terjadi disana? Yaa, aku tak boleh tidak harus sedia payung
    sebelum hujan, kalau terjadi apa apa dengan mereka,
    akulah yang bakal menanggung dosanya"
    Karena berpendapat demikian, sepasang matanya segera
    diputar memandang sekejap sekeliling tempat itu, kemudian
    dengan suatu gerakan yang cepat mempergunakan ilmu Ciu
    sui bu liang (air sejuk tanpa riak) dia menyelinap ke arah
    hutan belukar di samping arena pertarungan itu.
    Sebelum meninggalkan tempat itu, dia pun sengaja
    meninggalkan beberapa butir peluru Pek lek tan yang maha
    dahsyat itu ke atas tanah, dengan demikian bila dia sudah
    meninggalkan tempat itu, maka peluru peluru mana akan
    meledak keras, seolah olah dirinya yang terjebak.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Betul juga, belum lama dia melompat pergi
    meninggalkan tempat itu, mendadak terdengarlah suara
    ledakan keras yang amat memekikkan telinga bergema
    memecahkan keheningan.
    Untuk memberikan kesan seakan akan peristiwa itu
    benar benar terjadi, bersamaan dengan menggemanya suara
    ledakan itu, dia segera menjerit ngeri seakan akan
    menderita luka yang parah.
    Dengan terjadinya keadaan itu, kontan saja semua jago
    menjadi terperanjat sekali dibuatnya, semua orang mengira
    si anak muda itu benar benar sudah tewas oleh ledakan
    yang luar biasa tadi
    Terutama Bwe Leng soat dan Bwe Yau mereka
    menyangka pemuda kekasihnya telah tewas ditengah
    ledakan, isak tangis yang memilukan hati segera
    berkumandang memecahkan keheningan.
    Tapi pada saat itulah, mendadak mereka dengar ada
    seorang berbisik dengan suara lirih:
    "Adik Soat adik Yau, kalian tak usah bersedih hati, aku
    tidak mati sungguhan, aku hanya bermaksud untuk
    membohongi pihak lawan belaka... tapi, tak ada salahnya
    bila kalian hendak berlagak seakan akan bersedih hati, agar
    pihak musuh mengira aku betul betul menemui ajalnya...
    dalam keadaan demikian Ciok yong li sin pasti akan
    mengendorkan kewaspadaannya nah menggunakan
    kesempatan yang amat baik itulah aku akan berusaha untuk
    membekuknya. Sebab bila aku tidak berbuat demikian
    maka keadaan kita semua akan berbahaya sekali!"
    Setelah mendengar bisikan itu, dua orang gadis cantik itu
    baru merasa lega.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Seperti apa yang diminta Ong It sin dengan berlagak
    sedih, mereka sengaja menuding ke arah Ciok yong li sin
    sambil mencaci maki:
    "Siluman perempuan tua yang berhati hitam bertangan
    kejam... kau perempuan laknat perempuan sialan, tak tahu
    malu... kalau berani hayo bertarung secara jagoan... kau
    telah membakar engkoh Sin dengan cara yang rendah dan
    terkutuk, ingat saja dendam sakit hati ini, suatu ketika aku
    pasti akan membalas dendam akan kucincang tubuhnya
    menjadi hancur berkeping keping.”
    Ciok yong li sin tertawa terbahak bahak.
    "Haaahhh... haaahhh... haaahhh... kau anggap aku si
    nenek adalah seorang yang takut urusan? Hmm, bila aku
    takut urusan, sudah sejak lama aku hidup mengasingkan
    diri dan tak pernah keluar dari rumah lagi... Ong It sin saja
    mampus ditanganku, apalagi kalian... haaahhh... haaahhh...
    memangnya kalian bisa berbuat apa kepada diriku...?"
    Sementara itu dari arah tebing seberang sana, terdengar
    ketua dari perkumpulan Ki thian kau, Be Siau soh sedang
    berseru sambil menyampaikan selamat:
    "Ciok yong li sin kau memang hebat dan berjasa besar
    sekali buat perkumpulan kita kiong hi, kiong hi! Atas
    jasamu itu, pun kaucu memberi kedudukan yang paling
    mulia dalam perkumpulan untukmu, selain akan menerima
    pula keinginanmu, semua kebutuhan serta rasa hormat dari
    segenap perkumpulan kami!"
    Mendengar ucapan tersebut, diatas wajah Ciok yong li
    sin yang penuh keriput terlintas rasa bangga yang amat
    tebal, sambil tertawa sahutnya cepat:
    "Kuucapkan banyak banyak terima kasih lebih dulu atas
    kebaikan hati kaucu itu"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Terhadap kawanan manusia berotak udang berkepala
    baja dalam lembah itu, apakah kaupun mempunyai suatu
    cara yang baik untuk menyelesaikannya?" kembali Be Siau
    soh bertanya dengan suara lantang:
    Ciok yong li sin segera menepuk buli buli besar yang
    berada dipunggungnya kemudian menjawab:
    "Soal itu tak usah kau murungkan benda ini merupakan
    senjata api yang paling lihay didalam lembah Hwee gan kok
    kami yang disebut Ngo lui liat hwee biau (bibit api lima
    geledek), hanya cukup dengan setitik cahaya api saja,
    seluruh padang rumput bisa terbakar sampai musnah,
    apalagi kalau kusiramkan lebih banyak bibir api lagi,
    niscaya seluruh lembah Jit hwee kok ini akan berubah
    menjadi larutan api, jangankan manusia, semut yang berada
    didalam tanahpun akan turut musnah pula menjadi abu dan
    arang...
    Dengan suara lantang Be Siau soh segera berseru
    kembali dari tebing seberang sana.
    "Ciok yong li sin, kenapa tidak kau demonstrasikan
    kelihayanmu itu, agar semua anggota perkumpulan kita bisa
    membuka matanya lebar lebar serta menambah
    pengetahuan serta pengalaman mereka.”
    Dengan penuh kegembiraan Ciok yong li sin segera
    menyahut:
    "Jangan kuatir kaucu, hamba memang ada maksud
    untuk membasmi kawanan manusia yang menganggap
    dirinya sebagai jagoan golongan lurus dan kaum pendekar
    dari golongan putih ini menjadi abu, tak perlu kaucu
    perintahkan lagi!"
    Setelah berkata sampai disitu, wajahnya segera
    menunjukkan sikap buas, kejam dan menyeringai
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    mengerikan, pelan pelan dia menurunkan buli buli besarnya
    dari atas punggung, kemudian sambil menghadapkan
    moncong buli bulinya itu kehadapan kawanan jago, dia
    mengejek dingin:
    "Hari ini jangan harap kalian semua dapat meninggalkan
    tempat ini dalam keadaan selamat..."
    Baru saja ia hendak membuka penutup buli buli besarnya
    itu, mendadak...
    "Aku rasa belum tentu demikian!" seorang mengejek
    sinis dari belakang tubuhnya diiringi suara tertawa dingin
    yang mendirikan bulu roma.
    Dengan cepat dia berpaling ke belakang begitu
    mengetahui siapa yang berada dihadapan itu, kontan saja
    sekujur badannya gemetar keras, serunya agak tergagap:
    "Kau... kau adalah sukma gentayangan dari Giok bin sin
    liong... kau belum mati?"
    Giok bin sin liong (naga sakti berwajah kemala) Ong It
    sin segera tertawa dingin, dengan suatu gerakan yang cepat
    dia merampas buli buli besar itu dari tangannya, kemudian
    mengejek dingin:
    "Aku sama sekali tidak menyangka kalau hatimu
    sebenarnya begitu busuk dan kejam... Hmmm! manusia
    terkutuk macam kau tak boleh dibiarkan hidup lagi didunia
    ini, sebab kau hanya akan menyebarkan dosa belaka bagi
    umat manusia, nah sekarang, kaupun tak usah hidup terlalu
    lama lagi, sana, turun saja ke bawah!"
    Sebuah pukulan yang amat dahsyat segera diayunkan
    kedepan dan tepat menghajar punggung Ciok yong li sin.
    Seketika itu juga perempuan berhati kejam itu menjerit
    lengking dengan suara yang memilukan hati, darah kental
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    muncrat keluar dari mulutnya, sementara seluruh tubuhnya
    terpental ke udara dan jatuh ke dalam jurang dibawah sana.
    Mungkin karena perbuatan jahat yang dilakukan sudah
    kelewat banyak, maka ketika terjatuh ke bawah tadi, persis
    tubuhnya terjatuh ke dalam arena yang sedang terjilat api.
    Seketika itu juga seluruh tubuhnya terbakar hebat,
    diiringi jeritan jeritan yang memilukan hati dia berguling ke
    sana kemari
    Tapi api bukannya padam malahan berkobar makin
    dahsyat, akhirnya hancurlah perempuan kejam itu menjadi
    abu arang
    Si kelabang hitam Be Ji nio yang menyaksikan adegan
    seram itu menjadi ketakutan setengah mati, dia merasa bulu
    kuduknya berdiri semua sementara badannya gemetar keras
    tanpa banyak pikir lagi dia membalikkan badan dan segera
    melarikan diri terbirit birit
    Ong It sin tertawa dingin.
    "Heeehhh... heee... heeehhh... kau ingin kabur?"
    jengeknya, "manusia macam kau lebih lebih tak boleh
    dibiarkan kabur, nah, roboh saja kamu disitu!"
    Sebuah totokan segera dilancarkan kedepan.
    Desingan angin serangan yang maha dahsyat dengan
    cepat meluncur kedepan dan menghajar telak ditubuh
    lawan.
    Seketika itu juga si Kelabang hitam Be Ji nio merasakan
    jalan darahnya menjadi kaku, tubuhnya tergeletak dan tak
    mampu berkutik lagi tapi mulutnya masih bisa bersuara dia
    berseru:
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Bocah keparat Lo nio merasa menyesal sekali mengapa
    tidak kubunuh dirimu ketika aku datang kelembah keluarga
    Li dulu"
    "Itulah yang dinamakan perhitungan manusia tak bisa
    menangkan perhitungan takdir, memang beginilah takdir
    yang akan menentukan nasibmu..."
    Sementara itu, empat orang toa huhoat dari
    perkumpulan Ki thian kau, yakni Say siu jin mo, Tee leng
    kun, Tee lwe siong mo menyaksikan Ciok yong li sin tewas
    dalam keadaan mengerikan sedang Tay sang pangcu
    mereka sudah terjatuh ketangan lawan, serentak
    berbondong bondong maju kedepan untuk memberi
    pertolongan.
    Ong It sin segera mempersiapkan sebutir peluru Pek lek
    tan sambil mengancam:
    "Siapa berani bergerak secara sembarangan, akan segera
    kuperseni sebutir peluru peledak untuknya!"
    Ancaman ini segera menggetarkan hati keempat orang
    iblis itu tanpa banyak berbicara lagi mereka berpekik
    nyaring kemudian bersama sama melarikan diri kebelakang.
    Menanti musuhnya sudah pergi, Ong It sin baru
    mengempit tubuh kelabang hitam Be Ji nio menuju keatas
    bukit karang itu, tanpa membuang waktu lagi dia segera
    turun tangan membasmi kawanan pemanah yang berada
    disana
    Dimana cahaya emas berkelebat lewat, kepala manusia
    bergelindingan keatas tanah, kejadian ini membuat musuh
    musuh lainnya menjadi ketakutan dan segera melarikan diri
    terbirit birit.
    Dalam waktu singkat, seluruh bagian diatas tebing
    karang sebelah sini telah bersih dari musuh.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Ketika Ki thian kaucu yakni Be Siau soh yang berada
    dibukit seberang menjadi terkejut sekali menghadapi
    serentetan perubahan situasi yang sama sekali tak diduga
    olehnya itu.
    Mimpipun dia tak pernah menyangka kalau segala
    persiapan yang telah diaturnya dengan rapi dan matang ini,
    akhirnya harus berantakan tak karuan lagi bentuknya.
    Padahal kemenangan seharusnya sudah berada
    dipihaknya, tapi kenyataannya sekarang bukan saja jago
    jago andalannya banyak yang tewas, bahkan dari pihak
    yang menang sekarang dia terdesak hebat.
    Yang lebih payah lagi adalah ibunya berhasil ditawan
    musuh dan anak buahnya dijagal dia hanya bisa
    menyaksikan semua peristiwa itu berlangsung tanpa
    sanggup memberi pertolongan, untuk sesaat menjadi
    gelagapan dan tak tahu apa yang musti dilakukan.
    Akhirnya dengan sorot mata memancarkan sinar
    kegusaran, dia bersumpah dalam hatinya:
    "Bangsat, tunggu saja tanggal mainnya, aku akan
    menggunakan gigi untuk membalas dengan gigi"
    Sesungguhnya didalam lembah Jit hwe kok tersebut
    sudah ia persiapkan bahan peledak yang ditanam dalam
    lembah tersebut.
    Tapi setelah para jago mengambil tindakan lebih baik
    berdiri ditanah lapang daripada menyembunyikan diri
    ditempat yang tersembunyi, sehingga sebagian besar
    diantara mereka tidak berada dalam lingkaran tanah yang
    ditanami bahan peledak, maka pertama dia tak ingin
    "memukul rumput mengejutkan ular" kedua dia percaya
    dengan kemampuan Ciok yong li sin, akhirnya langkah itu
    tidak dipersiapkan lebih jauh.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Siapa tahu usaha Ciok yong li sin mengalami kegagalan
    total, bukan keuntungan yang berhasil diraih malah
    sebaliknya Ong It sin berhasil menyelundup keatas bukit
    diseberang sana dan menghabisi semua orang orangnya
    yang dipersiapkan di sana.
    Dalam keadaan yang sangat terdesak ini, akhirnya ia
    turunkan perintah untuk melancarkan serangan.
    Dalam waktu singkat dari atas bukit berjatuhan batu batu
    cadas dan kayu kayu balok yang amat besar, selain itu
    dicampuri pula hujan panah dan senjata api yang
    berhamburan keseluruh lembah.
    Tentu saja bahan peledak yang ditanam dalam bumi
    yang diledakkan sekaligus.
    Suara gemuruh yang memekikkan telinga diikuti
    goncangan gempa yang dahsyat seketika itu juga membuat
    suasana dalam lembah itu menjadi kacau balau tak karuan.
    Menghadapi ancaman semacam ini, Giok bin sin liong
    Ong It sin segera berpekik nyaring dan melejit ketengah
    udara dan segera melesat kedepan sana.
    Dalam waktu singkat dia sudah berhasil menembusi
    beberapa bukit karang itu mencapai tepian seberang.
    Pedang naga emasnya segera bekerja keras, tidak
    mengenal ampun lagi ia tebas segenap musuh musuhnya
    yang dijumpai sepanjang jalan.
    Jeritan jeritan ngeri yang memilukan hati segera bergema
    memecahkan keheningan, darah segar berhamburan
    membasahi seluruh permukaan bumi, kutungan badan,
    kaki, tangan berserakan disana sini, tumpukan mayat
    membukit, darah menganak sungai, pemandangan ditempat
    itu benar benar mengerikan sekali.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Menyaksikan keganasan dari si anak muda itu, siapa lagi
    yang berani menentang maut untuk membendung
    serbuannya? Apalagi setelah menyaksikan rekan rekan
    mereka yang berada di bukit seberang terbasmi tak
    terampunkan lagi kontan saja semua orang lari tunggang
    langgang berusaha menyelamatkan diri sendiri.
    Dalam keadaan demikian, peduli amat dengan tugas,
    yang penting adalah menyelamatkan selembar jiwa
    sendiri...
    Dengan meredanya serangan dari kawanan iblis
    perkumpulan Ki thian kau, keadaan para jago yang terjebak
    dalam lembah Jit hwe kok baru agak mendingan, mereka
    bisa bernafas lega dan beristirahat sebentar untuk
    menghimpun tenaga baru.
    "Lebih baik manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini
    untuk mengundurkan diri dari lembah ini" kata Biau tam
    nikou mengusulkan.
    "Benar!" sahut Leng mong sinceng pula, "biarlah sebagai
    panglima pembuka jalannya adalah lolap sendiri"
    "Kalau begitu, pinni akan berada pada barisan yang
    terbelakang..." kata tam nikou lagi.
    Diiringi teriakan yang menggetarkan udara, puluhan
    orang jago lihay dari dunia persilatan itu serentak maju ke
    depan dan menyerbu ke mulut lembah itu.
    Kawanan iblis dari perkumpulan Ki thian kau yang
    ditugaskan menjaga mulut lembah itu tentu saja bukan
    tandingan dari Leng mong sinceng sekalian, keadaan
    mereka sekarang ibaratnya domba yang bertemu dengan
    harimau, dalam waktu singkat korban berjatuhan tiada
    hentinya.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Betul Leng mong Sinceng berwelas kasih dan tak ingin
    membunuh umatnya terlampau banyak, sehingga selama
    pertarungan berlangsung, dia hanya mengandalkan ilmu
    menotok jalan darah untuk merobohkan kawanan anggota
    perkumpulan Ki thian kau.
    Berbeda sekali dengan para jago dunia persilatan yang
    baru saja terjebak dalam lembah dan harus menghadapi
    ketegangan serta ancaman jiwa, mereka tidak berbelas
    kasihan lagi.
    Setiap musuh yang dijumpainya segera dibunuh secara
    keji, tak seorangpun yang sudi memberi ampun kepada
    lawannya, sehingga dalam waktu singkat mayat
    menggeletak membukit, darah segar menganak sungai,
    jeritan ngeri demi jeritan ngeri yang menyayatkan hati
    bergema saling susul menyusul dan tiada hentinya.
    Tiba tiba si dewa cebol Cu Lian ci berseru kepada Say siu
    hud sim yang berada disampingnya:
    "Hei, buat apa kita musti ikut meramaikan suasana
    disini? Mari ke atas puncak tebing saja untuk membantu It
    sin lote"
    Belum lagi Say siu hud sim menjawab, Thian hiang
    siancu Bwe Leng soat telah melompat mendekat sambil
    berseru:
    "Betul! memang itulah atraksi yang paling menarik untuk
    kita. Hmmm... bagus sekali, rupanya kalian ingin diam
    diam ngeloyor ke situ? Kenapa sampai melupakan
    nonamu?"
    "Nona, kalau kau ingin turut, hayolah kita berangkat
    bersama sekarang juga" seru si Dewa cebol Cu Lian ci
    kemudian.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Tiga sosok bayangan manusia dengan kecepatan
    bagaikan sambaran kilat segera meluncur ke depan sana
    dan melambung ke atas puncak bukit.
    Baru tiba di punggung bukit, mereka telah bersua lebih
    dulu dengan empat orang iblis yang tergabung sebagai para
    pelindung hukum perkumpulan Ki thian kau.
    Dalam suatu pertarungan yang kemudian berlangsung,
    Say siu hud sim berhasil mengalahkan Tee leng kun setelah
    melewati suatu pertarungan yang cukup seru, dengan cepat
    kepandaian silat yang dimiliki gembong iblis itu
    dipunahkan.
    Menyusul kemudian si Dewa cebol Cu Lian ci pun
    berhasil membekuk batang leher Say siu jin mo.
    Sebaliknya Thian hiang siancu Bwe Leng soat yang
    bertarung sendirian melawan Tee lwee siang mo berhasil
    pula memenggal batok kepala kedua orang iblis itu dengan
    jurus Hui pau nu to (air terjun berombak dahsyat) yang luar
    biasa.
    Tatkala mereka mencapai atas puncak, maka tampaklah
    Giok bin sin liong Ong It sin sedang ditakuti oleh Be Siau
    soh ketua dari perkumpulan Ki thian kau kemudian ketua
    pertama Sangkoan Bu cing wakil kedua Seng Meh cu wakil
    ketua ketiga Siau mi lek Thian tok tau ong Ang yan tongcu
    yakni Ang hun lo sat Hoa Long jin Ui kiok tongcu yakni
    Hong liu kua hu Sin Cing ciu serta Pek bwe tongcu si dewi
    berdarah dingin Lau Yan hoa sekalian berdelapan.
    Empat lelaki dan empat perempuan maju menyerang
    bersama dengan kedahsyatan yang mengerikan.
    Betul Ong It sin memiliki kepandaian silat yang luar
    biasa, diapun bertarung dengan gagah perkasa namun
    delapan orang iblis yang mengerubutinya merupakan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    kelompok iblis yang paling top dalam golongan kaum hitam
    tak heran kalau mereka bukanlah manusia sembarangan.
    Terutama sekali Be Siau soh dan Sangkoan Bu cing yang
    telah berhasil mempelajari ilmu Hu si jit si yang maha
    dahsyat itu, kekuatan mereka betul betul diluar dugaan.
    Baru untuk pertama kali ini Ong It sin harus bertempur
    dengan sangat berhati hati dan penuh kewaspadaan.
    Seandainya kedelapan orang itu bekerja sama terus
    menerus untuk mengurung dan mengerubutinya, andaikata
    bala bantuan dari luar tidak segera datang tepat pada
    waktunya tak bisa disangkal lagi pemuda itu pasti akan
    menghadapi sesuatu ancaman bahaya maut.
    Untunglah disaat yang serba tidak menguntungkan itu,
    dia saksikan si dewa cebol Cu Lian ci, Say siu hud sim dan
    Thian hiang siancu Bwe Leng soat berdatangan dengan
    langkah cepat.
    Menjumpai musuhnya memperoleh bala bantuan, Be
    Siau soh makin kalap, dia menyerang Ong It sin secara
    membabi buta, pedang mestika Hu si ku kiam yang berada
    ditangannya diayunkan kesana kemari, dengan disertai
    sambaran angin tajam Bwe Leng soat yang menjumpai
    keadaan itu menjadi naik pitam, dengan cepat dia
    membentak keras sambil bersiap siap untuk maju kedepan
    membantu anak muda itu.
    Tiba tiba Si Dewa cebol Cu Lian ci membentak dengan
    suara dalam dan berat:
    "Jangan bertindak secara gegabah, lebih baik kita
    rundingkan dulu taktiknya dalam menghadapi kerubutan
    mereka sebelum turun tangan melancarkan serangan"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Bagaimanakah menurut pendapat Ay sian didalam
    menghadapi situasi semacam ini?" tanya Say siu hud sim
    kemudian.
    "Aku rasa lebih baik nona Bwe khusus bertarung
    melawan Sangkoan Bu cing, sedang lohu akan bertarung
    melawan Seng Meh cu dan Siau Mi lek, sebaliknya ketiga
    orang tongcu yang cabul dan genit itu kuserahkan kepada
    saudara Kwik untuk menghadapinya, aku percaya tak
    sampai sepuluh gebrakan kemudian, Be Siau soh sudah
    pasti akan menderita kekalahan total ditangan Ong lote.
    Begitu pentolan mereka keok dan keteter hebat, situasi ini
    pasti akan mempengaruhi pula anak buahnya. nah, pada
    saat itulah semangat tempur mereka pasti akan bertambah
    kendor, pikiran mereka tentu kalut tak karuan dan
    perasaannya kacau dan kebingungan itulah saat yang
    terbaik buat kita untuk bertindak dan menyikat mereka
    sampai ludas..."
    Mendengar sampai disitu, Thian hiang siancu Bwe Leng
    soat segera berseru keras:
    "Bagus, bagus sekali, cara ini memang paling baik untuk
    kita laksanakan..."
    Begitu selesai berkata, dia lantas menggerakkan
    pedangnya dan langsung menyergap Sangkoan Bu cing,
    kemudian serangkaian serangan berantai yang paling
    dahsyat dilontarkan secara bertubi tubi.
    Dengki dan cemburu dengan cepat menyelimuti
    perasaan Sangkoan Bu cing begitu diketahuinya Bwe Leng
    soat yang menyerang dia, kontan saja dia mencaci maki
    kalang kabut:
    "Perempuan rendah, perempuan sialan yang tak tahu
    malu, tak kusangka kalau kau pun rela menjual nyawa
    untuk dirinya...!"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Kalau aku rela menjual nyawa kepadanya apa
    urusannya dengan dirimu? Kau iri? Kau dengki? Siapa
    suruh tampangmu macam monyet dan tingkah lakumu
    macam harimau buas sehingga bapak sendiripun
    dibunuh...? Hmmm, manusia biadab seperti kau lebih baik
    dienyahkan saja dari muka bumi!"
    Walaupun dimulut dia memaki, tangannya sama sekali
    tidak berhenti bergerak. Sreet sreeet! Secara beruntun dia
    lancarkan sembilan buah pukulan ditambah tujuh belas
    buah tusukan dan bacokan.
    Demikian dahsyat dan rapatnya ancaman itu, membuat
    Sangkoan Bu cing menjadi kelabakan setengah mati.
    Dalam pada itu, si Dewa cebol Cu Lian ci telah
    menemukan pula incarannya dan melibatkan diri dalam
    suatu pertarungan seru melawan Seng Meh cu dan Siau mi
    lek.
    Sedangkan Say siu hud sim pun tidak menganggur
    belaka, dengan cepat dia melibatkan diri dalam suatu
    pertarungan yang sengit pula melawan tiga orang
    perempuan jalang.
    Ketiga perempuan jalang itu tak lain adalah Ang hun lo
    sat Hoa long jin, Hong liu kua hu Sin Cing hiu serta Leng
    hian sian ku Lau Yan hoa.
    Dengan terbaginya kelompok iblis itu untuk menghadapi
    tiga medan pertarungan sekaligus, maka situasi diarena
    pertarungan pun segera mengalami perubahan besar.
    Sebab dengan berlalunya enam orang jago yang harus
    bertarung melawan tiga lawan kini hanya tinggal dua
    gelintir manusia saja yang bertempur melawan Giok bin sin
    liong Ong It sin, mereka tak lain adalah Be Siau soh, ketua
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    dari perkumpulan Ki thian kau serta Thian tok tay ong Hek
    lian Jin.
    Begitu daya tekanan yang menghimpit tubuhnya
    berkurang banyak, semangat tempur Ong It sin semakin
    berkobar, tidak sampai tiga gebrakan kemudian, sebuah
    bacokan pedangnya yang dilancarkan dengan kecepatan
    bagaikan sambaran kilat berhasil menebas kutung lengan
    kiri dari Thian tok tay ong Hek lian Jin.
    Sambil menjerit kesakitan dan darah segar jatuh
    bercucuran membasahi seluruh tubuhnya, iblis tua beracun
    itu buru buru mundur kebelakang dengan wajah memucat
    dan tubuh sempoyongan.
    Rupanya meski sudah terluka dia tak mau menyerah
    dengan begitu saja, tangan kanannya yang masih utuh
    dengan cepat diayunkan pula kedepan secepat kilat.
    Seekor ular bergaris merah yang memiliki sayap pada
    bagian perutnya, segera meluncur keangkasa dan
    menyambar ketubuh Ong It sin.
    Ular aneh itu memang amat lihay sekali, tiba tiba
    binatang tersebut berpekik aneh, kemudian sambil melejit
    ke udara dia melancarkan sebuah pagutan maut.
    Buru buru Ong It sin menarik tangannya, sambil
    menyapu ke bawah dengan kekuatan penuh.
    Tampaknya ular aneh itu cukup mengetahui akan
    kelihayan musuhnya, menghadapi sambaran tajam mana,
    buru buru dia melesat ke udara secepat hembusan asap,
    kemudian menyergap kembali ke bawah.
    Dengan terjadinya peristiwa ini, Be Siau soh jadi
    memperoleh kesempatan baik untuk menolong posisinya
    yang amat terdesak itu, pedangnya segera digerakkan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    dengan kecepatan luar biasa dan menghujani lawannya
    dengan titiran sambaran pedang.
    Ong It sin cukup mengetahui kelihayan manusia dan ular
    tersebut, ia sama sekali tak berani bertindak gegabah,
    dengan suatu ingatan cepat dia berpikir:
    "Ternyata, dia hendak mengajakku untuk
    melangsungkan pertarungan mati matian..."
    Begitu ingatan mana berkelebat lewat didalam benaknya,
    mendadak ia mendongakkan kepalanya sambil berpekik
    nyaring, bagaikan harimau kelaparan dia menerkam ke
    depan, lalu pedang emasnya dengan menciptakan
    selingkaran cahaya tajam langsung membabat ke bawah.
    Bersamaan itu pula, jari tangannya disodok ke depan
    sambil membentak keras:
    "Kena!"
    Segulung desingan angin tajam segera menyembur keluar
    lewat ujung jari tangannya.
    Ular aneh bersayap itu sesungguhnya masih terhitung
    sejenis raja ular yang sangat lihay, akan tetapi bagaimana
    mungkin dia bisa tahan menghadapi serangan jari tangan
    yang batu cadaspun bisa ditembusi itu?
    "Kraaakk...!" belum sempat berpekik keras, ular itu
    sudah terhajar serangan tadi dan mampus.
    Thian tok tay ong Hek lian Jin baru merasa amat
    terperanjat setelah menyaksikan ularnya dibunuh, dengan
    penuh kegusaran bentaknya keras keras.
    "Ong It sin, lohu akan beradu jiwa denganmu!"
    Pada saat ini dia tidak mempedulikan luka pada lengan
    kirinya yang kutung lagi. sambil menggertak gigi menahan
    diri, makinya:
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Selama kau masih hidup didunia ini, berarti kami orang
    orang dari golongan hitam tak mungkin akan turut hidup!"
    Berkenyit sepasang alis mata Ong It sin menghadapi
    ucapan lawannya itu, dengan cepat dia berkata:
    "Perbedaan antara golongan putih dan golongan hitam
    berarti perbedaan pula antara yang lurus dan yang sesat,
    padahal baik atau busuk hanya tergantung pada jalan
    pikiran masing masing pihak, apakah mulai sekarang kau
    bisa bertobat dan tidak melakukan kejahatan lagi?"
    Thian tok tay ong segera tertawa dingin.
    "Heeehhh... heeehhh... heeehhh... kau tak usah mencoba
    untuk membujuk aku lagi, ketahuilah bumi bila berubah,
    watak lohu akan tetap begini untuk selamanya"
    "Perkataan dari saudara Hek lian memang tepat sekali"
    sambung Bwe Siau soh cepat cepat, "kalau kau merasa
    punya kepandaian, hayo datanglah kemari dan bunuhlah
    aku, cuma... kau pun jangan harap bisa mengecap
    ketenangan dalam waktu yang lama"
    Ong It sin mendengus dingin, serunya kemudian:
    "Jadi kau anggap aku tak mampu...?"
    "Sekalipun kau mampu untuk melakukannya, itupun
    harus dibayar dengan harga yang sangat mahal"
    Sembari berkata diam diam dia mencoba pasang telinga
    untuk memperhatikan sekeliling tempat itu, namun
    hasilnya, kecuali pertarungan yang sedang berlangsung
    ditempat ini, tempat yang lain agaknya sudah sepi dan tak
    kedengaran lagi suaranya.
    Dengan perasaan tercekat dia lantas berpikir:
    "Jangan jangan mereka semua sudah berhasil
    dihancurkan lawan? Kalau tidak, kenapa sampai sekarang
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    tidak kudengar suara pertarungan mereka? Aaah, masa hal
    ini akan terjadi?"
    Semakin dipikir dia merasa hatinya semakin ketakutan,
    sehingga tanpa terasa bulu kuduknya pada bangun berdiri,
    dia benar benar merasa ketakutan setengah mati.
    Tapi untuk memperbesar nyali sendiri sengaja serunya
    kepada Thian tok tay ong ……..
    ==halaman ga ada==
    … keadaan begini ia tidak mempedulikan soal gengsi
    lagi, tanpa banyak berbicara dia membalikkan badan dan
    segera melarikan diri terbirit birit...
    Ong It sin membencinya karena pemuda itu telah
    membantai ayah kandung sendiri sebuah pukulan dahsyat
    segera mementalkan tubuhnya sehingga balik ketempat
    semula.
    Kebetulan sekali Bwe Leng soat sedang menyerang
    dengan jurus Po lan Ciong heng (gulungan ombak menyapu
    rata), tak ampun pinggangnya segera tertabas hingga putus
    menjadi dua bagian.
    Dengan matinya pentolan pentolan dari Ki thian kau,
    kontan saja Ang hun lo sat Hoa Long jin, Hong liu kua hu
    Sin Cing ciu dan Leng hiat sian cu Lau Yan hoa menjadi
    ketakutan setengah mati, buru buru mereka membuang
    senjata masing masing dan menyerahkan diri.
    Dengan demikian tinggal Seng Meh cu dan Siau mi lek
    berdua yang masih hidup.
    Waktu itu kerja sama dua orang gembong iblis tersebut
    telah berhasil meraih posisi diatas angin, tapi setelah
    menyaksikan kematian dari Be Siau soh dan Sangkoan Bu
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    cing kemudian melihat pula ketiga orang tongcu tersebut
    menyerah kalah mereka menjadi gugup pula.
    "Kalau tidak kabur akan menunggu sampai kapan lagi?"
    demikian pikir mereka.
    Tiba tiba kedua orang itu melejit keudara dan secepat
    sambaran kilat melarikan diri dari tempat itu.
    Tentu saja Ong It sin tak akan membiarkan musuhnya
    kabur dengan begitu saja, dengan cepat dia memburu
    kebelakang sambil melepaskan sebuah pukulan keatas
    punggung masing masing.
    "Kematian boleh mereka hindari, tapi hukuman hidup
    jangan harap bisa terlepas" katanya, "nah, tinggalkan ilmu
    silatmu disini, lalu enyah sejauh jauhnya dari hadapanku"
    Seng Meh cu dan Siau Mi lek sama sama merasakan
    tubuhnya bergidik, lalu punahlah semua kepandaian
    mereka, akhirnya dengan penuh rasa dendam mereka
    berjalan menuruni bukit dan pelan pelan berlalu dari sana.
    Menanti Ong It sin sekalian dengan membawa Kelabang
    hitam Be Ji nio dan Say siu jin mo turun dari bukit itu,
    markas besar Ki thian kau sudah terbakar hancur sehingga
    tinggal puing puing yang berserakan
    Sambil menghela napas panjang Ong It sin lantas
    berkata:
    "Sayang sekali pemimpin dari Lam huang pay yau yakni
    Kim san sia kiam Thio Pin dan Tiang bi Lo yau dari Jit sia
    cap si yau ditambah Ik tianglo dari benteng Khek poo
    berhasil melarikan diri, padahal mereka adalah musuh
    musuh besar pembunuh ayahku, entah sampai kapan
    dendam ayahku itu baru dapat dibalas?"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Belum habis dia berkata, mendadak dari jalan bukit
    didepan sana telah muncul belasan sosok bayangan
    manusia, mereka adalah Coa Thian yan, Pek lek to To hu
    Hiong, Seng hong tianglo, Li ji, serta Tiong lam su hiap
    yang terdiri dari Ih lwee sangjin, Ho hoa siancu, Tui im
    kiam khek Ih Hui dan Toa tou Go Eng.
    Selain itu merekapun membawa serta tiga orang.
    Ternyata ketiga orang itu tak lain adalah ikan ikan yang
    lolos dari jaring.
    Ong It sin menjadi girang sekali menyaksikan kejadian
    itu, buru buru dia mengucapkan terima kasihnya kepada
    para jago.
    Menanti mereka pulang kembali kerumah Kang Tang
    liu, tampak tuan rumah telah menanti kedatangannya
    didepan pintu.
    Begitu anak muda muncul, dia lantas berseru:
    "Ong lote, selamat atas keberhasilanmu membalas
    dendam, kini gurumu sedang menantikan kedatanganmu
    dalam ruangan!"
    Mengetahui kalau gurunya sedang menanti, buru buru
    Ong It sin lari masuk kedalam.
    Baru saja dia memberi hormat sambil memanggil
    "Suhu", Leng mong sinceng telah berkata:
    "Persoalanmu telah kuketahui semua, walaupun dalam
    perjalanan menuju kekota Im kui tempo hari kau terkena
    obat perangsang milik Gi hay jin yau Toan Cing hun lebih
    dulu, namun hal ini merupakan takdir, Lo lap telah
    membicarakan hal ini dengan Biau tam sinni, Kim liong
    lojin serta Seng hong totiang, dan kini memutuskan akan
    menjodohkan Bwe Leng soat dan Bwe Yau kepadamu,
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    besok kalian harus melangsungkan upacara perkawinan
    didepan para jago"
    Sepanjang jalan Ong It sin memang sedang mencari akal
    untuk secara bagaimana melaporkan kejadian ini kepada
    gurunya setelah mengetahui kalau semua orang telah
    mengetahui hal ini, diapun tidak banyak berbicara lagi.
    "Tecu akan turut perintah!" katanya kemudian dengan
    sikap yang amat menghormat.
    Setelah hening sejenak, tiba tiba Leng mong sin ceng
    mengeluarkan semacam benda yang segera diserahkan
    kepadanya.
    Ketika Ong It sin menerima benda itu, ternyata benda
    tadi tak lain adalah sarung pedang Cian nian liong siau
    beserta Hu si ku kiam, hal ini segera membuatnya tertegun.
    Dengan wajah serius Leng mong sinceng segera berkata:
    "Anak Sin, walaupun kau telah membunuh Be Siau soh
    dan Sangkoan Bu cing dua orang gembong iblis ini tapi kau
    telah berbuat keteledoran dengan tidak menarik kembali
    pedang ini seandainya pedang tersebut sampai ditemukan
    kembali oleh perempuan macam Be Siau soh dan berhasil
    menguasai ilmu pedang Hu si jit si yang maha dahsyat
    tersebut, bayangkan saja apa jadinya?"
    Buru buru Ong It sin menjatuhkan diri berlutut seraya
    berseru:
    "Tecu mengaku telah teledor, harap suhu sudi
    memaafkan"
    "Sudahlah, aku harap setelah perkawinan kalian, kau
    musti baik baik menjaga keamanan dalam dunia persilatan,
    terutama menegakkan selalu keadilan dan kebenaran bagi
    umatnya. Nah, suhu akan pergi dulu..."
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Begitu selesai berkata, dia lantas berkelebat pergi dan
    lenyap dari pandangan mata.
    Menyaksikan kepergian gurunya, Ong It sin
    mengalihkan sorot matanya ke atas pedang Hu si ku kiam
    dan sarung Cian nian liong siau tersebut, kemudian dengan
    termangu mangu dia mengawasi kedua benda itu tak
    berkedip.
    Sampai lama kemudian, dia baru mendongakkan
    kepalanya memandang awan di angkasa sambil bergumam:
    "Oooh pedang... wahai pedang...! Sesungguhnya kau
    akan mendatangkan bencana atau rejeki kah bagiku?"
    Dan sampai disini pula kisah "Pendekar bego" ini,
    sampai jumpa dilain cerita.
    TAMAT

    Related Posts: