Juni Juni


  • ms 14
  • ms13
  • MS 12
  • MS 11
  • MS 10
  • MS 9
  • MS 8
  • MS 6
  • MS 7
  • MS 5
  • MS 4
  • MS 3
  • Manusia Serigala 2
  • Manusia Serigala 1
  • pwpb 10
  • ppwb 9
  • pwpb 8
  • ppwb 7
  • ppwb 6
  • pwpb 5
  • ppwb 4
  • pwpb 3
  • pwpb 2
  • Pendekar Wanita Penyebar Bunga 1
  • Peng Tjong Hiap Eng - Jilid 35 (Tamat)
  • dmt 34
  • dmt 33
  • dmt 32
  • dmt 31
  • dmt 30
  • dmt 29
  • dmt 28
  • dmt 27
  • dmt 26
  • dmt 25
  • dmt 24
  • dmt 23
  • dmt 22
  • dmt 21
  • dmt 20
  • dmt 19
  • dmt 18
  • dmt 17
  • dmt 16
  • dmt 15
  • dmt 14
  • dmt 13
  • dmt 12
  • dmt 11
  • dmt 10
  • dmt 9
  • dmt 8
  • dmt 7
  • dmt 6
  • dmp 5
  • dmp 4
  • dmp 3
  • dmp 2
  • Dua Musuh Turunan (Peng Tjong Hiap Eng) - Jilid 1 ...
  • Sebilah Pedang Mestika - Jilid 10 (Tamat)
  • spm 9
  • spm 8
  • spm 7
  • spm 6
  • spm 5
  • spm 4
  • spm 3
  • spm 2
  • Sebilah Pedang Mustika 1
  • Seri Pedang Tumpul 2 : Asmara Si Pedang Tumpul Bag...
  • aspt 28
  • aspt 27
  • aspt 26
  • aspt 25
  • aspt 24
  • aspt 23
  • aspt 22
  • aspt 21
  • aspt 20
  • spt 19
  • spt 18
  • aspt 17
  • aspt 16
  • aspt 15
  • aspt 14
  • aspt 13
  • aspt 12
  • aspt 11
  • aspt 10
  • aspt 9
  • aspt 8
  • aspt 7
  • aspt 6
  • aspt 5
  • aspt 4
  • aspt 3
  • aspt 2
  • Seri Pedang Tumpul I : Kisah Si Pedang Tumpul Bagi...
  • spt 21
  • spt 20
  • spt 19
  • spt 18
  • spt 17
  • spt 16
  • spt 15
  • spt 14
  • spt 13
  • spt 12
  • spt 11
  • spt 10
  • spt 9
  • spt 8
  • spt 7
  • spt 6
  • spt 5
  • spt 4
  • Cerita seks Kerajaan: Si Pedang Tumpul 3
  • Cerita Dewasa : Si Pedang Tumpul 2
  • Cerita Silat Kho Ping Hoo : Si Pedang Tumpul 1 - T...
  • sdp 7 tamat
  • sdp 6
  • sdp 5
  • sdp 4
  • sdp 3
  • sdp 2 P4A Seri ke 10
  • Senyuman Dewa Pedang Serial Pendekar Empat Alis 1 ...
  • 75 Tamat
  • 74
  • 73
  • 72
  • 71
  • 70
  • 69
  • 68
  • 67
  • 66
  • 65
  • 64
  • 63
  • 62
  • 61
  • 60
  • 59
  • 58
  • 57
  • 56
  • 55
  • 54
  • 53
  • 52
  • 51
  • 50
  • 49
  • 48
  • 47
  • 46
  • 45
  • 44
  • Nyepong 43
  • Cerita Ngentot 42
  • cerita seks 41
  • 40
  • 39
  • 38
  • 23 = 37
  • 22
  • 21
  • cerita 20
  • Cerita Pembantu 19
  • Cerita Dewasa 18
  • Cerita Dewasa 17
  • Cerita Dewasa 15
  • Cerita 15
  • Cerita 14
  • Cerita 13
  • Cerita 12 : Toliongto 12
  • Cerita Dewasa 11 : T0liongto 11
  • - See more at: http://iluvceritadewasa.blogspot.co.id/2015/10/tkp-7_19.html#sthash.MDeDRnmc.dpuf

    Related Posts:

    ms 14

    Mendadak To It cing mendengus lalu berkata.
    "Sin Bun, kalau pertarungan semacam ini dilanjutkan terus,
    sampai kapan pertarungan ini baru selesai? Bagaimana kalau
    kita berganti dengan cara lain saja"
    "Begitupun boleh juga, kepandaian apa yang kau miliki ayo
    dikeluarkan semua, tiga puluh tiga puluh tahun tak bersua,
    ingin kulihat kepandaian khusus apakah yang kau miliki"
    "Baik, jangan menyesal nanti" To It Cing tertawa dingin,
    Tiba tiba dia menyelipkan kembali senjata kebutannya
    dibelakang tubuh, kemudian selangkah demi selangkah
    mendekati kakek naga sakti sambil serunya.
    "Sin Bun, kau sendiri yang pingin mampus jangan kau
    salahkan diriku."
    Kakek naga sakti menghimpun segenap kekuatan yang
    dimilikinya untuk bersiap sedia menghadapi segala
    kemungkinan yang tidak diinginkan, tubuhnya bergetar keras.
    peluh sebesar kacang kedelai bercucuran membasahi
    keningnya, dalam keadaan demikian ia tidak sanggup
    menjawab barang sepatah kata pun.
    Dalam waktu singkat selisih jarak diantara kedua orang itu
    sudah tinggal tiga depa saja, sementara sepasang kaki si
    kakek naga sakti sudah melesak sedalam lutut.
    Liau huan taysu dan So Tay siu yang menyaksikan kejadian
    ini menjadi amat girang, sekalipun harus menahan rasa sakit,
    namun mereka beranggapan kakek naga sakti pasti akan
    mampus kali ini.
    Berbeda dengan Sik Tiang giok, makin dipandang hatinya
    merasa semakin gelisah, dia sadar biarpun dia sendiri yang
    terjun kearah, pun belum tentu akan peroleh keuntungan apa
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    apa. tapi dia pun tak bisa membiarkan toa supeknya terancam
    oleh musuh.
    Sementara dia masih cemas bercampur gelisah, tiba tiba
    kakek naga sakti menekankan tongkatnya ke atas tanah dan
    melompat mundur sejauh beberapa kaki kebelakang. dengan
    membelakangi sebatang pohon, dia berseru sambil tertawa
    terbahak bahak;
    "Haaahah.. haah.. haah. To it cing, ternyata
    kemampuanmu tak lebih cuma begitu saja, apabila aku sampai
    dipecundangi olehmu, harus kutaruh kemana wajahku ini?"
    Tiba tiba dia membalikkan badan dan menempelkan
    wajahnya diatas batang pohon, seakan akan ia benar benar
    tak punya muka lagi untuk bertemu dengan orang.
    To It cing sendiripun dibuat tercengang oleh kejadian
    tersebut, namun setelah ia membalikkan tubuh dan
    menyaksikan keadaan pobon tersebut, hatinya baru
    terperanjat.
    Sambil mundur selangkah pikirnya kemudian.
    "Tak heran kau tua bangka ini dapat menggetarkan seluruh
    dunia persilatan, ternyata dia memang mempunyai tenaga
    dalam yang sukar diukur dengan kata kata"
    Rupanya dimana kakek naga sakti membenamkan
    wajahnya tersebut, pada dahan pohon itu segera muncul
    cetakan wajahnya yang persis seperti diukir saja.
    Untuk beberapa saat lamanya, semua kembali dibuat
    tertegun dan berdiri melongo, dari sini dapatlah diduga taraf
    kepandaian silat yang dimiliki masing masing pihak.
    Sik Tiong giok sendiripun merasa terperanjat sesudah
    melihat kejadian ini.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Untuk berapa saat lamanya suasana hening mencekam
    seluruh tempat itu, sedemikian heningnya sehingga terasa
    agak mengerikan.
    Lama, lama kemudian, To It cing berkata lagi dengan suara
    lantang.
    "Sin Bun, dalam hal tenaga dalam pun kita berimbang dan
    sukar untuk menemukan siapa yang lebih unggul diantara kita,
    bagaimana jika kita teruskan dengan pertarungan mati hidup
    saja".
    Kakek naga sakti tertawa terbahak babak, "Haah.. haah...
    haah... beginipun ada baiknya juga, cuma sayang aku masih
    ada persoalan yang belum terpenuhi, jadi berat juga kalau
    disuruh mati duluan"
    To It cing kembali mendengus dingin.
    "Sin Bun, kau tidak usah banyak ngebacot lagi, bila raja
    akhirat sudah menetapkan kau harus mampus pada
    kentongan ke dua, siapa yang sanggup menahanmu sampai
    kentongan ke lima ?"
    Bagaikan seekor burung rajawali dia segera melompat
    setinggi beberapa kaki, ditengah udara kembali bentaknya.
    "Manusia she Sin, ayo terima kematianmu"
    Diiringi bentakan keras, senjata kebutannya bagaikan
    sebuah sapu besar langsung menyapa ke depan.
    Kakek naga sakti berpekik keras, tongkat penakluk naganya
    diputar kencang kencang, seperti putaran roda saja bergetar
    menimbulkan deruan angin kencang. Bentrokan kekerasan
    terjadi berulang ulang sementara desiran angin serangan
    mencekam daerah seluas tiga lima kaki, mengakibatkan
    dedaunan yang tumbuh disekeliling tempat itu menjadi rontok
    dan gundul.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Mendadak suasana berubah menjadi hening sedangkan
    kedua sosok bayangan manusia yang sedang bertempur
    sengit itu hilang lenyap tak berbekas.
    Sik Tiong giok menjadi sangat terperanjat buru buru dia
    memeriksa sekejap sekeliling tempat itu, kemudian baru
    diketahui bahwa kedua orang tersebut sudah berada diluar
    arena pertarungan.
    Waktu itu senjata kebutan milik To It cing sudah gundul
    tinggal gagangnya yang kaku, sedangkan tongkat penakluk
    naga langit si kakek naga sakti mengepulkan asap putih.
    Tiba tiba To It cing tertawa dingin sambil mengejek;
    "Sin Bun, coba lihat, senjatamu sudah hangus, aku lihat
    sudah tak mungkin dapat dipergunakan lagi, lebih baik
    dibuang saja"
    Kakek naga sakti tertawa terbahak babak: "Haah.. haaah..
    haaah..To It cing. buntut kerbaumu juga sudah pada lepas
    tinggal tangkai tangkainya melulu, memangnya masih bisa
    dipakai untuk bertarung lagi?"
    Merah membara sepasang mata To It cing sesudah
    mendengar perkataan itu, segera bentaknya;
    "Siapa bilang tak bisa dipakai lagi untuk bertarung?"
    Dengan mengayunkan tangkai senjatanya dia menerjang
    maju lagi ke muka. Kakek naga sakti mengerti bahwa
    serangan yang dilancarkan lawan kali ini pasti disertai dengan
    segenap kekuatan yang dimilikinya, ia tak berani bertindak
    gegabah, senjata toyanya segera disiapkan pula untuk
    menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.
    "Traang...!"
    Ketika sepasang senjata itu saling beradu, terjadilah suara
    bentrokan keras yang mengakibatkan ke dua orang itu sama
    sama tergetar mundur ke belakang.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Kakek naga sakti segera menjumpai kesempatan baik yang
    tak boleh disia siakan dengan begitu saja, dia pencet tombol
    rahasia yang berada pada toyanya itu sehingga tongkat
    tersebut terbelah menjadi dua dan dari dalamnya melompat
    keluar sebuah kepala naga yang segera menerkam senjata
    lawan.
    To It cing sangat terkejut setelah menyaksikan kejadian ini,
    cepat cepat dia menarik kembali senjatanya dan melompat
    mundur ke belakang.
    Memanfaatkan kesempatan itu. kakek naga sakti
    menyodokkan senjatanya kemuka dengan jurus naga sakti
    pulang ke samudra. Menghadapi kejadian ini To It cing segera
    mengeluarkan jurus Menyingkap angkasa melihat sang surya
    untuk menghantam kepala naga tersebut.
    "Cring!"
    Akibatnya tangkai senjata kebutnya itu dihisap oleh kepala
    naga tersebut.
    Ternyata kepala naga yang dipasang kakek naga sakti pada
    tongkatnya itu berfungsi sebagai besi semberani yang khusus
    menghisap senjata lawan.
    To It cing baru tertegun sesudah senjatanya terhisap
    lawan, sekuat tenaga dia mencoba untuk membetot, siapa
    tahu senjatanya bagaikan sudah tumbuh akarnya, sama sekali
    tak mampu ditarik kembali.
    Pada detik yang bersamaan, ekor naga menyambar tiba
    secara mendadak dan mengancam kepala To It cing.
    Didalam gugupnya secara tiba-tiba To It cing melepaskan
    sebuah pukulan untuk menyambut datangnya sapuan lawan,
    akibatnya telapak tangan yang beradu dengan ekor naga itu
    terasa amat sakit, seketika itu juga hawa murninya buyar, hal
    tersebut menyebabkan paras mukanya berubah bebat.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Kakek naga sakti tertawa dingin, ekor naga tersebut segera
    disodokkan ke ulu hati To It cing sambil ujarnya, dengan suara
    dingin: "Tiga puluh tahun berselang aku pernah minta ampuni
    selembar jiwamu, maka hari ini aku tak dapat mengampuni
    dirimu lagi" Sambil berkata ia perketat serangannya, agaknya
    To It cing segera akan tewas diujung senjata lawan.
    Liau huan taysu dan So Tay siu yang melihat kejadian ini
    segera saling berpandangan sekejap, kemudian padri bengis
    itu berkata: "Sute, sudah kau lihat paman guru hampir
    berangkat pulang ke akhirat, lebih baik kita cepat cepat kabur
    seja!"
    So Tay siu manggut manggut kemudian pelan pelan
    merangkak bangun, mencoba untuk menghimpun tenaga
    kemudian melarikan diri terbirit birit.
    Mendadak terdengar seseorang membentak keras.
    "Tunggu Dulu!"
    Liau huan taysu berdua jadi tertegun sesudah mendengar
    suara bentakan tersebut, dalam kagetnya mereka perlambat
    langkah kakinya. Mendadak terdengar lagi seseorang
    membentak dengan suara yang amat keras.
    "Kalian anggap masih bisa kabur dari sini? Tinggalkan dulu
    nyawa kalian!"
    Setelah mendengar perkataan yang terakhir ini, kedua
    orang tersebut baru sadar bahwa mereka harus melarikan diri
    secepatnya. Sayang sekali baru saja kabur sejauh tujuh
    langkah, tiba tiba dari arah belakang sudah terasa datangnya
    sambaran angin tajam yang menghembusi tubuh mereka.
    Ternyata Sik Tíong giok telah mengayunkan dua batang
    senjata pendek yang persis menancap diatas pantat ke dua
    orang itu hingga tembus pada bagian mukanya.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Diiringi jerit kesakitan yang memilukan hati, ke dua orang
    tersebut segera roboh terjengkang ke atas tanah dan tidak
    bergerak lagi ....
    Pada saat itulah dari atas sebuah batu karang telah
    melayang turun sesosok bayangan tubuh manusia yang
    langsung mendorong senjatanya tongkat kakek naga sakti.
    Begitu merasa akan datangnya serangan angin tajam,
    cepat cepat kakek naga sakti menarik kembali senjatanya
    sambil mengangkat kepala, ternyata orang itu adalah seorang
    nikou tua.
    Nikou tersebut berwajah keren dan penuh kewibawaan,
    andaikata rambutnya beruban, orang pasti mengira ia baru
    berusia dua puluh tahunan.
    Nikon tersebut langsung menghadang di hadapan Kakek
    naga sakti, kemudian sambil mengawasi To It cing, katanya
    sambil tertawa dingin;
    "To It cing, sejak kapan kau kembali lagi ke daratan
    Tionghoaan? Apakah kau sudah lupa dengan sumpahmu dulu
    ?"
    Tampaknya To It ciang merasa takut sekali dengan nikou
    tua tersebut, buru buru dia memberi hormat berulang kali
    sambil katanya;
    "Pinto tak berani melupakan sumpahku dimasa lalu. tapi
    apakah lopousat juga tidak mengijinkan kepadaku untuk
    pulang menengok sanak keluarga?"
    "Tapi mengapa kalian justru saling bertarung?"
    "Sin Bun telah melukai anak muridku, apakah aku harus
    duduk sambil berpeluk tangan belaka?"
    Nikou tua itu memandang sekejap ke arah kakek naga
    sakti, kemudian katanya pula.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Sin sicu sudah lanjut usia. mengapa kau masih begitu
    mudah dipengaruhi hawa amarah? Lebih baik janganlah
    mencampuri urusan orang lagi"
    Kakek naga sakti tertawa terbahak bahak, sebelum
    mengucapkan sesuatu, Sik Tiong giok telah menyela.
    "Agak murid mereka telah merampas kuil dengan
    kekerasan, berbuat mesum di tempat suci lalu
    mempergunakan kuil sebagai tempat menyembunyikan
    perempuan, bukan cuma begitu merekapun membunuh dan
    merampok, ulah mereka telah menodai kesuci ajaran Budha,
    apakah perbuatan seperti inipun tak boleh dicampuri?"
    Nikou tua itu segera berkerut kening, lalu ajarnya kepada
    kakek naga sakti: "Siapa sih siau sicu ini?"
    "Dia adalah anak keturunan Tio song calon pemimpin dunia
    persilatan saat ini."
    Sedangkan Sik Tiong giok segera menyela.
    "Aku adalah Pangeran Serigala langit Sik Tiong giok!"
    Paras muka nikou tua itu agak berubah sesudah
    mendengar perkataan tersebut, diawasinya wajah Sik lekat
    lekat, lama kemudian dia baru menghela napas panjang dan
    berkata;
    'Omihtohud.. nak semoga Budha melindungi mu"
    "Apakah lo pousau tidak menaruh belas kasihan terhadap
    bocah ini.." sela Kakek naga sakti sambil tertawa.
    Sekulum senyuman yang tak pernah terkulum diwajahnya
    segera menghiasi ujung bibir nikou tua itu, ujarnya kemudian.
    "Pinni tidak mempunyai apa apa kecuali tubuhku ini sayang
    aku tak dapat menghadiahkan apa apa"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Lo pousat cukup menghadiahkan setetes air yang ada
    dalam botol itu saja, rasanya pemberian tersebut sudah lebih
    dari cukup untuk bocah ini"
    Nikou tua itu kembali tersenyum dan mengangguk pelan.
    Buru buru kakek naga sakti menarik tangan Sik Tiong giok
    sambil berkata.
    "Nak, cepat berlutut dan mengucapkan terima kasih,
    kesempatan sebaik ini tak akan kau jumpai dalam waktu lain"
    Sik Tiong giok agak tertegun sejenak, tapi sesudah
    memandang sekejap kearah kakek naga sakti, ia berlutut
    seraya berseru.
    "Sik Tiong giok memberi hormat buat lociapwee"
    "Nak, kau seharusnya memanggil Cou koh po kepadanya"
    sela kakek naga sakti.
    "Sudahlah" nikou tua itu menghela napas panjang,
    ”sekarang aku sudah menjadi murid Budha, aku tak ingin
    dibebani dengan segala adat istiadat orang awam. nak, kau
    cukup memanggil Gho lonie saja kepadaku"
    "Begitupun baik juga" kakek naga sakti manggut manggut
    "cuma akan menurunkan derajat tuan putri"
    "Aaai, Thian an Kuncu yang dulu sudah tewas di tangan
    Thio Hongnui, aku adalah aku, urusan yang sudah lewat buat
    apa mesti di singgung kembali?"
    Berbicara sampai disitu, dia mengeluarkan sebuah
    gulungan dan dilemparkan ke hadapan Sik Tiong giok sambil
    ujarnya,
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Jilid 12
    "BENDA ini merupakan benda peninggalan Tay coa
    Hongtee di masa lalu, semoga kau dapat memandang benda
    ini sebagai warisan leluhurmu, bila menjumpai kesulitan, tiga
    bula kemudian kau boleh datang ke puncak Hu yong hong di
    bukit Hoa san untuk menjumpa diriku."
    Selesai berkata dia berpaling memandang ke arah To It
    cing namun orang yang dicari sudah lenyap dari pandangan
    mata.
    Karena itu ujarnya kemudian kepada Kakek naga sakti :
    "Kalau begitu lonie mohon diri lebih dulu."
    Diapun tidak menunggu Kakek naga sakti memberi
    jawaban, tubuhnya sudah berkelebat sejauh satu kaki lebih,
    kemudian dalam waktu singkat bayangan tubuhnya sudah
    lenyap dari pandangan mata.
    Sik Tiong Giok masih berlutut di atas tanah dengan wajah
    termangu-mangu hingga bayangan si nikou tua itu lenyap dari
    pandangan mata, dia baru memungut gulungan surat itu dan
    bangkit berdiri, katanya kemudian bimbang : "Toa supek,
    siapa sih nikou tua itu? Mengapa kalian nampak ketakutan
    terhadapnya? Apakah dia memiliki ilmu silat yang sangat
    tinggi..."
    Kakek naga sakti segera menghela napas panjang : "Asal
    dia adalah adik dari Toa tiong Hongtee dari Kerajaan Song,
    kalau dihitung-hitung masih merupakan Cou Koh (adik Kakek)
    mu, berbicara soal ilmu silat diapun terhitung jagoan nomor
    wahid di kolong langit, tentu saja kemampuannya luar biasa,
    cepat kau periksa benda apakah yang diberikan kepadamu
    itu."
    Sik Tiong Giok menurut da segera membuka gulungan kain
    surat tersebut, ternyata isinya adalah sejilid kitab; pada
    sampul depan kitab tersebut bertuliskan beberapa huruf yang
    berbunyi : "Kangou Cap pwee tah, karya Tay cou"
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Sementara Sik Tiong Giok masih tertegun karena tidak
    mengerti, sebaliknya Kakek naga sakti meloncat-loncat
    kegirangan, serunya dengan wajah berseri : "Bocah cilik, kau
    benar-benar punya rejeki bagus, dengan mengandalkan isi
    kitab tersebut, sudah cukup bagimu untuk menjagoi dunia
    persilatan."
    "Toa supek, aku tidak mengerti apa sih yang disebut
    Kangou Cap pwee tah itu?"
    "Yang dinamakan Kangou Cap pwee tah adalah sejilid kitab
    pusaka ilmu silat yang amat tangguh, kau tahu? Dengan
    mengandalkan kepandaian inilah Tay cou Hongtee pernah
    memukul rata seluruh kolong langit di masa lampau dan
    mendirikan dinasti Song."
    "Benarkah ilmu silat yang tercantum di dalamnya begitu
    hebat dan luar biasa?"
    "Tentu saja yang dimaksudkan sebagai Kangou Cap pwee
    tah meliputi kelebihan-kelebihan yang dimiliki berbagai aliran
    ilmu silat yang ada di dalam dunia persilatan saat ini, baik ilmu
    senjata, ilmu tangan kosong maupun tenaga dalam, hampir
    semuanya terkandung di dalamnya yang kemudian dipetik inti
    sarinya dengan tercipta menjadi delapan belas jurus, itulah
    sebabnya dinamakan delapan belas pukulan dunia persilatan.
    Bayangkan sendiri masa tidak ampuh?"
    Sik Tiong Giok menjadi gembira sekali sesudah mendengar
    perkataan itu, katanya kemudian sambil tertawa : "Apabila
    jurus-jurus silat tersebut demikian tangguhnya, bila telah
    berhasil mempelajarinya, bukankah aku bakal tiada
    tandingannya lagi di kolong langit?"
    "Bila ingin menjadi seseorang yang tiada tandingannya di
    kolong langit maka seseorang bukan cuma harus
    mengandalkan keberanian saja, tapi kecerdasan otaklah yang
    memegang peranan penting," kata kakek naga sakti sambil
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    tertawa. "Nak, kau harus mengasah otakmu tajam-tajam,
    mengerti?"
    Sementara pembicaraan masih berlangsung, sepasang
    mata Sik Tiong Giok masih mengawasi terus Liau huan taysu
    dan sitosu buas yang tergeletak di tanah, lalu katanya sambil
    tertawa : "Supek, aku kan tidak membohongimu, coba lihat
    bukankah seorang pun di antara mereka berdua tiada yang
    berhasil meloloskan diri?"
    "Yaa, kau memang betul-betul sangat hebat!" Kakek naga
    sakti tertawa senang. "Bila dibandingkan dengan Kakek
    serigala langit di masa lampau, kau memang jauh lebih
    tangguh."
    "Sudah sepantasnya bila mereka peroleh ganjaran
    demikian, masa menyalahkan aku yang keji? Dengan begitu
    aku dan kau bisa memberikan pertanggungan jawabku kepada
    ji supek?"
    Menyinggung soal kakek bangau sakti, tiba-tiba melintas
    dalam benak kakek naga sakti, buru-buru katanya : "Bila tidak
    kau singgung, hampir saja aku melupakannya, ayo berangkat
    kita harus selekasnya menyusul ke tebing Bee Hwee nia,
    entah bagaimana hasil pertandaingan Ji supek mu dengan si
    perempuan ular tersebut?"
    "Betul!" sahut Sik Tiong Giok dengan kening berkerut,
    "memang sudah seharusnya kita menyusul mereka."
    Selesai berkata di simpan kitab pusaka itu ke dalam
    sakunya kemudian berangkatlah mereka berdua menuju ke
    depan.
    Ketika tengah hari baru lewat, mereka berdua sudah tiba di
    tebing Bee hwee nia, tiba-tiba dari bawah tebing situ
    kedengaran ada suara orang sedang mengumpat.
    Kakek naga sakti segera memberi tanda kepada Sik Tiong
    Giok, kemudian dengan langkah yang sangat berhati-hati dan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    bersembunyi di balik pepohonan yang rimbun mereka
    melongok ke bawah.
    Di bawah tebing sana merupakan sebuah tanah lapang
    yang luasnya mencapai setengah li, lamat-lamat tampak pula
    sebuah rumah yang berdiri di situ, di depan rumah tadi
    kelihatan pula seseorang sedang bertarung melawan seekor
    bangau sedang di tanah lapang berdiri tiga orang.
    Seseorang berpakaian sangat aneh, dia adalah Pat huang
    sin mo Mo siacu, sedangkan dua orang lainya adlaah kakek
    sakti An Ning serta Ku tiok lojin.
    Bila ditinjau keadaannya, mereka sudah dibikin keok.
    Tiba-tiba kakek bangau sakti berkata : "Hei, bambu kurus,
    bagaimana keadaanmu? Benarkah kau tak mampu
    menyambut ke seluruh jurus serangan dari anak iblis
    tersebut?"
    Sesudah menghembuskan napas panjang, Ku tiok lojin
    menjawab : "Itik liar, kau tak usah berkata lagi, iblis terkutuk
    ini memang benar-benar menjengkelkan, setiap jurus
    serangannya berhasil menghajar kita secara telak, sebaliknya
    setiap serangan yang kita lanarkan tak ada yang mengena,
    biar seratus jurus pun apa gunanya?"
    Sementara itu Pat huang sin mo seperti sudah tak sabar
    menanti, tiba-tiba dia berteriak : "Sudah selesaikah kalian
    berunding? Bila tak mampu menyambut kesepuluh jurus
    seranganku, lebih baik cepat beritahu kepadaku, dimanakah
    Sik Tiong Giok sibocah cilik itu sekarang."
    Mendengar perkataan tersebut kedua orang itu cuma bisa
    saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
    Kakek bangau sakti termenung sebentar, padahal ia sudah
    dibuat malu bercampur marah, akhirnya sambil menggertak
    gigi serunya : "Baik, biar aku yang turun ke gelanggang lebih
    dulu."
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Di tengah bentakan keras, sepasang telapak tangannya
    diayunkan ke depan melepaskan sebuah pukulan yang maha
    dahsyat.
    Tetapi sekali berkelebat saja Pat Huang Sin Mo sudah
    menyelinap ke samping dan lenyap dari pandangan mata.
    Tiba-tiba Ku tiok lojin berteriak keras : "Hei itik liar, hatihati
    belakangmu!"
    Kakek bangau sakti mendengus dingin.
    "Hmm lihatlah seranganku yang kedua."
    Di tengah pembicaraannya, dia membalikkan lengannya
    sambil melancarkan sebuah bacokan lagi.
    Di dalam perhitungannya, dia menyangka pihak lawan pasti
    akan menghindarkan diri lagi dari ancaman yang kedua
    tersebut.
    Siapa tahu ketika ia membalikkan badan sambil melepaskan
    serangan, bayangan tubuh Pat Huang Sin Mo kembali lenyap
    tak berbekas, baru saja ia merasa terkejut, tiba-tiba dari
    belakang tubuhnya kedengaran seseorang menjengek sambil
    tertawa dingin : "Orang she An, kedua buah seranganmu itu
    masih kurang sempurna, mengapa kau tidak mencoba untuk
    menerima sebuah pukulanku terlebih dulu sebagai contoh?"
    Baru selesai perkataan tersebut berkumandang, tiba-tiba
    terdengar seseorang berseru dengan suara lantang : "Apa sih
    hebatnya pukulanmu itu, paling banterpun cuma kucing
    berkaki tiga."
    Mendengar seruan mana Pat Huang Sin Mo segera
    membalikkan badannya, tak jauh di hadapannya berdiri
    seorang pria yang ternyata tak lain adalah Sik Tiong Giok yang
    pernah dilukainya tempo hari, tanpa terasa ia segera
    mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    "Haah, haah, haah... bocah keparat, kau belum mampus
    rupanya?"
    "Seandainya aku sudah mampus, siapa lagi yang akan
    datang untuk melenyapkan iblis macam dirimu itu?" sahut Sik
    Tiong Giok dengan nada suara tidak kalah dinginnya.
    Pat Huang Sin Mo kembali mendengus.
    "Bagus, hari ini akan kulihat bagaimana kau mengorbankan
    selembar nyawamu itu."
    Di tengah bentakan, lengannya diputar kencang dan
    segulung angin pukulan telah menyambar ke depan.
    Sik Tiong Giok cukup mengetahui akan kemampuan tenaga
    dalam lawan, tentu saja ia tak berani gegabah, cepat-cepat ia
    mengigos ke samping sambil melepaskan sebuah pukulan
    balasan.
    Ketika dua gulung angin pukulan saling bertemu satu sama
    lainnya, timbullah suara ledakan yang amat memekikkan
    telinga.
    Bagaimanapun juga tenaga dalam yang dimiliki Sik Tiong
    Giok masih kalah setingkat dibandingkan dengan lawannya,
    kontan saja kuda-kudanya gempur dan ia mundur tiga langkah
    dengan sempoyongan, bahu kirinya terasa sakit sekali
    bagaikan ditindih dengan batu cadas seberat ratusan kati.
    Biarpun dalam bentrokan tersebut si Pangeran Serigala
    langit Sik Tiong Giok masih kalah setingkat dibandingkan
    dengan Pat Huang Sin Mo sehingga tubuhnya tergetar
    mundur, namun keadaannya masih mendingan dibandingkan
    tempo hari.
    Sebagimana diketahui, sejak memasuki istana Cui wi kiong,
    selam beberapa hari belakangan ini ilmu silatnya telah
    memperoleh kemajuan yang amat pesat di bawah pimpinan
    Siong he lojin, tinggal tenaga dalamnya saja yang rada cetek.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Dia bisa menderita kerugian karena dalam serangan
    tersebut sikapnya kelewat berhati-hati di samping masih
    tersisa pula rasa jeri di dalam hati kecilnya.
    Pat Huang Sin Mo yang menjumpai kejadian tersebut
    segera terkekeh dengan suara yang menyeramkan.
    "Heeh, heeh, heeh... bocar keparat, dalam pertarungan
    yang lampau kau berhasil lolos dalam keadaan selamat, tapi
    hari ini, aku tak akan membiarkan kau hidup terus."
    Sebuah pukulan yang maha dahsyat kembai dilontarkan ke
    depan, angin pukulan yang kuat seperti amukan ombak di
    tengah samudra langsung menyapu ke depan.
    Sik Tiong Giok tidak mundur, sambil menghimpun
    tenaganya dia sambut pula serangan tersebut dengan
    kekerasan.
    Blaammm...!
    Suara ledakan yang amat keras kembali bergema
    terdengar, Pat Huang Sin Mo menjerit kaget dan kali ini
    tubuhnya yang mencelat mundur sejauh satu kaki lebih.
    Atas terjadinya peristiwa ini, bukan saja Pat Huang Sin Mo
    dibuat menjerit kaget, termasuk kakek bangau sakti Ku tiok
    lojin pun dibuat membelalakkan matanya lebar-lebar saking
    terkejutnya.
    Bagaimanapun juga mereka tidak percaya kalau Sik Tiong
    Giok yang masih muda belia tersebut, ternyata memiliki
    tenaga dalam yang sempurna, bahkan berhasil menghantam
    Pat Huang Sin Mo sampai mencelat ke belakang.
    Untuk beberapa saat lamanya sorot mata mereka bersamasama
    dialihkan ke wajah Sik Tiong Giok dan mengawasinya
    tanpa berkedip.
    Sementara itu Sik Tiong Giok sendiripun menunjukkan
    wajah terkejut bercampur sangsi, dia sedang mengawasi
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    telapak tangan sendiri dengan tertegun seolah-olah sedang
    berusaha menemukan jawaban dari keheranan yang
    mencekam perasaannya.
    Setelah berhasil melayang turun ke atas tanah, Pat Huang
    Sin Mo membelalakkan matanya lebar-lebar sambil mengawasi
    Sik Tiong Giok tanpa berkedip, sedang dalam hatinya dia
    berpikir dengan keheranan.
    "Benar-benar sangat aneh, hanya beberapa hari saja tak
    bersua, kenapa tenaga dalam yang diperoleh bocah keparat ini
    bisa mendapat kemajuan yang begini besar? Jangan-jangan
    dia memiliki ilmu sesat atau sebangsanya?"
    Padahal dia mana tahu kalau selama beberapa hari ini Sik
    Tiong Giok telah memperoleh petunjuk dari Siong he lojin dan
    berhasil menemukan bila dua macam kekuatan digabungkan
    menjadi satu maka tenaga serangan sendiri yang ditambah
    dengan tenaga pukulan lawan akan merupakan serangan balik
    yang luar biasa.
    Dengan demikian, apabila tenaga serangan yang
    dipergunakan musuh untuk menyerangnya semakin besar
    semakin parah pula luka dalam yang akan terjadi di pihak
    musuh.
    Ini semua ditambah pula dengan keberhasilan Sik Tiong
    Giok dalam melatih ilmu pukulan Cap ji jian jiu yang termashur
    karena kecepatannya serta ketepatannya, itulah sebabnya
    begitu serangan dilepaskan, dia berhasil menyambut serangan
    lawan dengan tepat.
    Ketika dua gulung angin pukulan yang maha dahsyat
    tersebut telah bertemu satu sama lainnya maka dia pun
    mengembalikan tenaga gabungan mana ke tubuh lawan,
    bayangkan saja, bagaimana mungkin tubuh Pat Huang Sin Mo
    tidak dibikin terpental sejauh itu?
    Masih untung saja ilmu silat yang dimiliki gembong iblis itu
    tersebut cukup tangguh, cepat-cepat dia mengayungkan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    tangan kanan dan kirinya untuk menarik ke samping tenaga
    pukulan tersebut, sehingga dia berhasil juga lolos dari lubang
    jarum dengan selamat.
    Sekalipun serangan dari Sik Tiong Giok ini tidak berhasil
    melukai iblis tua tersebut, namun cukup membuat hatinya
    keder dan ketakutan, kebuasan dan kesombongannya pun
    menjadi jauh berkurang.
    Diawasinya lawan mudanya itu lekat-lekat, kemudian dia
    melompat ke hadapan Sik Tiong Giok dan serunya sambil
    tertawa dingin : "Bocah keparat, kau memang amat cerdas,
    sambut sekali lagi seranganku ini..."
    Belum selesai dia berkata, bayangan tubuh sudah
    berkelebat lewat, menunggu Sik Tiong Giok sadar akan
    ancaman bahaya dia sudah menyerang tiba dari belakang
    tubuh anak muda tersebut.
    Sik Tiong Giok mendengus dingin, dia putar lengan sambil
    membalikkan badan, kemudian melepaskan sebuah pukulan
    ke depan, tapi ia belum juga menemukan bayangan
    musuhnya, sementara hatinya baru terperanjat, desiran angin
    tajam telah menyergap tiba.
    Disinilah letak kelicikan dari gembong iblis tersebut, dia
    hendak memanfaatkan kelebihan sendiri untuk menyerang
    kelemahan lawan, dengan mempergunakan gerakan tubuhnya
    untuk membingungkan musuh kemudian memancingnya
    masuk perangkap.
    Tapi sayang dia lupa kalau Sik Tiong Giok adalah putra
    angkat si Kakek serigala langit yang mahir dalam ilmu kelitan
    serigala, ilmu tangguh yang merupakan tandingan dari
    gerakan tubuhnya, apalagi pemuda itu masih dibekali pula
    denga ilmu pukulan yang amat dahsyat tersebut.
    Begitu serangannya menemui kegagalan Sik Tiong Giok
    segera berkelit ke samping, lalu dengan mempergunakan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    jurus Bintang timur bergerak samping, dia melepaskan sebuah
    bacokan sekali lagi.
    Begitu menyaksikan gerakan tubuh yang aneh Pat Huang
    Sin Mo segera sadar kalau keadaaan tidak menguntungkan,
    buru-buru dia berganti posisi dan bersiap sedia untuk
    menghindar, sedang pada saat yang bersamaan ia lepaskan
    pula dua buah bacokan secara beruntun.
    Kedua buah serangan tersebut dilancarkan dengan disertai
    kekuatan yang tangguh, apalagi dalam keadaan berbahaya,
    secara otomatis dia perkuat lagi tenaga serangannya.
    Tiba-tiba terdengar lagi Pat Huang Sin Mo menjerit kaget :
    "Bocah keparat..."
    Menyusul kemudian terjadi dua kali ledakan keras yang
    memekikkan telinga, sesosok bayangan hitam segera mencelat
    sejauh satu kaki lima enam depa dan Blaaamm! terbanting
    keras-keras di atas tanah.
    Secara beruntun Sik Tiong Giok telah menyambut kedua
    buah serangan lawan dengan kekerasan sekalipun kedua buah
    pukulan itu berhasil dikembalikan ke tubuh lawan, toh lengan
    kanannya tergetar juga hingga kaku dan kesemutan, secara
    beruntun dia mundur sampai sejauh tiga langkah lebih.
    Agaknya bantingan yang dialami Pat Huang Sin Mo kali
    cukup keras, dia harus berusaha berulang kali sebelum dapat
    duduk kembali, namun setelah mencoba untuk mengatur
    pernapasannya, berubah hebat paras mukanya.
    Ternyata dia telah merasakan kalau hawa murninya telah
    kehilangan kontrol hingga hal ini membuatnya sedemikian
    mendongkolnya sampai tak mampu mengucapkan sepatah
    katapun. Dia hanya dapat melototkan sepasang matanya
    bulat-bulat dan mengawasi Sik Tiong Giok dengan tertegun.
    Kakek bangau sakti yang menyaksikan peristiwa itu segera
    tertawa terbahak-bahak, ejeknya : "Mo tua, bagaimana
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    sekarang ? Katanya saja jago paling tangguh di kolong langit,
    kenapa untuk melawan seorang bocah cilik pun tak mampu?"
    Mendengar perkataan itu, Pat Huang Sin Mo segera
    menyeringai dan tertawa seram : "Soal menang atau kalah
    adalah sesuatu yang lumrah bagi umat persilatan, apalagi
    kekalahan yang kualami hari inipun belum terhitung
    dipecundangi, baik, sementara kucatat hutang kalian ini di
    dalam hati, tunggu saja sampai kutagih hutang tersebut di
    kemudian hari."
    "Boleh, boleh saja," sahut Sik Tiong Giok sambil tertawa
    keras. "Sekarang kau boleh angkat kaki, setiap saat Sik Tiong
    Giok akan menantikan pelajaran darimu."
    Pat Huang Sin Mo tidak banyak berbicara lagi, dia
    menjejakkan kakinya ke atas tanah dan melarikan diri terbiritbirit
    dalam keadaan yang mengenaskan.
    Sepeninggal iblis tersebut, Kakek bangau sakti segera
    melotot ke arah Sik Tiong Giok sambil serunya : "Bocah cilik,
    kau benar-benar berjiwa besar dengan membiarkan iblis tua
    tersebut angkat kaki dari sini, tahukah kau hampir saja kami
    bertiga mampus di tangannya? Dengan tindakanmu sekarang
    melepaskan harimau pulang gunung bila si harimau turun
    gunung lagi mungkin dia akan menerkam kau si bocah
    serigala."
    Sik Tiong Giok tertawa getir.
    "Ji supe, sekalipun tidak membiarkan dia pergi, belum tentu
    kita sanggup untuk meringkusnya!"
    "Bukankah dia sudah dibuat terluka oleh pukulanmu tadi?"
    "Sekalipun demikian, aku sendiripun kena pukulannya juga,
    nah coba kalian lihat!"
    Sambil berkata dia merobek baju sebelah kanannya,
    seketika itu juga nampaklah lengan kanan itu sudah berubah
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    warnanya menjadi hijau, bahkan secara lamat-lamat terdapat
    pula beberapa titik bekas jari tangan berwarna merah.
    Kakek bangau sakti yang menjumpai keadaan ini segera
    berteriak kaget : "Aduuh, kau sudah terkena ilmu pukulan
    beracun Kiu yu tok ciang si iblis tua itu."
    Sik Tiong Giok segera tersenyum.
    "Bukan terpukul, melainkan cuma tersambar saja oleh
    angin jari tangannya, aku rasa tak usah dikuatirkan!"
    Ku tiok lojin yang mendengar jawaban tersebut segera
    menukas : "Semua kepandaian silat yang dikuasai si iblis tua
    itu boleh dibilang amat keji dan beracun, pukulan irama
    iblisnya khusus membetot sukma orang. Kiu yu ciang-nya tak
    pernah memberi ampun terhadap korbannya, nak kau tak
    boleh bersikap terlalu gegabah!"
    Walaupun Sik Tiong Giok berusaha keras untuk
    mengendalikan gejolak perasaannya, toh terkejut juga ia
    dibuatnya, buru-buru tanyanya kemudian : "Apakah ilmu
    pukulan beracun ini dapat ditandingi dengan kepandaian
    lainnya?"
    Dengan kening berkerut Ku tiok lojin termenung sejenak,
    lalu sahutnya : "Ilmu beracun itu dilatih olehnya dari hawa
    racun bangkai yang telah membusuk sehingga berbeda sekali
    dengan racun biasa, kalau digunakan obat penawar racun
    biasa mustahil malah berakibat lebih parah, rasanya di dunia
    ini cuma terdapat semacam benda yang dapat mengatasi
    racun tersebut, cuma benda itu sangat langka di dunia ini."
    "Obat mestika apakah itu? Dan mengapa pula susah
    diperoleh?"
    "Sesungguhnya bukan termasuk sejenis obat-obatan
    melainkan sebuah benda mestika yang disebut Laba laba
    langit. Benda ini berasal dari bukit Pay lau san, bila kita dapat
    menaklukkan laba-laba raksasa berusia seribu tahun yang
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    mengendon disitu, maka mutiara tersebut dapat kita peroleh,
    cuma rasanya sulit sekali."
    "Apasih sulitnya?" Sik Tiong Giok tertawa ringan, "manusia
    makhluk yang paling sempurna, asalkan kita tidak usah
    menguatirkan luka racun tersebut, bukankah urusan beres?"
    "Kau harus tahu, semenjak terkena pukulan si iblis tua itu,
    paling cepat luka itu baru akan bekerja satu tahun kemudian,
    sampai saatnya seluruh tubuh akan membusuk karena
    menyebarnya racun ini sehingga orang akan tewas akibat
    membusuknya seluruh badan."
    "Ooh, masih ada kesempatan selama satu tahun? Kalau
    begitu lebih baik tak perlu dikuatirkan lagi, aku toh masih ada
    kesempatan untuk mengunjungi bukit Pay lau san?"
    "Namun bila kau tidak berpantang mempergunakan tenaga
    dalam, berarti nyawamu takakan dapat melampaui waktu tiga
    bulan."
    "Sejak dulu hingga sekarang, siapa sih yang bisa lolos dari
    kematian? Asalkan dalam sejarah hidupnya dapat beramal
    bagi umat manusia, apa yag mesti disesalkan untuk
    menghadapi kematian."
    Tiba-tiba kakek Bangau sakti bertepuk tangan sambil
    memuji : "Benar-benar sebuah perkataan yang gagah perkasa,
    cuma kau si bocah muda jangan sampai terperangkap oleh
    tipu muslihat si bambu berinti kosong ini, sebab apa yang
    dikatakan belum tentu tepat, kalau bukan begitu masa dia
    disebut si bambu yang kosong?"
    "Hei si itik liar, hati-hati kau bila berbicara, memangnya
    soal laba-laba langit yang kubicarakan tadi cuma isapan
    jempol belaka?"
    "Sekalipun bukan isapan jempol namun tak akan semudah
    apa yang kau kautakan tadi. Benar laba-laba langit berusia
    seribu tahun akan munculkan diri belakangan ini namun tak
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    sedikit golongan lurus maupun golongan sesat dalam dunia
    persilatan yang mengincar benda itu, tetapi kenyataannya
    mengapa tak seorangpun yang berani pergi menyerempet
    bahaya?"
    "Hal ini dikarenakan makhluk beracun itu kelewat hebat,
    jangan lagi mendekatinya, terendus baunya saja orang bisa
    jatuh semaput..."
    Kakek bangau sakti segera mendengus : "Nah itulah dia,
    kalau memang makhluk tersebut amat berbahaya, mengapa
    kau justru menganjurkan kepada pangeran cilik untuk
    menyerempet bahaya ? Seandainya sampai terjadi sesuatu,
    bagaimanakah pertanggungan jawabmu terhadap umat
    persilatan nanti ?"
    Ku tiok lojin segera tertawa.
    "Biarpun tempat itu sangat berbahaya, bukan berarti sama
    sekali tiada cara untuk mendatanginya, namun diperlukan
    nasib yang baik serta jodoh, bukankah segala sesuatunya
    dapat dilakukan lebih mudah dari pada membalik telapak
    tangan sendiri ?"
    Sementara mereka masih berbicara, pertarungan antara
    manusia melawan bangau masih berlangsung seru di muka
    rumah gubuk itu.
    "Iblis wanita ular sakti Pek Soh cing memang seorang yang
    mahir di dalam permainan ular serta memiliki kepandaian s ilat
    yang amat tangguh.
    Sebaliknya si bangau sakti itu meski cuma seekor burung
    namun berhubung usianya yang sudah tua ditambah pula
    memperoleh pendidikan dari orang pandai, maka cakar maut
    serta paruh bajanya bukan semua orang dapat
    menandinginya.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Itulah sebabnya pertarungan yang berlangsung antara
    manusia melawan bangau ini boleh dibilang berlangsung amat
    seru.
    Apalagi hal ini ditambah kebasan sayapnya yang
    menimbulkan suara deruan angin tajam membuat orang
    menjadi susah bernapas dan susah bergerak.
    Dalam keadaan demikian, biarpun si iblis wanita ular sakti
    memiliki ilmu silat yang lebih tangguhpun, kepandaiannya
    menjadi terdesak hebat.
    Hal ini ditambah lagi dengan ular-ular hijau andalannya
    amat takut menjumpai burung bangau, sejak tadi ular itu
    sudah melingkar di atas kepala perempuan iblis itu dan sama
    sekali tak berani berkutik.
    Burung bangau tersebut memang rada aneh, ketika
    mengendus bau amisnya ular tiba-tiba nafsunya berkobar
    biarpun dalam pertarungan yang seru, tiada hentinya dia
    melepaskan cakar dan paruhnya untuk memagut ular tadi.
    Kejadian tersebut mengakibatkan si iblis wanita ular sakti
    menjadi semakin kalang kabut menghadapi serangan musuh,
    apalagi setelah menyaksikan Pat Huang Sin Mo melarikan diri
    dengan menderita kekalahan total, hatinya semakin panik lagi.
    Suatu ketika mendadak dia melancarkan dua buah pukulan
    dahsyat yang mendesak mundur bangau tersebut kemudian
    dengan memanfaatkan kesempatan mana dia menjejakkan
    kakinya ke atas tanah dan melarikan diri.
    Sayang sekali, betapapun sempurnanya ilmu meringankan
    tubuh yang dimilikinya, bagaimana mungkin ia dapat
    menandingi kecepatan gerak bangau saktinya?
    Terdengar suara pekikan keras, sesosok bayangan putih
    terbang menembusi angkasa kemudian bagaikan batu meteor
    dia menukik ke bawah dan menyambar kepala iblis wanita itu
    lagi.
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    Perempuan tersebut menjadi kaget setengah mati,
    bagaikan sukma melayang meninggalkan raganya ia berpikir di
    hati : "Aduh celaka!"
    Belum habis dia berpekik, segulung desingan angin
    serangan yang sangat kuat telah menyambar tiba, tahu-tahu
    tubuhnya terasa enteng dan lengannya bagaikan tertumbuk
    oleh benda yang sangat berat, ia segera terlempar sejauh tiga
    empat kaki dari posisi semula.
    Masih untung saja dia tidak panik dalam bahaya, dengan
    menyusutkan badannya sekuat tenaga dia menerobos masuk
    ke dalam sebuah celah di atas batu tebing.
    Celah tebing itu lebarnya hanya satu depa dan persis dilalui
    saja dengan demikian bangau tersebut tak mampu lagi untuk
    melakukan pengejaran lebih jauh.
    Setelah berada di dalam celah sempit itu, Coa ci moli
    mendongakkan kepalanya dan memandang sekejap sinar
    surya di luar situ, kemudian sambil menghela napas pikirnya :
    "Aai, akhirnya berhasil juga kuloloskan diri dari pengejaran
    musuh, akan kulihat dengan cara apa kau si binatang
    bersayap bisa mengejarku kemari. Hmm, asalkan aku Pek Soh
    cing dapat keluar dari wilayah Kiu nia dalam keadaan selamat,
    aku bersumpah akan membekuk kau si binatang dan
    meremas-remasnya sampai mampus."
    Sementara dia masih menyumpah, tiba-tiba terasa ada
    angin tajam menyambar datang, sewaktu ia mendongakkan
    kepalanya, pucat piaslah paras muka perempuan ini.
    Rupanya si bangau yang gagal mengejar musuhnya, segera
    mempraktekkan kebolehannya di dalam menangkap ular
    dengan mematuki batuan di sekitar celah tebing itu, akibatnya
    batu dan pasir berguguran ke dalam celah tersebut dengan
    sangat hebatnya.
    Dengan cepat Coa ci moli memperhatikan sekejap sekeliling
    tempat itu, ternata celah itu lebarnya dua depa dengan
    Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
    panjang tidak sampai satu kaki, bila hancuran batu
    berguguran tiada hentinya, biar tak sampai mati tertimpuk
    batu, paling tidak diapun bakal mati terkubur hidup-hidup.
    Coa ci moli mulai kebingungan setengah mati, dia tak tahu
    apa yang harus dilakukannya sekarang.
    Mendadak bahunya kejatuhan batu cadas yang amat besar,
    begitu sakit akibat kejatuhan batu itu membuat perempuan
    tersebut meringis sambil melelehkan air mata.
    Sementara dia masih kebingungan mencari tempat
    persembunyian, tiba-tiba sorot matanya menangkap semak
    belukar tak jauh di sampingnya, satu ingatan segera melintas
    lewat, pikirnya : "Mengapa aku tidak bersembunyi di balik
    semak belukar saja? Daripada kejatuhan batu kan enakan

    berada disitu?"

    Related Posts: